Pemantau jantung untuk pemain sepakbola

Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional, IFAB telah menyetujui dilakukannya kajian terhadap kemungkinan penggunaan alat pemantau kerja jantung bagi tiap pemain yang tengah membela klubnya.
Lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembentukan aturan sepakbola ini juga telah menyetujui digagasnya sebuah kelompok untuk mengkaji penggunaan alat pemantau kerja jantung ini.
Kajian oleh IFAB dilakukan berdasarkan atas usulan Asosiasi Sepakbola Skotlandia, SFA yang prihatin terhadap insiden pada pemain klub Liga Primer Inggris, Bolton, Fabrice Muamba beberapa waktu lalu.
Muamba setahun lalu terpaksa harus dibawa keluar lapangan setelah menderita serangan jantung saat membela klubnya.
Dia berhasil selamat karena mendapat pertolongan yang tepat meski belakangan dia harus mengakhiri kariernya di dunia sepakbola.
Melibatkan banyak ahli
IFAB mengatakan kelompok yang mereka bentuk untuk mengkaji pemasangan alat pemantau kerja jantung ini akan melibatkan banyak ahli mulai dari kalangan kesehatan, pelatih sepakbola, mantan pemain dan anggota IFAB bidang teknis.
Dalam pertemuan tahunan IFAB yang berlangsung di Edinburgh yang dipimpin oleh Ketua SFA, Campbell Ogilvie, organisasi itu diminta untuk menyetujui uji coba pemasangan alat pemantau jantung berbentuk seperti chip kecil yang dipasang pada pakaian pemain.
Alat ini nantinya akan mengirimkan peringatan jika sang pemain mengalami persoalan pada jantungnya.
Data yang dikumpulkan dari chip ini juga bisa dibaca melalui komputer dan dapat dipantau oleh pelatih dan staf medis dari klub sang pemain.
Dalam proposalnya SFA mengatakan chip ini tidak hanya bisa memantau kerja jantung sang pemain tetapi juga bisa mengetahui berapa jarak lari yang ditempuh sang pemain serta perubahan pada fungsi tubuhnya.
"Saya pikir informasi yang diberikan tentang kerja jantung pemain saat terlibat dalam suatu pertandingan sangat berguna," kata Ketua Eksekutif SFA, Stuart Regan.
"Kami tidak tahu apakah dengan sistem ini keadaan seperti yang terjadi pada Fabrice Muamba bisa dicegah, tapi jelas ini akan memberikan informasi terbaru bagi dokter dan pelatih dan kami percaya ini merupakan langkah maju yang sangat penting."









