G7 tegaskan tidak ada perang mata uang

Mata uang
Keterangan gambar, Mata uang Cina dan Jepang disebut sebagai sebagian mata uang yang nilainya diturunkan.

Kelompok G7 yang terdiri dari tujuh negara-negara industri menempuh langkah untuk menenangkan kekhawatiran bahwa sejumlah negara menghadapi perang mata uang dengan menurunkan nilai mata uang sehingga barang ekspor menjadi lebih murah.

Para politikus di Eropa sebelumnya menyampaikan ketakutan terkait langkah-langkah pemerintah Jepang yang menyebabkan mata uang yen turun drastis terhadap euro dan dolar Amerika Serikat.

Bila nilai mata uang rendah maka harga produk-produk ekspor lebih murah sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan negara pengekspor.

Negara-negara G7, termasuk Jepang di dalamnya, mengatakan nilai tukar ditentukan oleh pasar keuangan dan pemerintah negara-negara G7 tidak mencampuri urusan itu.

"Kami para menteri dan gubernur bank sentral di G7 menegaskan lagi komitmen lama terhadap nilai tukar yang ditentukan pasar dan mengadakan konsultasi sehubungan dengan tindakan yang terjadi di pasar valuta asing," kata G7 dalam pernyataan bersama pada Selasa (12/02).

"Kami sepakat bahwa votalitas dan pergerakan tidak beraturan dalam nilai tukar dapat berdampak buruk bagi stabilitas ekonomi dan keuangan," tegas G7.

Negara-negara yang menjadi anggota G7 adalah Jepang, Kanada, Prancis, Italia, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat.