Perempuan untuk membesarkan anak?

Anak-anak perempuan di Inggris masih dididik dengan pandangan lebih penting membesarkan anak dibanding mengejar ambisi mereka.
Hal tersebut dinyatakan Presiden Asosiasi Sekolah Perempuan (GSA), Hilary French, yang menambahkan sudah saatnya anak perempuan mendapat kebebasan untuk memilih yang diinginkan.
"Bukan merupakan kesalahan jika mengambil keputusan tertentu, apa pun keputusan itu," tuturnya kepada kantor berita PA.
French menambahkan walaupun perempuan mencapai pendidikan yang baik, mereka masih diharapkan menjadi ibu rumah tangga.
Di Inggris, perempuan lebih tinggi kemungkinan untuk meneruskan pendidikan di universitas daripada anak laki-laki.
Inti rumah tangga
French -yang juga menjabat Kepala Sekolah Central Newcastle- memberi contoh tentang pengusaha perempuan yang berkunjung ke sekolah mereka, yang memang sering mengundang para pengusaha dan pemimpin bisnis.
"Salah seorang pengusaha perempuan muda berani mengatakan bahwa dia mungkin akan menempatkan bisnisnya di depan dibanding anaknya, dan bisa terdengar tarikan nafas dari semua siswa perempuan."
"Mereka jelas amat terkejut, jadi ya kita masih menciptakan generasai perempuan yang berpikir bahwa membesarkan anak merupakan hal yang paling penting jika sudah memiliki anak," tambah French.
Menurut Presiden GSA itu, perempuan masih diharapkan menjadi inti dari rumah tangga, termasuk memebsarkan anak dan memikirkan makanan bagi keluarga setiap hari. "
"Masih tidak biasa untuk menemukan laki-laki yang melakukan hal tersebut."
Bagaimanapun French mengaku cukup terkejut melihat kaum pria saat ini amat perduli dengan anak-anak dan ingin menjalin kedekatan dengan anak-anaknya.









