Menkeu Eropa sepakati serikat bank

Menteri Keuangan Eropa akhirnya mencapai kesepakatan tentang serikat bank kawasan negara-negara dengan mata uang euro (eurozone banking union) sesaat sebelum digelarnya pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa di Brusel, Belgia hari ini.
Sebelumnya mereka sempat terganjal dengan sejumlah persoalan seperti tentang aturan sikap kehati-hatian bank yang penting untuk memperkuat euro sebagai mata uang di kawasan itu menyusul kegagalan kebijakan sebelumnya yang dilakukan oleh banyak bank Eropa yang dinilai gagal dan memicu krisis keuangan.
Uni Eropa juga telah sepakat menunjuk Bank Central Eropa yang akan bertindak sebagai pengawas dari bank-bank zona euro.
"Kami telah mencapai poin utama yaitu membentuk pengawas bank Eropa yang akan memulai tugasnya pada tahun 2014," kata Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble yang terlibat pembicaraan selama hampir 14 jam dan berakhir saat menjelang pagi waktu setempat.
Dalam kesepakatan itu pula disebutkan bahwa bank yang memiliki aset lebih dari 30 miliar euro akan ditempatkan sebagai bank yang akan diawasi oleh Bank Sentral Eropa.
Aturan baru yang ada saat ini telah memungkinkan Bank Sentral Eropa untuk menutup bank di kawasan zona euro yang tidak mengikuti aturan.
Dampak lainnya adalah aturan ini juga membuat dimungkinankannya pengucuran dana bantuan zona euro kepada bank yang sedang berjuang melepasakan diri dari krisis.
Pemimpin Uni Eropa percaya bahwa langkah pertama dalam pembentukan serikat bank-bank Uni Eropa dengan membentul Mekanisme Pengawasan Tunggal bisa dilakukan tanpa harus mengubah kesepakatan Uni Eropa.
Namun masih ada keraguan terhadap dasar hukum untuk melangkah ke tahapan berikutnya -seperti pembuatan skema garansi dengan deposit gabungan dan juga mekanisme bersama dalam penyelesaian kasus bank yang mengalami kebangkrutan.
Komite Uni Eropa di Parlemen Inggris mengatakan pada hari Rabu bahwa ada keraguan sebuah serikat bank yang efektif bisa dibentuk dalam sejumlah keterbatasan yang diatur dalam perjanjian Uni Eropa.
London saat ini merupakan pusat keuangan Uni Eropa dan menangani bagian terbesar dari perdagangan euro sebagai uang asing sehingga pemerintah Inggris sangat ingin melindungi peran kuat yng dimainkan oleh London dan mencegah bisnisnya larut ke dalam rencana penyatuan zona euro.









