Sejumlah produsen TV didenda Komisi Eropa

Joaquin Almunia
Keterangan gambar, Joaquin Almunia, menyebut kartel yang didenda seperti kartel dalam buku pelajaran.

Komisi Eropa menjatuhkan rekor denda senilai 1,47 miliar euro atau sekitar US$1,9 miliar atas sejumlah produsen TV karena mengendalikan harga di pasar.

Perusahaan Jerman, Philips, mendapat denda terbesar 313,4 juta euro diikuti LG Electronics dari Korea Selatan senilai 295,6 juta euro.

Industri lain yang diganjar denda adalah Panasonic, Samsung, Toshiba, dan Technicolor, seperti diumumkan Rabu 5 Desember.

Sedangkan perusahaan Taiwan, Chunghwa Pictures Tubes, lolos dari ancaman denda 17 juta euro karena mengungkap tentang kartel produsen layar TV ini.

Badan Uni Eropa itu menetapkan para produsen TV tersebut mengendalikan harga untuk TV, layar komputer, dan tabung cathode-ray selama satu dekade belakangan.

"Kartel dalam tabung cathode-ray seperti kartel dalam buku pelajaran: mereka memiliki semua bentuk terburuk tabung dari perilaku antipersaingan yang dilarang dengan tegas dalam perusahaan-perusahaan yang melakukan bisnis di Eropa," tutur Komisioner Persaingan Uni Eropa, Joaquin Almunia.

Ditambahkan bahwa mereka beroperasi secara global pada masa 1996-2006 dan merupakan kartel yang paling terorganisir yang pernah diselidiki.

Pertemuan hijau

Tabung cathode-ray atau CRT merupakan komponen utama untuk pesawat TV dan layar komputer dan harganya mencapai 50-70% dari harga produk akhir.

''Bukannya bersaing satu sama lain untuk inovasi dan memberikan produk terbaik dengan harga terbaik, mereka malah bersekongkol untuk mempertahankan keuntungan semu dalam pasar teknologi yang menurun," tutur Almunia.

"Itulah sebabnya kami melawan kartel-kartel."

Perusahaan yang terlibat diangkat dalam apa yang mereka sebut sebagai 'pertemuan hijau' di Asia dan Eropa untuk membahas penetapan harga. Disebut 'pertemuan hijau' karena biasanya disusul dengan main golf.

Pihak-pihak yang menerima dokumen tentang pertemuan itu diminta untuk menghancurkannya setelah dibaca.

Para produsen TV dan layar komputer itu mencegah persaingan harga di antara sesama mereka dengan mengendalikan kapasitas produksinya.