Cucu Presiden Truman di Hiroshima

Sumber gambar, AFP
Cucu mendiang Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, berkunjung ke Hiroshima untuk menghadiri upacara mengenang korban bom atom pada masa Perang Dunia II.
Clifton Truman Daniel, Sabtu 4 Agustus, berkunjung ke Taman Kenangan Perdamaian Hiroshoma dan meletakkan karangan bunga bagi 140.000 korban yang tewas akibat bom atom Amerika Serikat.
Kakeknya yang menyetujui bom atom di Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan tiga hari kemudian bom atom menghantam Nagasaki dengan korban 70.000 jiwa lebih.
Kedatangan Truman muda ke Jepang ini untuk menghadiri upacara peringatan 67 tahun tragedi Hiroshima dan Nagasaki yang akan berlangsung awal pekan depan.
"Saya kira tugu peringatan ini menjelaskan semuanya, kehormatan korban tidak dilupakan dan memastikan bahwa kita tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi," tuturnya usai hening cipta di Taman Kenangan Perdamanaian, seperti dikutip kantor berita AP.
Dalam kunjungannya ke Jepang, Truman juga bertemu dengan walikota Hiroshima dan Nagasaki serta mengelar sejumlah diskusi dengan para mahasiswa.
Origami burung bangau
Kunjungan pertama keluarga Presiden Truman ini didukung oleh Yayasan Sadako, yang diambil dari nama Sadako Sasaki, seorang korban bom atom yang tewas akibat leukemia pada usia 12 tahun.
Ketika dirawat di rumah sakit, Sadako membuat kerajinan melipat kertas berbentuk burung bangau karena kepercayaan pada legenda bahwa orang yang bisa membuat 1.000 origami burung bangau akan diluluskan permintaannya.
Sejak saat itu, origami burung bangau menjadi lambang perdamaian.
Truman Daniel bertemu dengan saudara laki-laki Sadako, Masahiro Sasaki, yang berusia 71 tahun -yang selamat dari serangan bom atom- pada sebuah acara perdamaian di New York tahun 2012.
Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama antara Amerika Serikat dan Jepang, yang masih menghadapi perbedaan pendapat sehubungan dengan legasi bom atom puluhan tahun lalu tersebut.









