Atlet putri India dituduh memperkosa

Sumber gambar, AFP
Pinki Pramanik, atlet putri India yang menghadapi tuduhan melakukan pemerkosaan dan diklaim berjenis kelamin laki-laki, dibebaskan dengan jaminan oleh pengadilan hari Selasa (10/7).
"Hakim membebaskan Pinki Pramanik dengan jaminan. Kami harus menyerahkan uang 5.000 rupee (sekitar Rp845 ribu) sebagai jaminan," kata Tuhin Roy, pengacara Pramanik.
"Masih ada persoalan prosedural yang harus kami selesaikan jadi klien kami tidak bisa meninggalkan penjara hari ini. Besok Pinki Pramanik bisa keluar (dari penjara)," jelas Tuhin.
Pramanik ditahan bulan lalu di negara bagian Bengala Barat setelah dilaporkan oleh seorang perempuan, yang diketahui sebagai pasangannya.
Atlet yang meraih beberapa medali untuk India ini membantah semua tuduhan.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia memprotes perlakuan terhadap Pramanik setelah ia dikawal oleh polisi pria dan dipaksa menjalani tes untuk menentukan jenis kelaminnya.
Menangis
Sebelum pembebasan dengan jaminan diumumkan, Pramanik menerima kunjungan tim dari komisi perempuan Bengala Barat.
"Polisi dan para pejabat lembaga pemasyarakatan jelas telah melanggar hak-hak pramanik," kata Sunanda Mukherjee, ketua komisi perempuan kepada BBC.
"Di berbagai dokumen Pramanik ditulis berjenis kelamin laki-laki. Ia mendapat perlakuan buruk dari polisi. Bagaimana polisi menentukan bahwa ia laki-laki sementara hasil tes resmi belum ada?" tambah Mukherjee.
"Ketika kami bertemu dengannya, ia menangis terus," ungkapnya.
Rekaman video pelaksanaan tes jenis kelamin Pramanik yang diambil dengan telepon genggam kuat diduga telah tersebar di internet.
Pramanik menyabet emas di nomor 4x400 meter estafet di Asian Games 2006 di Doha dan meraih perak di nomor yang sama di Pesta Olahraga Persemakmuran 2006 di Melbourne.
Ia juga mendapat tiga medali emas di pesta olahraga negara-negara Asia Selatan di Kolombo pada 2006 di nomor lari 400 meter, 800 meter, dan estafet 4x400 meter.









