Warga Meksiko melepas kepergian penulis Carlos Fuentes

Sumber gambar, AFP
Ratusan orang warga Meksiko mengucapkan selamat tinggal kepada penulis terkenal Carlos Fuentes, sambil membawa buku karyanya dan rangkaian bunga, ketika melewati peti mati yang menyimpan jasadnya.
Para pengagumnya, termasuk Presiden Meksiko Felipe Calderon, secara resmi melepas kepergian Carlos Fuentes, yang wafat pada usia 83 tahun, Selasa (14/05) lalu.
Sebelum dikremasi, jenazah novelis yang pernah melahirkan maha karya seperti The Death of Artemio Cruz dan The Old Gringo ini sempat disemayamkan di Istana Kepresidenan di Meksiko City.
"Fuentes merupakan salah-satu penulis terbesar sepanjang masa," kata Calderon dalam sambutannya.
Calderon juga menyebut almarhum berperan penting mengenalkan karya-karya sastra Amerika Latin ke tingkat dunia.
Ikut hadir dalam upacara pelepasan itu adalah janda Fuentes, Silvia Lemus, dan anak satu-satunya dari istrinya yang pertama, Rita Macedo.
Bimbingan politik
Di luar ruangan istana, ratusan orang pengagum penulis fiksi dan esai politik ini terlihat antri untuk melepas sang sastrawan.
"Saya masih tidak percaya (dia wafat). Saya sangat dekat dengan almarhum, melalui buku-bukunya yang selalu saya baca," kata Raul Acosta, seorang psikolog berusia 40 tahun, sambil berlinang air mata.

Sumber gambar, Getty
Pelayat lainnya, Brenda Negrete, berusia 28 tahun, mengaku kini menjadi "yatim piatu secara politik."
"Saya kehilangan bimbingan politiknya, terutama untuk pemilu ke depan," katanya, seperti dilaporkan Kantor Berita AFP.
Fuentes, anak seorang diplomat yang menjabat sebagai Duta Besar Meksiko untuk Prancis, wafat pada Selasa (14/05) pada usia 83 setelah menderita pendarahan di saluran pencernaannya.
Jenazah novelis terkenal ini akan dikremasi dan abunya akan disimpan di taman pemakaman Montparnasse di Paris, berdekatan dengan makam dua anaknya, Carlos dan Natasha, demikian laporan media Meksiko.
Dalam berbagai kesempatan, Fuentes mengaku jatuh cinta dengan Kota Paris.
"Di Paris, saya merasa di rumah sendiri, dan saya sangat bahagia di sini karena dikelilingi keindahan," kata Fuentes dalam sebuah wawancara.
Semasa hidupnya, Fuentes dikenal sebagai penulis yang produktif -- setidaknya lebih dari 50 karya yang telah dia lahirkan, termasuk novel, cerpen, esai, dan drama.
Bahasa Eksperimental
Penggemar sastra mengakui sosok Fuentes sebagai salah-seorang tokoh terkemuka saat karya sastra Amerika Latin berjaya pada tahun 1960-an.
Dia juga dikenal berteman akrab dengan para penulis -- yang pada masanya -- bersimpati pada kelompok kiri asal Kolombia, Gabriel Garcia Marquez.
Tetapi pada waktu bersamaan dia pun dapat berteman baik dengan penulis konservatif asal Peru, Mario Vargas Llosa.
Melalui karya-karyanya, Fuentes dikenal pula karena kemampuannya menggunakan bahasa eksperimental.
Dengan nada bergetar, Walikota Meksiko Marcelo Ebrard memuji mendiang sebagai, "sosok yang akan selalu hidup dalam jiwa rakyat Meksiko."
Karya pertama Fuentes adalah cerita pendek berjudul Masked Days, yang dia kerjakan dibawah bimbinngan ayahnya, Rafael.
Old Gringo
Pada 1958, ketika dia berusia 30 tahun, ia mencapai masa kejayaan, melalui karya fenomenalnya The Most Transparent Region, yang memotret pertumbuhan dan perubahan sosial di Meksiko City.
Adapun novel The Death of Artemio Cruz (1967) disebur-sebut sebagai karyanya yang terbaik, yang membuat Fuentes disanjung sekaligus dikritik.
Dan, novel karyanya yang berjudul Terra Nostra, yang mengangkat persoalan komplektitas budaya antara budaya Iberia dan Amerika Latin, membuatnya meraih penghargaan Romulo Gallegos pada 1977, sebuah penghargaan bergengsi.
Berikutnya, berbagai karyanya pun diguyur berbagai penghargaan - mulai penghargaan Cervantes (1987), Dario Ruben (1988) hingga penghargaan the Prince of Asturias (1994).
Pada 1985, novelnya Old Gringo, yang mengisahkan tentang kasus hilangnya penulis Amerika Serikat selama Revolusi Meksiko, tercatat sebagai buku paling laris di AS. Novel ini kemudian difilmkan sempat tahun kemudian dan dibintangi Gregory Peck dan Jane Fonda.
Karya lainnya The Eagle's Chair (2003) merefleksikan masa depan Meksiko dan Against Bush (2004) yang berisi koleksi esainya tentang kebijakan luar negeri Presiden AS George W. Bush.









