Robert de Niro minta maaf

Sumber gambar, AFP
Bintang terkenal, Robert De Niro, sudah meminta maaf atas lelucon yang dia lontarkan saat acara pengumpulan dana Partai Demokrat di New York.
Dalam acara itu dia mengatakan Amerika Serikat mungkin belum siap untuk menerima 'ibu negara kulit putih' saat mengantarkan Michelle Obama.
"Komentar saya, walaupun disampaikan dengan humor satiris, tidak dimaksudkan untuk menghina atau mempermalukan seseorang, khususnya ibu negara," tuturnya.
Peraih Oscar yang main dalam sejumlah film klasik seperti The Godfather II, Deer Hunter, dan Raging Bull ini mendapat kecaman dari bakal calon Partai Republik, Newt Gingrich yang berpendapat komentarnya 'tidak termaafkan.'
Ketika mengantarkan Michelle Obama kepada para hadirin, De Niro menggunakan komentar itu untuk menyindir para istri bakal calon presiden Partai Republik, termasuk istri Gingrich, Callista, yang berusia 68 tahun.
"Callista Gingrich, Karen Santorum, Ann Romney. Sekarang apakah Anda pikir negara kita siap untuk ibu negara kulit putih? Terlalu cepat kan," tuturnya kepada para hadirin.
Istilah rasis
Newt Gingrich bahkan sudah meminta agar Presiden Barack Obama -yang dalam pemilihan presiden akhir tahun ini akan menjadi calon tunggal Partai Demokrat- juga meminta maaf.
"Atas nama istri saya dan Karen Santorunm serta Ann Romney, saya kira Robert De Niro bersalah."
"Saya kira negara ini siap untuk ibu negara yang baru dan dia tidak perlu menggambarkannya dengan istilah rasis," tambah Gingrich.
Sekretaris Michelle Obama untuk urusan media sudah mengatakan bahwa canda itu tidak tepat.
Namun Ann Romney -istri dari bakal calon unggulan Partai Demokrat, Mitt Romney- mengatkan kepada CNN bahwa dia menerima komentar tersebut sebagai lelucon.
"Dalam politik, jalan yang paling cepat untuk mendapatkan masalah adalah canda. Saya kira Robert Di Niro baru saja belajar itu."









