Surat Titanic akhirnya dibawa kembali ke Belfast

Sebuah surat yang ditulis di atas kapal Titanic dipamerkan di Belfast, Irlandia Utara.

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Sebuah surat yang ditulis di atas kapal Titanic dipamerkan di Belfast, Irlandia Utara.

Sebuah surat yang ditulis warga Belfast di atas kapal Titanic dibawa kembali ke Belfast, Irlandia Utara untuk dipamerkan.

Di atas geladak kapal Titanic, surat itu ditulis oleh seorang dokter asal Belfast, Irlandia Utara, untuk dikirim kepada ibunya.

Surat yang ditulis di atas kertas memo dengan lambang Titanic tersebut kemudian dibawa oleh kurir ke kota pesisir Cobh, Irlandia Utara, sebelum dikirim melalui pos ke alamat sang ibu di Belfast selatan.

Sosok dokter itu adalah John Edward Simpson, asisten ahli bedah yang bekerja pada perusahaan yang menjalankan kapal tersebut.

Saat bekerja di Titanic, sang dokter telah menikah dan punya satu anak.

Dalam surat yang ditulis dengan tangan itu, Simpson berkisah pada ibunya, bahwa dia tinggal dalam kabin yang indah di sebuah kapal berukuran raksasa.

Di akhir suratnya, John menuliskan kata-kata penutup yang romantis: "Dengan cinta yang terindah, John."

Seratus tahun kemudian

Rupanya itulah surat terakhir Simpson untuk ibunya, karena dia merupakan salah-seorang korban tewas akibat kapal yang dia tumpangi itu, Titanic, tenggelam pada 15 April 1912.

Dia berusia 37 tahun ketika menumpang kapal Titanic.

Dokter John Edward Simpson menulsi surat itu dari atas kapal Titanic.
Keterangan gambar, Dokter John Edward Simpson menulsi surat itu dari atas kapal Titanic.

Lantas, bagaimana nasib surat yang ditulis sang dokter, sekitar seratus tahun lalu itu?

Rupanya, surat tersebut disimpan dan menjadi barang berharga, ketika banyak orang tertarik segala sesuatu yang terkait dengan kapal naas bernama Titanic itu.

Awal bulan ini surat bersejarah itu diketahui dilelang di New York, AS, dengan taksiran harga £ 21,692, atau lebih dari Rp310 juta.

Mengetahui surat itu akan dilelang, masyarakat Belfast -- kota tempat sang ibu menerima surat tersebut, sekaligus tempat galangan Titanic saat dibuat -- khawatir surat tersebut tidak akan pernah 'kembali' ke kota tersebut.

Berbagai upaya dilakukan, tetapi tidak gampang, sampai akhirnya seorang dermawan tergerak hatinya.

Seperti mukjizat, sang dermawan itu akhirnya membeli 'surat Titanic' -- setelah mendengar keinginan luar biasa warga Belfast agar surat itu dibawa pulang ke kampung halamannya -- untuk disimpan di musium kota tersebut.

Tidak berusaha naik sekoci

Kepastian kepulangan surat itu disambut gembira warga Belfast, utamanya cicit keponakan sang penulis surat, yaitu Dokter John Martin -- yang juga seorang dokter.

"Saya belum pernah melihat surat asli itu seperti yang terakhir dipamerkan di Belfast pada 1940-an," katanya.

"Ini sungguh menakjubkan, apalagi bertepatan menjelang peringatan 100 tahun kematian Dokter John Edward Simpson. Kami sangat berterima kasih kepada dermawan tersebut..."

Secara khusus, 'surat Titanic' itu akan disimpan di Musium Titanic, Belfast, Irlandia Utara.

Yang menarik, hubungan keluarga antara Dokter John Martin dan sang penulis surat Titanic, baru terungkap belakangan

Pekan lalu, wartawan BBC Irlandia Mark Simpson bertemu dengan Simpson.

"Ternyata sang penulis surat itu adalah kakek buyut saya," katanya.

Dia kemudian mengenang sosok kakek buyutnya itu.

"Menurut saksi mata yang selamat, dia berdiri dengan sesama perwira di dek kapal yang hampir karam. Dia seperti menerima nasibnya, dan tak berusaha untuk naik sekoci..."