Mayat New York korban 'pembunuh berantai'

Sumber gambar, 1
Polisi di kota New York, AS, meyakini bahwa seorang pembunuh berantai telah beraksi menghabisi nyawa 10 korban di wilayah Long Island.
Sepuluh jenazah ditemukan dalam keadaan tak lengkap antara bulan Desember tahun lalu sampai April tahun ini di sebuah jalan terpencil dekat pantai setempat.
Pembunuhan terhadap delapan perempuan, satu laki-laki dan satu bayi ini sudah terjadi sejak 1996. Lima diantara para korban, seluruhnya perempuan, sudah diidentifikasi. Mereka berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Masing-masing mayat dibuang di sebuah penggal jalan yang jarang dipakai, yang terbentang sepanjang garis pantai sebuah pulau terisolir, di Pantai Gilgo.
Namun sebagian dari potongan tubuh mayat-mayat korban itu juga ditemukan di Pulau Fire di timur Long Island, berjarak sekitar 80km dari titik jenazah ditemukan.
Meski demikian para detektif tidak segera menghubungkan kaitan antara 10 kematian ini.
Belum ada tersangka
Namun menurut para polisi seorang pembunuh berantai diduga bertanggungjawab atas pembunuhan-pembunuhan tersebut, dan bahwa pelaku kemungkinan warga setempat.
Polisi mengumumkan hadiah senilai US$25.000 (sekitar Rp226 juta) untuk siapa pun yang bisa memberi informasi guna memecahkan kasus ini. Akibatnya sudah ada 1.200 laporan terkait kasus tersebut namun belum ada orang yang dinyatakan sebagai tersangka.
"Melihat jumlah mayat yang dibuang di tempat yang sama, jenis (pekerjaan) korban, mutilasi terhadap tubuh mayat, seluruhnya terjadi di Long Island, maka teori kami adalah rangkaian kejadian ini mungkin didalangi seorang pembunuh berantai," kata Komisioner Polisi Suffolk County Richard Dormer kepada kantor berita Associated Press.
Namun Dormer, yang sebelumnya pernah melontarkan dugaan ada tiga pembunuh berbeda yang melakukan aksinya, mengakui bahwa tak semua detektif di kepolisian sepakat dengan teori itu.
Potongan jenazah pertama ditemukan pada tanggal 11 Desember 2010 saat seorang petugas polisi dan anjing pelacaknya mencari-cari mayat seorang wanita panggilan New Jersey yang hilang pada bulan Mei tahun lalu.
Seluruh jenazah dewasa yang ditemukan diduga bekerja sebagai pekerja seks -termasuk korban pria yang diduga berdarah Asia yang ditemukan tengah mengenakan pakaian perempuan.
Sementara satu-satuya bayi yang jadi korban punya DNA yang sama dengan salah satu korban yang diduga ibunya. Jenazah kedua korban ditemukan terpisah sekitar 11km.









