Keuntungan Burberry meningkat tajam

Salah satu toko Burberry

Sumber gambar, BBC

Keterangan gambar, Burberry mencatat pertumbuhan penjualan di negara-negara yang perekonomiannya berkembang pesat.

Produsen pakaian mewah Burberry melaporkan keuntungan bersih naik 41% menjadi US$186 juta atau sekitar Rp1,67 triliun selama enam bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan Inggris yang dikenal dengan produk mantel, tas, dan jaket dengan corak kotak-kotak warna merah, hitam, dan coklat muda tersebut mengatakan keuntungan bersih dihitung selama enam bulan hingga September.

"Burberry mencatat keuntungan besar selama enam bulan pertama yang mencerminkan investasi yang kami lakukan terus-menerus pada rancangan inovatif, pemasaran digital, dan strategi penjualan eceran," kata bos Burberry Angela Ahrendts.

Kenaikan penjualan ini antara lain disebabkan permintaan tinggi akan produk tas dan barang-barang perlengkapan lain.

Dalam pernyataannya dia mengatakan Burberry menyadari ketidakpastian global dan siap bertindak untuk menyesuaikan keadaan di Inggris dan di negara-negara lain.

Toko baru

Burberry mencatat kenaikan permintaan tinggi di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat seperti Cina, India, Rusia, Turki, kawasan Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Perusahaan Burberry berencana membuka sekitar delapan hingga 10 toko lagi di Cina, Amerika Latin dan Paris sebagai bagian dari perluasan.

"Dengan kondisi keuangan yang kuat, Burberry akan terus menanamkan modal untuk mendorong pertumbuhan selama tahun ini," demikian bunyi pernyataan Burberry.

Para analis mengatakan kenaikan keuntungan yang dibukukan Burberry merupakan contoh segelintir perusahaan yang sukses di tengah terpaan krisis keuangan global.

Namun Richard Hunter dari Hargreaves Lansdown Stockbrokers mengingatkan kondisi ini bisa berubah kapan saja.

"Perusahaan tetap terkena dampak perubahan permintaan akan barang-barang mewah yang juga terkait dengan kesehatan ekonomi global secara umum," jelasnya.