Badak hitam Afrika Barat punah

Badak hitam Afrika Selatan

Sumber gambar, Green Renaissance WWF

Keterangan gambar, Berbeda dengan di Afrika Barat, badak hitam di Afrika Selatan masih sekitar 1.900 ekor.

Penelitian global tentang binatang dan tanaman yang terancam punah menunjukkan tidak ada lagi badak hitam di Afrika Barat.

International Union for the Conservation of Nature (IUCN), badan yang yang melakukan penelitian, mengatakan badak ini diburu sampai punah sementara badak putih utara di Afrika Tengah juga hampir habis populasinya.

Cula badak dijual ratusan ribu dolar untuk obat-obat tradisional di Asia Timur dan sebagai gagang pedang di Timur Tengah.

Manajer organisasi itu, Craig Hilton Taylor, mengatakan pemerintah dan sektor swasta perlu melakukan upaya bersama untuk menangani masalah ini.

"Nasib badak ini sangat menyedihkan. Badak Afrika Barat, misalnya mungkin punah tahun 2006. Kami mencoba mencari binatang ini di hutan namun tidak ada," kata Taylor.

"Jadi dengan sedih, tahun ini, kami nyatakan binatang ini punah. Penyebabnya adalah manusia karena perburuan untuk cula dan dagingnya," tambahnya.

Mamalia lain terancam

Badan itu juga mencatat sepertiga mamalia menghadapi risiko punah di seluruh dunia dan juga lima dari delapan spesies tuna.

Badan itu mengatakan 61.900 spesies dispesifikasikan oleh IUCN sebagai "rentan", "kritis" dan "sangat kritis" atas ancaman kepunahan. Populasi Ampibi dan reptil disebutkan menurun tajam.

Badak putih di Afrika Tengah disebut sebagai "mungkin punah" dan badak Jawa juga tinggal beberapa ekor sementara satu-satunya badak yang masih ada di Vietnam mati di tangan pemburu tahun ini.

"Manusia adalah penjaga Bumi dan kita bertanggung jawab melindungi spesies ini di lingkungan kita," kata Simon Stuart, kepala IUCN, dalam satu pernyataan.

"Badak hitam dan badak putih ini kemungkinan masih bisa dipertahankan bila langkah perlindungan diterapkan," kata Stuart.

Namun di tengah ancaman kepunuhan ini, berita bagus muncul tentang subspesies badak putih selatan.

Jumlah badak jenis ini meningkat dari 19 ekor di akhir abad ke-19 menjadi sekitar 20.000 ekor saat ini.

"Kami bisa katakan bahwa upaya konservasi ini bisa berjalan bila dilaksanakan pada waktunya," kata Jane Smart, direktur Program Species Global.

Habitat badak hitam di Afrika Selatan

Sementara itu badan konservasi badak hitam, WWF Black Rhio Range Expansion Project baru-baru ini membentuk habitat baru setelah memindahkan 19 ekor binatang itu ke lokasi yang lebih luas.

"Langkah ini dimungkinkan karena kerja sama dengan pemerintah daerah yang siap menjadi mitra proyek ini demi kelestarian badak hitam di Afrika Selatan," kata pemimpin proyek WWF Jacques Flamand.

"Operasi ini sulit karena jarak yang harus kami tempuh dan binatang ini terancam punah. Namun dokter hewan dan tim WWF lain bekerja sama untuk memastikan pemindahan ini lancar," tambahnya.

Metode yang digunakan adalah dengan mengangkat badak ini dengan helikopter di daerah yang tidak bisa dijangkau kendaraan.

Badak-badak ini kemudian diangkut dengan kendaraan ke lokasi baru di propinsi Limpopo, Afrika Selatan.

Masalah keamanan badak ini menjadi prioritas utama karena meningkatnya perburuan.

"Selalu ada risiko dalam relokasi badak, namun penting untuk menjaga populasi badak hitam ini. Dan itulah yang difokuskan oleh proyek ini, yaitu menciptakan habitat yang lebih luas sehingga, binatang ini dapat berkembang biak secara cepat," kata Flamand.

Saat ini terdapat sekitar 1.915 ekor badak hitam di Afrika Selatan dari sekitar 4.880 di seluruh Afrika.