Wikileaks menjadi kontroversi sejak berdiri

Situs pembocor rahasia Wikileaks kini kembali menjadi pusat perhatian dunia.
Pemuatan seperangkat dokumen tentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat tampaknya lebih menggemparkan dibanding dokumen tentang Afghanistan dan Irak.
Bulan lalu, Wikileaks memuat sekitar 400.000 dokumen tentang rincian peristiwa Irak setelah invasi 2003, sebulan setelah terungkapnya 90.000 dokumen yang mencatat insiden militer dan laporan intelijen tentang perang di Afghanistan.
Rangkaian dokumen-dokumen itu makin meningkatkan pamor Wikileaks dan sekaligus pula mengangkat kembali kontroversi atas situs internet ini.
Sebelumnya, pada 2009, Wikileaks memuat nama dan alamat dari anggota Partai Nasionalis Inggris, BNP -yang dituduh sebagai partai rasialis.
Begitu juga pada masa pemilihan presiden Amerika Serikat 2008, Wikileaks menjadi berita karena memuat tayangan kotak surat elektronik dan daftar alamat dari calon presiden Sarah Palin.
Dibayangi kontroversi

Wikileaks sebenarnya sudah memancing kontroversi ketika pertama kali muncul di dunia maya pada tahun 2006 dan terlibat dalam berbagai gugatan hukum.
Sebagian orang memujinya sebagai masa depan jurnalisme investigasi namun sebagian lain menganggapnya sebagai risiko.
Kontroversi itu terus membayangi Wikileaks, khususya setelah sejumlah dokumen rahasia milik negara juga diungkapkan oleh situs itu.
Pertengahan Maret 2010, pendiri Wikileaks, Julian Assange, sebuah dokumen milik dinas intelijen Amerika Serikat yang mempertimbangkan Wikileaks sebagai "ancaman bagi tentara Amerika Serikat."
Pemerintah AS kemudian membenarkan kepada BBC bahwa dokumen yang menganggap Wikileaks sebagai ancaman adalah asli.
Dan Wikileaks kini mengaku sudah memuat lebih dari satu juta dokumen.
Setiap orang boleh mengirimkan informasi ke Wikileaks tanpa harus menyebutkan nama, namun ada sebuah tim -yang terdiri dari para sukarelawan berupa wartawan dan staf Wikileaks sendiri- yang memutuskan apakah dokumen itu layak dimuat atau tidak di situs mereka.
"Kami menggunakan teknik kriptografi yang canggih dan juga secara hukum untuk melindungi sumber kami," kata Assange kepada BBC dalam sebuah wawancara Februari lalu.
Wikileaks secara resmi beroperasi di bawah organisasi yang diberi nama Sunshine Press dan mengaku mendapat dana dari para pegiat hak asasi manusia, wartawan investigatif, ahli teknologi, dan khalayak umum.









