Anjing pulih dari stress akibat perang

Gina tampak gelisah dan ketakutan sepulang dari Irak
Keterangan gambar, Gina tampak gelisah dan ketakutan sepulang dari Irak

Seekor anjing militer bernama Gina mulai pulih dari gangguan stres pasca trauma (PTSD) setelah bertugas selama enam bulan di Irak.

Di sana, anjing tersebut dikerahkan dalam penggeledahan dari rumah ke rumah.

Seorang dokter hewan menyimpulkan anjing tersebut terkena stress. Menurut para ahli, hewan bisa terkena gangguan stres pasca trauma seperti manusia.

Anjing berumur dua tahun tersebut kembali ke Pangkalan Angkatan Udara Peterson di Colorado, AS satu tahun lalu dalam keadaan sangat takut, dan resah.

Namun, Gina sudah hampir pulih total, kata Sersan Eric Haynes, bintara yang bertugas di kandang anjing.

Haynes menangani sekitar 18 ekor anjing di pangkalan militer tersebut, namun dia mengatakan belum pernah melihat ''anjing dengan masalah separah ini''.

''Dia terus menerus ketakutan. Dia tidak mau masuk dan keluar bangunan,'' kata dia.

Gejala khas

Pawang memberikan latihan pemulihan kepada Gina
Keterangan gambar, Pawang memberikan latihan pemulihan kepada Gina

PTSD, yang didefinisikan oleh kalangan militer sebagai kondisi yang berkembang setelah trauma yang mengancam nyawa, pada hewan belum diteliti seintensif pada manusia.

''Ada kondisi pada anjing yang hampir sama persis, kalau pun tidak persis sama, seperti PTSD pada manusia,'' ujar spesialis perilaku binatang pada Tufts University, Nicholas Dodman kepada kantor berita AP.

Menurut Sersan Haynes, Gina sekitar 98% pulih dari gangguan yang dia alami.

Gina menunjukkan gejala-gejala khas PTSD hingga beberapa bulan lalu.

Setibanya dari Irak, Haynes mengatakan, anjing tersebut sering merunduk dan mengunci kakinya. Dia juga takut suara keras dan kerap memutar kepala untuk memastikan apakah ada orang atau sesuatu mengendap-endap di belakangnya.

Namun, Sersan Haynes mengatakan Gina mulai berubah dengan bantuan latihan pemulihan yang layak.

''Dia belum pulih penuh, tapi dia benar-benar sehat sekarang. Dia sudah mendapat sertifikat lagi dan melaksanakan tugas operasi lain,'' jelasnya.

Suguhan makanan, jalan-jalan di sekeliling pangkalan, dan bertemu orang asing dan menghadapi suara keras secara bertahap membantu dia membangun kembali kepercayaan diri si anjing,'' katanya.

Namun, Sersan Haynes memperkirakan Gina tidak akan dikirim kembali ke Irak dalam waktu dekat.

Sejak menarik perhatian media pekan ini, Haynes menyatakan dia telah menerima rata-rata 60-70 e-mail dari orang di seluruh dunia yang mencoba mengadopsi Gina.