Tentang poligami Presiden Jacob Zuma

Jacob Zuma dan sebagian istrinya
Keterangan gambar, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma bersama tiga istrinya

Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, yang sedang berkunjung ke Inggris, dikritik oleh sebagian pers Inggris karena memiliki tiga isteri. Tetapi, sementara praktik itu tidak diterima di Barat, bagaimana bisa dibenarkan di negaranya sendiri?

Pembicaraan dagang dan posisi negaranya sebagai tuan rumah Piala Dunia menjadi bagian dari agenda kunjungan tiga hari Jacob Zuma ke Inggris.

Namun, perhatian tertuju pada pendampingnya --Thobeka Madiba, wanita terbaru yang bergabung ke dalam perkawinan poligaminya.

Di Inggris, menikah dengan lebih dari satu orang pada saat bersamaan adalah perbuatan pidana (ilegal). Tetapi di kalangan suku Zulu, suku asal Zuma, poligami adalah tradisi.

Benturan perilaku ini terjadi sejak abar ke-19, ketika misionaris kulit putih menjelaskan bahwa pindah agama ke Kristen harus diikuti dengan penceraian isteri-isteri "ekstra", kata Ndela Ntshangase, seorang dosen kajian Zulu di Universitas Kwazulu-Natal.

Dan penjajah Inggris "mempersulit poligami bagi warga kulit hitam" dengan cara mengenakan pajak atas setiap isteri.

Jacob Zuma dalam kostum adat Zulu
Keterangan gambar, Jacob Zuma mengatakan poligami adalah kebudayaan suku Zulu

Selain itu, alokasi tanah sengaja dibuat tidak memadai untuk keluarga yang berpoligami, kata Ntshangase.

Namun demikian, poligami di Afrika Selatan masih menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Warga Zulu yang hidup di perkotaan memang mengalami kesulitan untuk mengikuti praktik poligami, namun di kawasan pedesaan tradisi itu tetap bertahan.

Warga Muslim dan kelompok-kelompok kultural lainnya di Afrika Selatan juga mempraktikkan poligami.

Kritikan tajam dari pers Inggris terhadap perilaku perkawinan Zuma dijawabnya dengan mengatakan bahwa praktik itu adalah bagian dari kebudayaannya.

"Ketika Inggris datang ke negara kami, mereka mengatakan semua yang kami lakukan biadab, salah, tak bermartabat dan sebagainya," kata Zuma kepada koran Star di Johannesburg pekan ini

"Saya tidak tahu mengapa mereka masih saja menganggap kebudayaan mereka lebih tinggi dari peradaban orang lain."

Jadi, bagaimana mereka menjelaskan tradisi itu?

Perimbangan pria-wanita

Thobeka Madiba
Keterangan gambar, Thobeka Madiba, isteri terbaru Zuma yang mendampinginya ke Inggris

Di Afrika bagian selatan, populasi wanita sedikit lebih banyak, kata Ntshangase. Ia menambahkan, populasi pria menyusut antara karena "kematian tak alami" di dalam peperangan dan kegiatan berbahaya lainnya.

"Kalau kita katakan harus satu pria untuk satu wanita, maka kita akan melihat sejumlah besar wanita yang tidak akan bersuami. Lalu, mau kita apakan mereka itu?"

Tetapi alasan ketidakseimbangan gender ini tidak diterima Protas Madlala, seorang analis politik independen yang menyebut itu "tidak canggih".

Orang-orang tua juga menggunakan poligami untuk memperingatkan anak-anak muda bahwa mereka bisa tidak dapat pacar kalau tidak berakhlak baik.

"Untuk mendapatkan seorang gadis, Anda harus menjadi anak baik," kata Ntshangase. "Pemuda yang bertanggung jawab akan menjadi suami yang bertanggung jawab."

Di dalam kebudayaan Zulu, "setiap anggota keluarga harus bekerja untuk kebaikan keluarga".

Dan cara untuk meningkatkan status dan pemasukan (income) keluarga adalah dengan menambah anggota, katanya. Dan menambah jumlah isteri bisa sangat menguntungkan bagi masyarakat pertanian.

Lagi pula, poligami akan mengangkat derajat kesejahteraan ekonomi kaum wanita --satu hal yang tidak akan mereka dapatkan kalau tidak begitu, kata Madlala.

"Poligami cocok dengan kualitas sosial-ekonomi yang kami miliki. Para isteri akan terjamin."

Tetapi teori bahwa poligami akan menyetarakan perempuan, tidak diyakini oleh Leslie Mxolisi Dikeni, seorang periset di Universitas Pretoria.

"Di atas kertas memang akan ada emansipasi penuh bagi wanita, namun bentuk poligami yang ada selama ini tidak seperti itu," kayanya.

Bahkan di dalam perkawinan poligami yang dikatakan setara sekalipun, akan ada ketidakseimbangan gender yang alami antara suami dan isteri-isterinya.

Dari sisi AIDS

Desa Zulu
Keterangan gambar, Semasa apartheid, poligami subur di kawasan suku Zulu

Sebagian dari mereka yang mendukung poligami berpendapat sistem monogami akan berakibat banyak wanita yang tidak punya pasangan hidup.

Keadaan ini tentu kemudian akan mendorong mereka berselingkuh dengan laki-laki yang beristeri, ujar Ntshangase.

Ia mengatakan, dalam perkawinan poligami, seorang wanita akan berbagi suami --bukan bercerai. "

Tetapi poligami tidak mencegah pria dan wanita berselingkuh.

Orang Afrika Selatan yang tidak sudak terhadap gaya hidup presiden mereka mengemukan fakta bahwa belum lama ini lahir seorang "anak haram" Jacob Zuma, kata Madlala.

Juga tidak akan mencegah keretakan perkawinan. Zuma sendiri sudah pernah cerai satu kali.

Meskipun poligami bagian dari tradisinya, ada kenyataan baru yang memunculkan pertanyaan tentang apakah gaya hidup ini memiliki tempat di tengah Afrika Selatan yang modern.

Lebih lima juta orang di negara itu menyandang virus HIV/AIDS --yang paling tinggi di dunia.

"Afrika Selatan boleh dikatakan sebagai ibukota AIDS dunia," ujar Madlala. "

"Presiden kami itu bukanlah teladan yang baik."