‘Kucing Kokain’: Seekor kucing serval liar dinyatakan positif narkoba setelah ditangkap

The serval in a metal cage

Sumber gambar, Ray Anderson / Cincinnati Animal CARE

Keterangan gambar, Belum jelas bagaimana kucing serval ini bisa dinyatakan positif kokain.
    • Penulis, Sandrine Lungumbu
    • Peranan, BBC World Service

Seekor kucing serval liar yang dinyatakan positif kokain sedang menjalani masa pemulihan di Kebun Binatang dan Kebun Raya Cincinnati, di negara bagian Ohio, AS, setelah mengalami kejadian traumatis yang membuatnya cedera.

Beberapa pengguna media sosial bergurau, menjuluki serval itu sebagai "Cocaine Cat" ("Kucing Kokain") - merujuk pada film Cocaine Bear yang baru dirilis, terinspirasi oleh kisah nyata tentang beruang hitam seberat 80 kilogram yang mengamuk setelah menelan sejumlah kokain.

Serval adalah ras asli kucing Afrika, yang pada umumnya ditemukan berkeliaran di padang rumput dan semak-semak sub-Sahara.

Mereka lebih besar dan lebih tinggi dari kucing rumahan —tingginya mencapai 60 sentimeter— dan dapat tumbuh dengan berat antara delapan hingga 20 kilogram, yang biasanya seukuran anjing kecil.

Amiry, the serval in the tree at night

Sumber gambar, Ray Anderson / Cincinnati Animal CARE

Keterangan gambar, Awalnya serval itu dilaporkan sebagai macan tutul

Pada 28 Januari pagi, Layanan Penjaga Anjing Hamilton County (sebuah divisi dari Animal CARE Cincinnati) dipanggil untuk menyelidiki laporan tentang "macan tutul" yang terlihat di pohon.

Kucing itu melarikan diri ketika polisi Cincinnati menangkap seorang pria di area lampu lalu lintas, menurut manajer komunitas Animal CARE Cincinnati, Ray Anderson. Dia mengatakan kepada BBC bahwa serval, bernama Amiry, melompat keluar dari mobil pria itu dan berlari ke atas pohon.

Anderson mengatakan kucing itu "tidak mau" diturunkan dari pohon. Dia mengatakan rekan-rekan petugas kepolisian tidak tahu apa yang mereka hadapi dan jika dipikir-pikir mereka seharusnya menangkap kucing itu dengan tim yang lebih besar.

"Awalnya kami mengira kucing itu adalah kucing hibrida Savannah F1, yang legal untuk dimiliki di Ohio. Namun, pakar kami cukup yakin Amiry adalah serval, yang ilegal," kata Anderson.

Kucing Savannah F1 adalah ras campuran kucing domestik dan serval.

Serval receiving treatment

Sumber gambar, Ray Anderson / Cincinnati Animal CARE

Keterangan gambar, Amiry dirawat oleh tim medis di Animal CARE Cincinnati

"Tim medis kami memeriksa Amiry, mengambil sampel untuk tes DNA dan tes narkotika. Amiry dinyatakan positif terpapar kokain dan tes DNA menyimpulkan dia memang seekor serval."

Selama misi penyelamatan, kucing itu menjadi tertekan dan kakinya patah.

Penampungan hewan, yang biasanya merawat hewan peliharaan, tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk menampung kucing liar. Jadi, serval itu diangkut dengan aman ke Kebun Binatang dan Kebun Raya Cincinnati untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

"Kami sangat bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dalam kasus ini oleh penjaga anjing dan staf medis, dan sangat menghargai Kebun Binatang Cincinnati karena telah memberikan perawatan yang dibutuhkan Amiry," tambah Anderson.

Masih belum jelas bagaimana kucing itu akhirnya menelan obat tersebut.

Serval receiving treatment

Sumber gambar, Ray Anderson / Cincinnati Animal CARE

Keterangan gambar, Memiliki serval di Ohio termasuk perbuatan ilegal.

Anderson mengatakan pemilik kucing bisa bekerja sama dengan baik dalam penyelidikan. Unit pengontrol hewan lokal, Layanan Pengawas Anjing Wilayah Hamilton, diperkirakan tidak akan mengajukan tuntutan saat ini.

Namun, kasusnya tetap terbuka dan Departemen Pertanian Ohio sedang menyelidikinya.