Messi ke PSG, tidak sabar 'memulai babak baru di Paris'

    • Penulis, Harry De Cosemo
    • Peranan, BBC Sport

Lionel Messi telah menandatangani kontrak selama dua tahun dengan klub barunya, Paris St-Germain, setelah meninggalkan Barcelona.

Kontrak itu juga memberi opsi bagi striker veteran Argentina 34 tahun itu untuk tetap memperkuat PSG untuk tahun ketiga

Messi meninggalkan Barca - klub pertamanya sebagai pesepakbola profesional - setelah klub itu tidak bisa memenuhi kesepakatan baru sesuai regulasi keuangan berkeadilan yang diatur La Liga.

"Saya tidak sabar lagi untuk memulai babak baru bagi karier saya di Paris. Klub itu dan visinya sangat harmonis dengan ambisi saya," ujar Messi.

"Saya tahu betapa bertalentanya para pemain dan staf di sini. Saya berkeinginan untuk membangun, bersama-sama mereka, sesuatu yang luar biasa bagi klub dan bagi fans. Saya tidak sabar untuk menginjakkan kaki di lapangan Parc des Princes."

Presiden PSG Nasser al-Khelaifi tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

"Saya senang bahwa Lionel Messi telah memilih bergabung ke Paris St-Germain dan kami bangga untuk menyambutnya di Paris bersama dengan keluarganya," ujar al-Khelaifi.

Mengapa Messi harus berpisah dari Barcelona?

Sesaat setelah Lionel Messi mendapat kejelasan bahwa dirinya tidak akan bertahan di Barcelona, BBC Sport mendapat laporan bahwa pihak Messi telah menghubungi Paris St Germain dan perundingan tengah bergulir agar kapten timnas Argentina itu bisa bergabung dengan klub ibu kota Prancis tersebut.

Dalam acara perpisahannya dengan Barcelona, Messi mengaku kepindahan ke PSG bisa saja terjadi.

"Itu satu kemungkinan, namun saya belum menyepakati apapun dengan siapapun. Saya diminati beberapa klub. Belum ada yang pasti namun jelas kami tengah berbincang dengan mereka," jelas Messi dengan raut muka sedih.

Bagi PSG, merekrut Messi bukan perkara yang mudah mengingat ada peraturan keuangan alias Financial Fair Play (FFP) yang harus dipatuhi.

Melalui peraturan ini, sebuah klub tidak boleh mengeluarkan uang lebih besar dari total pendapatan mereka. Batas maksimal pengeluaran adalah 30 juta euro dalam tiga tahun.

Saat membuat aturan, Michel Platini selaku bos federasi sepak bola Eropa saat itu mengatakan hal tersebut dilakukan guna memberantas "doping keuangan" sehingga pemilik klub-klub kaya tidak bisa seenaknya menyuntik dana ke klub mereka dan membuat kompetisi berjalan tidak adil.

Masalahnya, berdasarkan laporan harian olahraga Prancis, L'Equipe, PSG bakal mengalami defisit lebih dari 200 juta euro setelah mencatat minus 120 juta euro musim lalu.

Ada pula masalah pajak. Gaji 30 juta euro untuk Messi akan membuat PSG harus mengeluarkan 70 juta euro per tahun.

Jika PSG mampu mengatasi masalah keuangan ini, Messi bisa bergabung di lini depan lapangan bersama Kylian Mbappe dan mantan rekan satu timnya di Barcelona, Neymar.

Apa faedah yang Messi bawa ke PSG?

Kedatangan Messi akan menciptakan beragam opsi bagi bos PSG, Mauricio Pochettino.

Namun, tantangannya juga besar.

Walau Neymar bersahabat dengan Messi semasa memperkuat Barcelona, sebagian alasan mengapa pemain Brasil itu hengkang ke PSG pada 2017 dilaporkan karena dia ingin lari dari bayang-bayang Messi.

Ditambah Mbappe dan sejumlah pemain lain, seperti Angel di Maria dan Mauro Icardi, maka Pochettino harus menemukan keseimbangan yang pas agar susunan pemain kelas dunia tidak malah menjadi kontraproduktif.

Baca juga:

Jika Pochettino sanggup menyatukan mereka, lini depan PSG amat berbahaya.

Selama bertahun-tahun di Barcelona, Messi berjaya dalam mengemban peran sebagai 'false nine'. Kemampuannya yang bisa turun jauh ke lini belakang ini dapat menciptakan ruang bagi Neymar dan Mbappe untuk menyerang. Opsi lain, Messi bisa beroperasi di sektor kanan sebagaimana dia lakukan bersama Barcelona dalam beberapa tahun terakhir.

Akan tetapi, kunci 'kegarangan' trio ini terletak pada Neymar. Kemunculannya di lapangan dan keterlibatannya dalam mencetak gol tampak menurun selama empat musim berlaga di Ligue 1. Neymar mencetak 19 gol dan 13 assist dalam 30 pertandingan pada musim 2017-2018, namun hanya menjaringkan sembilan gol dan menciptakan lima assist dalam 18 partai musim lalu.

Peran pencetak gol utama diambil alih Mbappe yang mencetak 27 gol dan tujuh assist dalam 31 pertandingan Ligue 1 musi lalu.

Messi jelas akan menambah kekuatan di lini depan PSG jika dia jadi bergabung, namun tanda tanya diarahkan ke Neymar.

Apakah kombinasi ini bakal menjadi yang terbaik bagi Messi?

Lantaran Messi bersahabat dengan Neymar dan Mbappe punya potensi besar, dua pemain ini disebut-sebut bakal menjadi rekan terbaik Messi di lini depan.

Akan tetapi perlu dicatat bahwa selama kariernya, Messi selalu bertandem dengan pemain-pemain yang tak kalah hebat.

Saat masih remaja, Messi dimainkan sebagai pendukung Ronaldinho—mentornya pada masa awal memperkuat skuat senior Barcelona—serta Samuel Eto'o.

Baru ketika Pep Guardiola menangani Barcelona pada 2008 dan mengganti Ronaldinho, karier Messi berkembang pesat.

Diplot untuk membangun serangan dari lini tengah bersama Eto'o dan Thierry Henry, Messi tampil prima sehingga turut menyumbangkan tiga gelar juara.

Pada usia 21 tahun saat itu, Messi menjaringkan 38 gol dalam 51 laga di semua kompetisi. Jumlah gol bertambah menjadi 62 dari sumbangan Henry dan Eto'o.

Raihan tersebut membuat pemain Argentina itu meraih gelar pemain terbaik dunia Ballon d'Or yang pertama pada 2009. Gelar serupa diraihnya lima kali lagi dalam tahun-tahun berikutnya.

Pada 2010-2011, Guardiola memasangkan Messi dengan David Villa dan Pedro Rodriguez di lini serang. Trio itu dijuluki 'MVP', sesuai dengan huruf depan nama mereka.

Awalnya, Villa dikhawatirkan tidak bermain optimal jika Guardiola menempatkannya ke posisi melebar mengingat di Valencia dia adalah striker murni. Namun, Villa mau tidak mau menerima peran itu dan turut menyumbangkan gelar La Liga dan Liga Champions untuk Barcelona.

Pada akhir musim, trio itu mendulang 98 gol. Dari jumlah itu, 53 di antaranya dicetak Messi.

Mungkin trio paling kondang yang melibatkan Messi adalah 'MSN', bersama Luis Suarez dan Neymar.

Kedatangan Suarez dari Liverpool pada 2014 merupakan penanda perubahan bagi Messi, yang mulai beralih ke sektor kanan untuk mengakomodir pemain Uruguay itu. Selama tiga musim, trio tersebut meraih 364 gol dan 174 assist.

Trio mana yang terbaik di dunia saat ini?

Liverpool mungkin punya trio terbaik di dunia saat ini.

Sejak 2017, Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmimo telah mencetak 273 gol dan menyumbangkan gelar Liga Champions keenam dan gelar juara Liga Primer pertama untuk Liverpool dalam 30 tahun.

Kekuatan serangan Bayern Munich juga menjadi perhatian. Meski Robert Lewandowski disorot setelah melampaui 40 gol Bundesliga musim lalu, raihannya erat dengan sokongan Serge Gnabry dan Thomas Muller.

Di Serie A, trio Cristiano Ronaldo, Alvaro Morata, dan Federico Chiesa membuat Juventus ditakuti klub lawan.

Trio terbaik abad ini?

Messi dan pemain-pemain Barcelona mungkin bisa mendapat predikat terbaik, namun persaingannya ketat.

Di La Liga, trio Gareth Bale, Karim Benzema, dan Ronaldo jelas tak bisa disepelekan. Apalagi dengan empat gelar Liga Champions dalam lima tahun antara 2014 dan 2018.

Samuel Eto'o, Diego Milito, dan Goran Pandev adalah trio berbahaya di lini depan Inter Milan semasa masih ditangani Jose Mourinho pada 2010. Tahun itu mereka meraih tiga gelar juara.

Sedangkan AC Milan punya Rui Costa yang menyediakan umpan bagi Andriy Shevchenko dan Filippo Inzaghi saat mereka memenangi gelar juara Eropa keenam pada 2003. Empat tahun kemudian giliran trio Clarence Seedorf, Kaka, dan Inzaghi yang menyumbangkan gelar ketujuh.

Kemudian di Jerman, Arjen Robben, Franck Ribery, dan Mario Mandzukic juga mengangkat tiga piala bagi Bayern Munich pada 2013 saat diarsiteki Jupp Heynckes.

Di Inggris, Sir Alex Ferguson terkenal gemar membongkar-pasang. Namun racikannya dalam wujud formasi Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez, dengan Dimitar Berbatov sebagai pilihan keempat, mampu meraih gelar juara domestik dan Eropa pada 2007-2008.

Potensi 'keberingasan' Messi, Neymar, dan Mbappe bisa diduga-duga. Kerja sama mereka diyakini akan mendongkrak prestasi PSG. Namun, palang yang harus dilompati untuk menggapai kesuksesan teramat tinggi.