Greysia dan Apriyani diganjar bonus uang hingga sapi - bagaimana negara lain menghadiahi atlet peraih medali Olimpiade Tokyo?

olimpiade

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Pebulutangkis ganda Putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu mencium medali emas yang berhasil mereka raih untuk nomor bulutangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021).
    • Penulis, Fernando Duarte
    • Peranan, BBC World Service

Peraih medali emas Olimpiade Tokyo yaitu pebulutangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu akan diganjar bonus oleh pemerintah atas prestasi mereka yang bersejarah itu.

Begitu pula dengan sejumlah atlet lain yang meraih medali perak dan perunggu yaitu lifter Eko Yuli Irawan, Windi Cantika Aisah, dan Rahmar Erwin Abdullah di cabang angkat besi serta pebulutangkis putra Anthony Sinisuka Ginting.

Pemberian penghargaan bagi para atlet Indonesia itu diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Walau belum dipastikan secara resmi, muncul kabar bahwa peraih medali emas diberi bonus sebesar Rp5 miliar dari pemerintah. Sementara peraih perak meraih Rp2 miliar dan perunggu Rp 1miliar.

Keterangan video, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu pertahankan tradisi emas Olimpiade

Bahkan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu juga dijanjikan rumah dari perusahaan properti hingga outlet restoran dan sapi dari beberapa pengusaha.

Ini menandakan ada begitu banyak insentif ketika atlet memenangkan medali di Olimpiade... ada kebanggaan dan ketenaran.

Tapi tahukah Anda bahwa, selain Indonesia, banyak negara menawarkan hadiah lebih untuk atlet mereka, mulai dari uang tunai, rumah, dan bahkan sapi?

olimpiade

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Pebulutangkis ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu (tengah) dan Greysia Polii (kedua kanan) tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (4/8/2021).

Komite Olimpiade Internasional (IOC) tidak membayar setiap penampilan atlet atau memberi hadiah bagi para pemenang, tapi banyak negara mencoba menyemangati para atlet mereka dengan banyak hadiah.

Berikut adalah beberapa hadiah yang kemungkinan akan diterima oleh beberapa pemenang di Olimpiade Tokyo 2020.

Dua rumah baru

Filipino weightlifter Hidilyn Diaz celebrates her win at the Tokyo Games

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Angkat besi Filipina Hidilyn Diaz merayakan medali emas Olimpiade pertama negaranya: dia juga sekarang memiliki dua rumah sebagai hadiah atas kemenangannya

Atlet angkat besi Hidilyn Diaz membuat Filipina heboh pada 26 Juli dengan memenangkan medali emas Olimpiade pertama untuk negara itu.

Dia berjaya di kategori 55kg putri dan menjadi pahlawan nasional.

Selain memenangkan hadiah uang tunai lebih dari $600.000 (Rp8,6 miliar)- termasuk hadiah dari Komisi Olahraga Filipina dan bahkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte sendiri- dia diberi dua rumah baru.

Salah satunya di kondominium mewah yang ditawarkan oleh miliarder Filipina-Cina Andrew Lim Tam .

Hadiah ini tentu berarti sekali untuk seorang olahragawan yang saat ini berpenghasilan sekitar US$500 (Rp7,1 juta) sebulan sebagai sersan di Angkatan Udara Filipina.

Luar biasa bahwa ia bisa meraih kemenangan meski harus berlatih untuk Olimpiade tanpa gym.

Ia harus berimprovisasi menggunakan peralatan angkat besi seadanya setelah ia dan rekan satu timnya menghabiskan 18 bulan terdampar di Malaysia selama pandemi Covid-19.

Hadiah uang tunai

Malaysia's Soh Wooi Yik and Aaron Chia (left) celebrate as they win their men's doubles badminton bronze medal match at Tokyo 2020 Olympic Games

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Malaysia adalah salah satu negara yang memberikan hadiah uang tunai yang besar untuk pemenang medali Olimpiade

Hadiah uang sangat bervariasi antar negara.

Negara-negara yang kerap "melahap medali", yang atletnya bergantung pada investasi besar dalam persiapan dan fasilitas, biasanya kurang dermawan, dibandingkan negara-negara yang jarang meraih medali.

Medal money per country - table

Malaysia, negara yang hanya memenangkan 11 medali dalam 13 Olimpiade, telah berjanji untuk memberi $241.000 (Rp3,4 miliar) untuk medali emas yang masih sulit diperoleh di Tokyo (hadiah untuk perak adalah $150.000 dan $24.000 untuk perunggu).

Pada 2 Agustus, Malaysia hanya memenangkan satu medali di pertandingan ini: perunggu di ganda putra bulu tangkis.

Di sisi lain, Australia, pemilik lebih dari 500 medali per 29 Juli, menawarkan kurang dari 10% dari nilai tersebut untuk setiap kemenangan.

Negara tersebut telah memenangkan lebih dari 30 medali di Tokyo.

Mobil baru

Olimpiade

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Atlet-atlet Rusia pemenang medalli mendapat mobil baru sebagai bonus dari pemerintah.

China dan Rusia adalah pengecualian di antara para raksasa Olimpiade.

Peraih medali Olimpiade mereka tidak hanya akan menerima hadiah uang tunai yang besar tetapi juga berbagai hadiah dari otoritas nasional dan lokal.

Dalam kasus Rusia, fasilitas termasuk mobil baru, serta apartemen.

Sapi-sapi

Olimpiade

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Beberapa atlet yang berprestasi juga dihadiahi sapi.

Pendayung Afrika Selatan Sizwe Ndlovu, Matthew Brittain, John Smith dan James Thompson, yang memenangkan final empat kelas ringan putra di London 2012, masing-masing menerima seekor sapi.

Itu adalah hadiah Jan Scannel, seorang pengusaha dan koki TV yang berspesialisasi dalam barbekyu.

Pekerjaan baru, upah yang lebih baik, dan pembebasan dari dinas militer

Indian weightlifter Mirabai Chanu

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Mirabai Chanu dari India telah memenangkan medali perak di angkat besi dan menerima promosi pekerjaan

Di banyak negara, medali Olimpiade bisa memberi Anda pekerjaan. Atau gaji yang lebih besar.

Atlet angkat besi India Mirabai Chanu dianugerahi sekitar $ 350.000 (Rp5 miliar) untuk medali perak di Tokyo.

Dia juga dijanjikan promosi oleh pekerjanya, Layanan Kereta Api India.

Di Korea Selatan, pemenang medali mendapatkan uang tunai, tetapi hadiah terbesar untuk beberapa pemenang medali pria adalah pengecualian dari masa wajib militer selama 18 bulan.

Di Tokyo, hak istimewa diperebutkan untuk dua atlet negara itu di kompetisi golf, Sungjae Im dan Si Woo Kim - sayangnya, tidak satu pun dari mereka yang berjaya di podium.

Jauh lebih banyak daripada keuntungan materi

Bethany Shriever celebrates winning a BMX race at the Olympics

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Bethany Shriever dari Inggris, juara Olimpiade balap BMX, harus mengumpulkan sendiri uang untuk persiapannya di Olimpiade Tokyo

Praktik pemberian hadiah untuk para peraih medali Olimpiade bukanlah hal baru dan sudah ada sejak tahun 1980-an.

Tapi tunjangan telah meningkat sejak saat itu.

Tanyakan saja kepada perenang Singapura Joseph Schooling: ia membuat kejutan pada Olimpiade Rio 2016, setelah mengalahkan legenda renang AS Michael Phelps. Ia menerima hadiah $750.000 (sekitar Rp10 miliar) dari pemerintahnya.

Tetapi bagi banyak atlet, penghargaan ini sebenarnya merupakan penyelamat, karena sebagian besar dari mereka bersaing dalam olahraga yang tidak menarik minat besar dari media dan oleh karena itu, sering sulit mendapat sponsor.

Olimpiade Brasil, misalnya, sangat bergantung pada tunjangan pemerintah, termasuk Rebeca Andrade, yang memukau dunia dengan memenangkan dua medali dalam kompetisi putri.

Pada bulan Februari, kelompok riset Global Athlete mewawancarai hampir 500 atlet elit Olimpiade dari 48 negara untuk menanyakan tentang keuangan mereka.

Hampir 60% dari mereka mengatakan mereka "tidak menganggap diri mereka stabil secara finansial".

Atlet dari beberapa negara, termasuk pusat kekuatan medali seperti AS, menggunakan kampanye crowdfunding(patungan) untuk membiayai persiapan mereka untuk Olimpiade Tokyo.

Filipino weightlifter Hidilyn Diaz in action at the Tokyo Olympics

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Hidylin Diaz, juara Olimpiade Filipina pertama, telah diberikan hadiah lebih dari $600.000 untuk prestasinya

Juara Olimpiade balap BMX Inggris, Bethany Shriever, (gambar di atas) harus mendanai Olimpiadenya, setelah dana untuk pengendara perempuan dipotong oleh badan pengatur olahraga Inggris pada tahun 2017.

Pandemi Covid-19 membuat segalanya semakin rumit.

Namun, bagi para pemenang, seperti yang disebutkan di atas, mereka tak perlu lagi khawatir.

Atlet angkat besi Hidilyn Diaz mengatakan, "meskipun pandemi, kami berhasil sampai di sini dan kami membawa pulang medali".

"Tidak ada yang mustahil".