'Menanam pohon yang salah di tempat yang salah bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan', kata peneliti soal mitos reboisasi

Seedlings

Sumber gambar, AlexAntonelliRBGKew

Keterangan gambar, Pohon harus mampu mengatasi perubahan iklim di masa depan
    • Penulis, Helen Briggs
    • Peranan, Koresponden sains BBC

Para ilmuwan menyarankan negara-negara menerapkan 10 aturan emas terkait penanaman pohon, yang menurut mereka, harus menjadi prioritas utama pada dekade ini.

Penanaman pohon adalah solusi brilian untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati, tetapi menanam pohon yang salah di tempat yang salah dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan, kata para ahli di Royal Botanic Gardens, Kew.

Saran yang dikemukakan termasuk melindungi hutan yang sudah ada dan melibatkan penduduk setempat dalam proyek reboisasi.

Hutan sangat penting untuk kehidupan di Bumi.

Hutan adalah rumah bagi tiga perempat tumbuhan dan hewan dunia. Hutan juga menyerap karbon dioksida dan menyediakan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Tapi hutan menghilang dengan cepat: hutan tropis seukuran Denmark hilang setiap tahunnya.

"Menanam pohon yang tepat di tempat yang tepat harus menjadi prioritas utama bagi semua negara karena kita menghadapi dekade penting untuk memastikan masa depan planet kita," kata Dr Paul Smith, seorang peneliti studi dan sekretaris jenderal amal konservasi Botanic Gardens Internasional di Kew.

Deforestation

Sumber gambar, RBGKew

Keterangan gambar, Diperlukan setidaknya satu abad untuk memulihkan hutan yang rusak

Serangkaian proyek penanaman pohon yang ambisius sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menggantikan hutan yang hilang.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson mengatakan dia berencana untuk menanam 30.000 hektar hutan baru dalam satu tahun di seluruh Inggris.

Gerakan yang dipimpin Afrika untuk menanam pohon di area sepanjang 8.048 km untuk melawan krisis iklim diharapkan menjadi struktur kehidupan terbesar di Bumi, tiga kali ukuran Great Barrier Reef.

Namun, menanam pohon sangatlah rumit, tidak ada solusi universal yang mudah.

"Jika Anda menanam pohon yang salah di tempat yang salah, Anda bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan," kata ketua peneliti Dr Kate Hardwick dari RBG Kew.

Forest, Colombia

Sumber gambar, RBGKew

Keterangan gambar, Hutan alami yang tidak rusak merupakan penyerap karbon terbaik

Seringkali hutan alam yang dipenuhi tumbuhan, hewan dan jamur digantikan oleh perkebunan komersial dengan deretan pohon kayu, yang kayunya akan diambil setelah beberapa dekade, katanya kepada BBC News.

"Apa yang kami coba lakukan adalah mendorong orang, sedapat mungkin, untuk mencoba dan menciptakan kembali hutan yang mirip dengan hutan alami dan yang memberikan banyak manfaat bagi manusia, lingkungan, dan alam serta dapat menyerap karbon."

Kajian penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology menemukan bahwa dalam beberapa kasus, penanaman pohon yang direncanakan tidak meningkatkan penyerapan karbon dan dapat berdampak negatif.

10 aturan emas yang mereka kemukakan adalah:

Lindungi hutan yang ada terlebih dahulu

Menjaga hutan dalam keadaan aslinya selalu lebih baik; hutan alami yang tidak rusak dapat menyerap karbon dengan lebih baik, juga lebih tahan terhadap api, badai dan kekeringan.

"Kapan pun ada pilihan, kami menekankan bahwa menghentikan deforestasi dan melindungi hutan yang tersisa harus menjadi prioritas," kata Prof Alexandre Antonelli, direktur sains di RGB Kew.

Libatkan masyarakat setempat

Studi menunjukkan bahwa melibatkan masyarakat lokal adalah kunci keberhasilan proyek penanaman pohon. Seringkali masyarakat setempatlah yang mendapatkan keuntungan paling banyak dari upaya menjaga hutan di masa depan.

Maksimalkan pemulihan keanekaragaman hayati untuk memenuhi berbagai tujuan

Reboisasi harus berkaitan dengan beberapa tujuan, termasuk menjaga alam dari perubahan iklim, meningkatkan konservasi dan memberikan manfaat ekonomi dan budaya.

Pilih area yang tepat untuk reboisasi

Tanam pohon di area yang dulunya hutan tetapi telah terdegradasi, daripada menanam di habitat alami lainnya seperti padang rumput atau lahan basah.

Biarkan pohon tumbuh alami

Membiarkan pohon tumbuh kembali secara alami bisa lebih murah dan lebih efisien daripada menanam pohon.

Pilih jenis pohon yang tepat, yang dapat memaksimalkan keanekaragaman hayati

Jika penanaman pohon dibutuhkan, memilih pohon yang tepat sangatlah penting. Para ilmuwan menyarankan campuran spesies pohon yang secara alami dapat ditemukan di daerah setempat, termasuk beberapa spesies langka dan pohon yang penting secara ekonomi, tetapi hindari pohon yang mungkin bisa menginvasi area itu.

Pastikan pohon bisa beradaptasi dengan iklim yang berubah

Gunakan bibit pohon yang sesuai dengan iklim lokal dan bisa bertahan dengan perubahan di masa depan.

Rencanakan

Rencanakan benih atau pohon yang akan ditanam, bekerjalah dengan masyarakat lokal.

Belajar dengan melakukan

Gabungkan pengetahuan ilmiah dengan pengetahuan lokal. Idealnya, uji coba skala kecil harus dilakukan sebelum menanam pohon dalam jumlah besar.

Lakukan pembiayaan

Keberlanjutan proyek penanaman kembali pohon bertumpu pada sumber pendapatan semua pemangku kepentingan, termasuk yang paling miskin.

Ikuti Helen di Twitter.