Pakar seks 'paling populer' di India, Dr Mahinder Watsa, yang dikenal karena advis yang lugas dan jenaka meninggal dunia

Pakar seksologi India, Dr Mahinder Watsa, yang membuat koran-koran akhirnya tak malu memakai istilah penis dan vagina, meninggal dunia pada usia 96 tahun.

Dr Watsa dikenal sebagai "sexpert" atau pakar seks yang mengasuh kolom tanya jawab di koran dan majalah.

Ia meninggal dunia hari Selasa (28/12).

Jawaban lugas -- dan sering kali jenaka -- atas berbagai pertanyaan di seputar seks dan perkawinan membuatnya menjadi legenda.

Dokter ahli kandungan ini, antara lain, mengasuh acara tanya jawab di surat kabar The Mumbai Mirror.

Kolom yang ia asuh ini dengan cepat menarik perhatian dan kontroversi, karena bagi sebagian kalangan di India, seks adalah tema yang tabu.

Meenal Baghel, pemimpin redaksi The Mumbai Mirror, kepada BBC pada 2014 mengatakan, "Sampai kami membuka kolom [tanya jawab dengan Dr Watsa], media di India sangat jarang menggunakan kata penis dan vagina."

Baghel mengatakan di masa-masa awal, korannya dicap sebagai media cabul. Bahkan ada yang mengancam akan membawa korannya ke pengadilan.

Namun Baghel mengatakan ia merasa kolom tanya jawab seks yang diasuh Dr Watsa ini punya lebih banyak manfaat. Baginya, kemanfaatan yang didapat lebih banyak daripada potensi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

Baghel mengatakan Dr Watsa telah menjawab lebih dari 20.000 pertanyaan yang diajukan pembaca The Mumbai Mirror.

Jika digabung dengan kolom di media lain, jumlah pertanyaan yang telah dijawab Dr Watsa mungkin lebih dari 40.000.

"Ini di luar pertanyaan para pasien [yang bertanya di luar medium koran dan majalah]," kata Baghel.

Peringatan: Dalam bagian tanya jawab seks di artikel ini, ada konten yang mungkin akan dianggap vulgar bagi pembaca.

Pendidikan seks

Dr Watsa pertama kali menjadi pengasuh kolom tanya jawab seks saat ia mendekati usia 40 tahun pada tahun 1960-an. Ketika itu ia menjadi semacam redaktur tamu untuk satu majalah perempuan.

"Harus saya akui, saat itu saya tak punya banyak pengalaman [sebagai kolumnis masalah seks]," kata Watsa dalam wawancara dengan BBC pada 2014.

Menilik berbagai pernyataan yang masuk, Watsa menyimpulkan sebagian besar masalah seks yang dialami oleh pembaca karena minimnya pendidikan seks.

Dari sini, ia memutuskan untuk menyediakan pendidikan seks kepada publik di India, pertama melalui organisasi Perhimpunan Keluarga Berencana India (FPAI) dan kemudian melalui organisasi yang ia dirikan Dewan Pendidikan Seks dan Kesehatan Reproduksi Internasional (CSEPI).

Pada 1974, saat ia bekerja sebagai konsultan untuk FPAI, ia membujuk organisasi ini menyediakan program pendidikan dan konseling seks.

Ketika itu, seks masih dianggap sangat tabu.

Banyak yang berpandangan bahwa pendidikan seks itu porno, banyak pula yang menganggap pendidikan seks "tidak ilmiah".

Namun FPAI mendukung gagasan Dr Watsa dan meluncurkan pusat terapi, konseling dan pendidikan seks yang pertama di India.

"Seks adalah hal yang menyenangkan, namun banyak penulis mengupas seks dengan gaya yang terlalu medis atau terlalu serius," kata Dr Watsa.

Benar saja, pendekatannya yang lugas dan jenaka, tentunya tanpa mengabaikan aspek ilmiah atau medis, membuatnya disukai oleh pembaca.

Kutipan tanya jawab di seputar seks dengan Dr Watsa

Pertanyaan: Penis saya kecil dan sepertinya saya tak memuaskan pasangan. Seorang ahli nujum menyarankan saya menarik penis saya selama 15 menit setiap hari. Saya melakukannya selama satu bulan. Tapi tak ada hasilnya. Ada saran?

Jawaban: Jika ahli nujum Anda benar, banyak laki-laki yang punya penis panjang. Jangan ambil tindakan bodoh. Lebih baik konsultasi dengan ahli seks yang bisa mengajarkan Anda seni bercinta.

Pertanyaan: Saya laki-laki berusia 32 tahun. Perkawinan saya membahagiakan. Namun-namun akhir-akhir ini saya punya perasaan aneh. Saya punya hewan piaraan: seekor kambing bernama Ramila. Ada pikiran yang menggoda: bagaimana rasanya berhubungan seks dengan kambing saya ini. Apakah ini normal? Apakah saya akan terkena penyakit kelamin? Tolong saya.

Jawaban: Tanya Ramila apakah dia akan senang berhubungan seks dengan Anda? Yang jelas [berhubungan seks dengan kambing] tidak normal dan melanggar hukum.

Pertanyaan: Saya gadis berusia 19 tahun dan senang membaca novel-novel erotis. Tapi, saya punya keraguan. Apakah setiap perempuan bisa mengalami orgasme?Saya coba untuk masturbasi, tapi saya tak bisa orgasme. Saya khawatir.

Jawaban: Orgasme berbeda antara satu perempuan dengan perempuan. Ada yang lama untuk mencapainya, namun bukan berarti tidak bisa. Jadi ya, santai saja.

Pertanyaan: Saya laki-laki berusia 28 tahun. Dua bulan setelah menikah, istri saya mengaku bahwa sebelum menikah ia pernah berhubungan badan dengan bosnya. Apakah saya harus menceraikannya? Apakah perkawinan kami dilanjutkan saja? Saya bingung.

Jawaban: Istri Anda telah memutuskan untuk jujur dan membuka rahasia yang paling rahasia dengan Anda. Ia telah berjanji untuk setia. Saran saya, Anda berdua lupakan saja kejadian itu, dan bersama-sama melewati hari-hari sebagai suami-istri dengan kebahagiaan.

Pertanyaan: Dua hari lalu, saya berhubungan seks dengan pasangan saya. Agar tidak hamil, ia membeli pil khusus. Karena gugup, bukan pasangan yang meminum pil itu, justru saya. Apakah pil ini akan menyebabkan komplikasi?

Jawaban: Lain kali, pastikan memakai kondom. Dan awas ya, jangan ditelan kondomnya.

Pertanyaan: Saya pernah mendengar, makanan atau minuman yang mengandung asam bisa mencegah kehamilan. Bolehkan saya meneteskan jus jeruk atau jus lemon ke vagina pasangan saya setelah berhubungan seks? Apakah cairan ini akan memberinya dampak negatif?

Jawaban: Apakah Anda ini penjaga warung makanan? Dari mana ide ini? Ada banyak cara untuk ikut program keluarga berencana. Pakai saja kondom.

Pertanyaan: Setelah melakukan hubungan seks empat kali sehari, saya merasa sangat lemas keesokan harinya. Mata saya berkunang-kunang. Tolong bantu saya.

Jawaban: Anda ini ada-ada saja. Ya jelas saja [Anda capek].