Suhu mencapai 51 derajat Celcius, bagaimana warga Irak menghadapinya?

A man stands under a public shower in Baghdad

Sumber gambar, EPA

Masyarakat Irak berusaha bertahan di tengah gelombang panas yang tengah terjadi di sebagian besar Timur Tengah.

Suhu di ibukota Baghdad dilaporkan mendekati 52 derajat Celcius pada hari Selasa (28/07), salah satu suhu tertinggi yang pernah dialami kota itu.

Suhu bertahan di atas 51 derajat Celcius pada hari Rabu (29/07).

Banyak orang memilih tinggal di dalam rumah, sementara beberapa orang di Baghdad mandi di bawah pancuran yang mereka buat sendiri.

Iraqi men cool off under a public shower at a street in central Baghdad

Sumber gambar, EPA

Suhu panas ekstrem itu memperburuk situasi yang ada di tengah keterbatasan sumber listrik yang ada.

Two men stand under an outside shower in central Baghdad

Sumber gambar, EPA

Pemadaman listrik telah membuat banyak orang di Baghdad bergantung pada generator untuk menyalakan kipas angin dan AC mereka.

Situasi ini telah menyebabkan kemarahan yang meluas, dengan protes baru terjadi awal pekan ini.

A man sells cold water in Baghdad

Sumber gambar, EPA

An Iraqi boy dives into the Tigris river in Mosul

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah pemuda mendinginkan diri di sungai Tigris di Mosul.

Setidaknya dua demonstran tewas pada hari Senin. Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak melaporkan bahwa lebih dari 20 orang tewas oleh pasukan keamanan.

A demonstrator flashes the victory sign during a protest over poor public services in Baghdad on 27 July

Sumber gambar, Reuters

Negara sangat terdampak oleh penurunan harga minyak sejak pandemi virus corona dimulai.

Pandemi itu telah mengakibatkan lebih dari 118.000 kasus positif dan 4.603 kematian di Irak, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

A man wearing a face mask stands under an outside shower in Baghdad on 28 July

Sumber gambar, Reuters

Semua foto dilindungi hak cipta.