Unilever akan ubah nama krim Fair & Lovely setelah diprotes karena dianggap 'sebabkan stereotip negatif pada warna kulit gelap'

Unilever, garnier, nivea, loreal, pemutih kulit, rasisme, black lives matter

Sumber gambar, Getty Images

    • Penulis, Lora Jones
    • Peranan, Reporter bisnis, BBC News

Unilever akan mengganti nama produk Fair & Lovely, krim pemutih kulit yang dikritik karena mempromosikan stereotip negatif terhadap warna kulit gelap.

Perusahaan itu juga akan menghapus referensi "pemutih" atau "produk yang membuat warna kulit terang" pada produk yang dijual di seluruh Asia.

Unilever mengakui pemasaran produk itu menunjukkan "ide kecantikan yang tunggal".

Dua petisi terpisah yang mendesak Unilever untuk menghentikan produksi jajaran Fair & Lovely telah ditandatangani oleh lebih dari 18.000 orang dalam beberapa pekan terakhir.

"Produk ini telah dibangun atas [rasisme], bertahan, dan diuntungkan dari rasisme yang diinternalisasi dan mempromosikan sentimen anti-warna kulit gelap," kata seorang penanda tangan petisi.

Petisi kedua menyatakan krim itu "memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang salah dengan warna kulit kita, bahwa kita harus berkulit putih agar merasa cantik. Agar merasa berharga."

'Sepenuhnya berkomitmen'

Sunny Jain, Presiden Beauty & Personal Care di Unilever, mengatakan: "Kami berkomitmen penuh untuk memiliki portofolio global produk perawatan kulit yang inklusif dan peduli dengan semua warna kulit, merayakan keberagaman kecantikan yang lebih besar.

"Kami menyadari bahwa penggunaan kata-kata 'terang', 'putih' dan 'bercahaya' menunjukkan ide kecantikan yang tunggal yang menurut kami tidak benar, dan kami ingin mengatasinya."

"Merek ini tidak pernah [ditujukkan sebagai] dan bukan merupakan produk pemutihan," tambah Unilever.

Unilever, garnier, nivea, loreal, pemutih kulit, rasisme, black lives matter

Sumber gambar, Getty Images

Perusahaan itu juga mengatakan bahwa mereka telah menghapus tayangan sebelum dan sesudah [menggunakan produk] dan "panduan warna [kulit]" pada kemasan Fair & Lovely pada tahun 2019.

Produk perawatan kulit ini dijual di berbagai negara seperti India, Indonesia, Thailand dan Pakistan.

Keputusan Unilever dilakukan ketika perusahaan kosmetik di seluruh dunia meninjau kembali lini produk dan strategi pemasaran mereka, sehubungan dengan gerakan Black Lives Matters, yang dipicu oleh kematian George Floyd.

George Floyd meninggal di Minneapolis pada bulan Mei ketika seorang polisi kulit putih menekan leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit.

Saat-saat terakhir difilmkan dengan ponsel. Empat petugas polisi yang terlibat telah dipecat dan didakwa atas kematiannya.

'Sangat mengecewakan'

Penulis dan aktivis Poorna Bell mengatakan bahwa pengumuman Unilever "sangat mengecewakan".

"[Pengumuman itu] tidak cukup memberikan perbaikan untuk kerusakan mental dan emosional yang tak terhitung akibat diskriminasi akibat warna kulit [colourism]," prasangka atau diskriminasi terhadap individu dengan warna kulit gelap, seringkali di antara orang-orang dari kelompok etnis yang sama.

"Mengganti nama produk tidak berarti apa-apa - itu masih merupakan bentuk colourism dengan kata yang berbeda," katanya.

Dia juga menyerukan Unilever untuk mengikuti komitmen Johnson & Johnson baru-baru ini untuk berhenti menjual produk-produk tertentu yang diiklankan sebagai produk yang bisa mengurangi bintik gelap pada wajah Asia dan Timur Tengah, tetapi telah digunakan oleh konsumen untuk mencerahkan warna kulit.

Komitmen perusahaan

Produk pencerah kulit biasanya ditujukan untuk perempuan di komunitas perempuan kulit hitam dan Asia, kata Dr Steve Garner, seorang sosiolog, yang melakukan salah satu studi pertama terhadap produk pencerah kulit di Inggris.

Perusahaan induk Nivea, Beiersdorf mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan itu "menentang rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun dan mendukung gerakan Black Lives Matter."

Produk Nivea's Natural Fairness dijual di Timur Tengah, India, serta Nigeria dan Ghana.

Di situs web Timur Tengah-nya, produk itu digambarkan mampu "mencegah warna kulit menjadi gelap".

Unilever, nivea, loreal, pemutih kulit, rasisme, black lives matter
Keterangan gambar, Deskripsi pada kemasan produk Nivea

Ketika ditanya oleh BBC apakah perusahaan itu akan mengubah deskripsinya, Nivea mengatakan produk tersebut mengandung SPF-15 "yang membantu mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari, seperti pigmentasi gelap yang tidak beraturan, untuk semua jenis kulit."

Ia menambahkan: "Kami saat ini sedang melakukan tinjauan pada semua deskripsi produk kami dan sedang dalam proses mengevaluasi kembali dan memperbarui deskripsi yang dapat menyebabkan salah tafsir."

L'Oreal tidak menanggapi permintaan BBC untuk mengomentari produk Garnier White Complete.

Unilever, garnier, nivea, loreal, pemutih kulit, rasisme, black lives matter

Sumber gambar, L'OREAL

Keterangan gambar, Iklan produk pencerah warna kulit Garnier

Dalam video YouTube yang menampilkan iklan produk tersebut, gambar kartun perempuan diletakkan berdampingan, mengklaim bahwa produk tersebut dapat "mencerahkan" kulit.

"Penggunaan bahasa terkait produk-produk ini menjunjung tinggi standar kecantikan bahwa perempuan yang lebih disukai berkulit lebih putih atau lebih putih," kata Nomshado Michelle Baca, pendiri merek kecantikan A Complexion Company.

"Individu yang memformulasikan dan memasarkan produk kemungkinan bukan orang dengan kulit berwarna, sehingga menghasilkan persepsi yang keliru bahwa semua perempuan kulit hitam menginginkan kulit yang lebih terang."

Tetapi dia berpendapat bahwa percakapan itu telah menjadi "sangat terfokus pada perubahan seluruh warna kulit seseorang.

"Perempuan yang ingin merawat area luka kecil dibiarkan tidak terlihat dan tanpa pilihan selain menggunakan produk yang merusak, yang tersedia di pengecer yang tidak diregulasi atau toko-toko rambut orang berkulit hitam."

Produk yang dilarang

Kecuali jika obat diresepkan oleh dokter, krim yang mengandung hydroquinone, steroid atau merkuri dilarang di Inggris - karena efek sampingnya yang berpotensi serius.

Konsumen sebelumnya telah diperingatkan oleh Asosiasi Pemerintah Daerah untuk menghindari produk-produk beracun yang dapat "berfungsi sebagaimana cat".

BBC News mengidentifikasi produk-produk yang mengandung hydroquinone yang tersedia bagi pelanggan Inggris di eBay.

Unilever, garnier, nivea, loreal, pemutih kulit, rasisme, black lives matter
Keterangan gambar, Produk ini dihilangkan dari eBay setelah BBC News menanyakan perihal penjualan krim itu pada pihak eBay.

Seorang juru bicara EBay mengatakan kepada BBC: "Hanya barang-barang yang sesuai dengan hukum yang diizinkan untuk dijual di eBay dan setiap produk yang mengandung hydroquinone, steroid atau merkuri dilarang.

"Barang yang mengandung bahan-bahan ini segera dihapus dan kami akan melakukan tindakan terhadap penjual. Kami bekerja sama dengan pihak berwenang termasuk Trading Standards (badan pemerintah yang memberi saran tentang pembelian atau penjualan produk) dan Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk Kesehatan untuk menjaga keamanan komunitas kami."

Mereka menambahkan bahwa EBay telah memperbarui "kebijakan terkait materi-materi yang ofensif" dalam beberapa minggu terakhir sehubungan dengan gerakan Black Lives Matter.

"Dalam gambaran yang lebih besar, perusahaan seharusnya melakukan hal-hal ini, seperti menyingkirkan produk yang berpotensi beracun, sejak lama," Dr Steve Garner menambahkan.

"Secara realistis, komitmen ini akan berdampak sangat kecil bagi perusahaan global."