Foto bersama menjelang kematian: Berbagi kisah perpisahan terakhir dengan orang-orang tercinta

Sumber gambar, Adam Schemm
- Penulis, Dhruti Shah
- Peranan, BBC News, Washington DC
- Waktu membaca: 3 menit
Foto seorang kakek yang sedang minum terakhir kalinya dengan anggota keluarganya telah membuat banyak orang ikut tergetar di berbagai belahan dunia. Mengapa?
Norbert Schemm, 87 tahun asal Appleton, Wisconsin, Amerika Serikat, sakit dan ia ingin agar saat terakhirnya dihabiskan bersama orang-orang yang ia cintai sambil melakukan apa yang mereka senangi yaitu minum bir.
Mereka pun berkumpul sambil bergembira dan diabadikan dengan foto.
Beberapa jam kemudian Norbert meninggal dunia, dan cucunya, Adam, mengunggah foto itu ke media sosial.
Keluarga kemudian terkejut ketika melihat banyaknya tanggapan terhadap foto terakhir itu.
Foto ini sudah mendapat 4.000 komentar dan 30.000 dicuit ulang serta 317.000 favorit di Twitter, serta muncul di Reddit dan platform sosial media lain.
Awalnya, Adam ragu untuk memasang foto itu di media sosial, karena kenangan yang manis-tapi-pahit dari momen yang digambarkan di dalamnya.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1

"Membantu menghadapi masa duka"
"Namun ternyata itu membantu kami menghadapi rasa duka kami. Terhibur rasanya melihat kakek bergembira bersama anak-anaknya di saat-saat terakhir beliau".
Menurut Adam, ia mengunggah foto itu secara spontan, dan kini keluarga ingin tahu di mana saja foto itu dibagikan.
"Tampaknya banyak orang merasa terhubung dengan foto itu. Komentar yang masuk juga sangat menyenangkan. Orang-orang mengangkat minuman mereka sebagai tanda hormat".
Ben Riggs asal Indianapolis, AS, termasuk orang yang merasa tersentuh ketika melihat foto itu di Twitter.
Ia lantas mengunggah foto kakeknya Leon Riggs, 86 tahun, menikmati cerutu dan bir terakhirnya.
Kepada BBC, Ben mengatakan ia melihat unggahan di Twitter itu dan teringat permintaan terakhir sang kakek sebelum meninggal tahun 2015.
"Saya tak menghapus foto itu. Saya tergerak untuk ikut membagikannya. Menyenangkan rasanya melihat orang berbagi kegembiraan pada saat-saat terakhir."
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2

Kata Ben, di malam sesudah kakeknya wafat, ia bersama abang dan ayahnya berkumpul untuk mengenang sang kakek. Mereka berfoto. Tragisnya, sang ayah meninggal keesokan harinya karena serangan jantung.
Secara tak sengaja Ben jadi punya dua foto saat-saat terakhir - saat mereka berbagi kegembiraan - dari dua orang yang ia cintai.
Ben mengatakan kedua foto ini membuat perasaannya tenang.

Sumber gambar, Ben Riggs
Brigid Reilly, adal Philadelphia, juga merespon foto yang diunggah Adam dengan foto neneknya, Theresa Meehan yang meninggal bulan Oktober tahun ini karena gagal jantung dan ginjal di usia 84.
Neneknya dirawat di rumah jompo dan suatu malam mereka mengunjungi sambil membawa hal-hal kesukaan si nenek: sushi, musik Frank Sinatra dan minuman favorit si nenek.
"Menjelang saat-saat terakhirnya mendekat, ia minta kami untuk minum bersamanya," kata Brigid.

Sumber gambar, Meehan family
Kenapa foto-foto ini bikin bergetar?
Ann Neumann, penulis buku The Good Death, mengatakan: "Foto seperti ini membuat kita tergetar karena kita menginginkan hal itu. Kita jadi berkesempatan untuk berpikir tentang orang-orang yang kita cintai dan berada dalam momen seperti itu bersama mereka."
"Saat yang sama, kita juga bisa ikut berduka, sehingga kita jadi memikirkan orang-orang yang kita cintai."
Singkatnya, foto seperti ini mampu menangkap apa yang diinginkan orang saat menjalani momen-momen terakhir mereka: dikelilingi oleh orang-orang yang mereka cintai.
"Kini kita hidup berjauhan, dengan anggota keluarga yang mungkin berada di kota atau negara lain," kata Ann. "Kehilangan kesempatan mengucap selamat tinggal terakhir kali adalah salah satu ketakutan terbesar manusia".
"Maka foto seperti ini menandai dan memegang erat apa-apa yang kita cintai."
Mengapa kita berbagi foto saat-saat terakhir?
Dr Kenneth J Doka, penasehat untuk menghadapi duka di Hospice Foundation of America mengatakan tak ada hal khusus tertentu yang harus diucapkan atau dilakukan untuk menghabiskan saat-saat terakhir bersama orang yang dicintai.
"Menurut saya, kuncinya adalah mendengarkan dan membiarkan mereka berbagi momen-momen yang mereka anggap penting."
Ia menggambarkan foto Norbert dan keluarganya sebagai foto yang menyenangkan.
Ia juga terkejut karena Adam berbagi foto yang bisa dianggap privat itu ke media sosial.
"Kita sebetulnya selalu menggunakan teknologi sehubungan dengan kematian. Bangsa Mesir Kuno memakai piramida. Yang kita lakukan kini menyesuaikan ritual kita dengan teknologi yang tersedia," kata Dr Kenneth.
Menurut Adam, kakeknya pasti senang dengan perhatian yang mereka dapatkan.
"Ia pasti tak keberatan berbagi seperti itu. Ia malah mungkin akan tertawa gembira," katanya.












