You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Coldplay tunda tur album baru sampai konser bisa 'bermanfaat bagi lingkungan'
Coldplay memutuskan menunda rencana tur album baru mereka, karena kekhawatiran atas dampak lingkungan dari konser.
"Kami tidak akan melakukan tur untuk album ini," kata sang vokalis kepada BBC News.
"Kami akan mengambil waktu selama satu atau dua tahun ke depan, untuk mengetahui bagaimana tur kami tidak hanya berkelanjutan [namun juga] bagaimana itu bisa bermanfaat secara aktif."
"Kita semua harus mencari cara terbaik untuk melakukan pekerjaan kita," lanjutnya, menambahkan bahwa band tersebut menghendaki agar tur mereka ke depan "memiliki dampak positif".
Album baru Coldplay, Everyday Life, dirilis pada Jumat lalu dan alih-alih menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melakukan tur, mereka memilih manggung di dua konser di Yordania, yang disiarkan secara gratis melalui YouTube untuk penggemarnya di seluruh dunia.
Konser yang berlangsung di Amman pada Jumat di saat matahari terbit dan terbenam itu mencerminkan dua "sisi" dari album baru mereka.
Band Inggris ini terakhir melakukan tur dunia untuk album A Head Full of Dreams, dengan melakukan 122 konser di lima benua pada 2016 dan 2017.
"Tur kami ke depan akan menjadi versi tur terbaik yang memperhatikan lingkungan," ujar Martin.
"Kami akan akan kecewa kalau [tur] itu tidak netral karbon.
"Misalnya, impian kami adalah menggelar konser tanpa plastik sekali pakai dan sebagian besar bertenaga surya.
"Kami telah melakukan banyak tur besar pada titik ini. Bagaimana kita bisa mengubahnya sehingga tidak terlalu banyak mengambil, tapi menjadi banyak memberi?"
Wild World Foundation (WWF) menyambut inisiatif Coldplay, menyebut: "Sungguh luar biasa melihat seniman terkenal dunia melakukan langkah untuk melindungi planet ini."
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memimpin dengan memberi contoh dalam menghadapi krisis iklim dan alam ini - tidak ada tindakan bukanlah pilihan jika kita ingin melestarikan planet kita untuk generasi mendatang," ujar Gareth Redmond-King, kepala organisasi perubahan iklim WWF.
Berbicara kepada koresponden hiburan BBC, Collin Paterson, Martin mengatakan Yordania dipilih karena "kami ingin memilih suatu tempat di antah berantah di mana kami biasanya tidak bisa bermain".
Dia menyebut album baru yang dirilis Jumat mencerminkan perspektif band akan dunia global.
"Jika Anda punya keistimewaan untuk bepergian ke seluruh dunia, Anda menyadari bahwa kita berasal dari tempat yang sama," lanjutnya.
"Dengan cara orang-orang Inggris yang sangat lembut, album ini menyuarakan bahwa kita tidak merasa berbeda dengan manusia lainnya di bumi."
Martin mengatakan lagu-lagu dalam album Everyday Life sebagian terinspirasi dari laporan BBC News tentang seorang tukang kebun Afghanistan dan komposer himne Nigeria .
"Jurnalisme menemukan kisah-kisah individu yang memperkuat rasa kemanusian kita bersama," dia menjelaskan.
Coldplay akan melakukan konser untuk penggemarnya di Natural History Museum di London pada 25 November.
Semua hasil dari konser akan disumbangkan ke badan amal lingkungan.
Dampak konser terhadap lingkungan - Mark Savage, reporter BBC Music
Melakukan tur dunia tak sesederhana menyuruh Chris Martin dan teman-teman bandnya mengendarai mini-van dengan sebuah peta dan persediaan makanan selama satu tahun.
Bahkan, tur terakhir band ini mempekerjakan 109 kru, 32 truk dan sembilan pengemudi bus yang melakukan perjalanan ke lima benua dan bermain untuk 5,4 juta orang dalam 112 konser.
Tidak ada cara yang mudah untuk menghitung jejak karbon sebuah band; namun sebuah studi terakhir menunjukkan bahwa konser musik menghasilkan 405 ribu ton emisi gas rumah kaca di Inggris di setiap tahunnya.
Bukan hanya penerbangan yang menyebabkan masalah. Penggemar yang bepergian menuju dan dari pertunjukan adalah sumber polusi terbesar; tetapi juga ada biaya lingkungan untuk memproduksi barang dagangan, menyalakan lampu sorot dan memindahkan panggung dari satu tempat ke tempat lain.
Yang paling ekstrem, panggung "cakar" band legendaris U2 yang ambisius dalam tur mereka pada tahun 2009 membutuhkan 120 truk memindahkannya.
Menurut suatu kelompok pembela lingkungan, band ini menghasilkan jejak karbon setara dengan penerbangan menuju dan kembali dari Mars.
Setelah itu, industri musik meningkatkan upayanya untuk menjadi lebih berkelanjutan.
Radiohead menukar lampu sorot dengan LED yang menggunakan sebagian kecil daya yang dibutuhkan untuk pencahayaan panggung. Band The 1975 berhenti membuat merchandise baru dan menyumbangkan £1 atau sekitar Rp 20.000 dari setiap tiket yang terjual ke One Tree Planted, sebuah organisasi nirlaba yang menanam pohon di seluruh dunia.
Bahkan, U2 telah melakukan sejumlah perubahan, dari mendaur ulang senar gitar hingga menggunakan bahan bakar hidrogen.
Kini Coldplay akan selangkah lebih maju. Mereka tidak hanya ingin menjadi band dengan karbon netral, tapi juga menggelar tur yang "bermanfaat secara aktif" bagi planet ini.
Dengan menunda konser, mereka telah mengorbankan bayaran besar. Tur Head Full of Dream telah menghasilkan US$523 juta, atau sekitar Rp 7, 3 triliun.
Industri musik akan mengawasi untuk melihat solusi apa yang mereka buat.