Salat Jumat pertama setelah serangan masjid di Christchurch: "Kami bertekad tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami"
Ribuan orang berkumpul di Hagley Park, dekat masjid Al-Noor di Kota Christchurch, Selandia, menandai hari berkabung nasional untuk para korban serangan bersenjata yang menewaskan 50 orang.

Sumber gambar, Kerry Marshall/AFP
Empati dan simpati ditunjukkan warga Kota Christchurch dengan memasang antara lain berupa spanduk atas keluarga korban dan juga bagi umat Islam di kota itu.
Seorang pria warga Kota Christchurch, Selandia Baru, membentangkan poster yang isinya menunjukkan empatinya atas kejadian serangan bersenjata di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang warga Muslim setempat.

Sumber gambar, Mark Tantrum/AFP
Sebagian warga itu juga melakukan gerakan solidaritas dengan bergandengan tangan untuk menunjukkan semangat kebersamaan serta memberikan perlindingan kepada umat Islam yang sedang berduka.

Sumber gambar, MARTY MELVILLE/AFP
Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan warga yang berdukacita di dekat masjid Al-Noor, satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran penembakan pada Jumat lalu.
Dalam pidato yang ditujukan kepada komunitas Muslim, ia berkata: "Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu."

Sumber gambar, MICHAEL BRADLEY/AFP
Masjid-masjid di seluruh negeri diharapkan membuka pintu bagi pengunjung, dan masyarakat akan membentuk rantai manusia di beberapa masjid sebagai aksi simbolis perlindungan dan solidaritas.

Sumber gambar, NurPhoto/Getty Images
Sebelumnya, Ardern mendorong sebanyak mungkin warga Selandia Baru untuk memanfaatkan hari ini untuk berhenti sejenak dan merenung.
"Saya tahu banyak warga Selandia Baru ingin menandai sepekan yang telah berlalu sejak serangan teroris dan mendukung komunitas Muslim seiring mereka kembali ke masjid," ujarnya.
"Apa yang kita renungkan selama pengheningan akan berbeda-beda. Semua orang harus melakukan apa yang terasa pas bagi mereka, di manapun mereka berada — di rumah, di tempat kerja, di sekolah."
Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari.

Sumber gambar, Mark Tantrum/Getty
Di Kota Wellington, Selandia Baru, warga kota itu menunjukkan sikap ikut bergabung di depan masjid di kawasan Kilbirnie. Sebagian warga itu mengenakan kerudung sebagai bentuk rasa berkabung.

Sumber gambar, ANTHONY WALLACE/AFP
Zaid Mustafa (kiri), 13 tahun, dan ibunya Salwa Mustafa (kanan) tak kuasa menahan tangis dalam jumpa pers, 22 Maret, setelah ayahnya Khalid Mustafa, 44 tahun, dan kakaknya Hamza (15 tahun) ditembak hingga tewas oleh pelaku serangan di dua masjid.

Sumber gambar, MARTY MELVILLE/AFP
Penghormatan terhadap korban serangan bersenjata di Kota Christchurch, terlihat dalam gundukan karangan bunga, poster, dan catatan yang ditempel warga kota itu di Masjid Jamia di Hamilton.

Sumber gambar, MARTY MELVILLE/AFP
Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak "melukai hati jutaan orang di seluruh dunia".
"Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang," ujarnya.
"Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami."

Sumber gambar, JEROME TAYLOR/AFP
Seorang pria Muslim (kanan) dan pria setempat melakukan semacam ucapan empati dengan melalui tradisi 'hongi', berupa sentuhan hidung, di sela-sela hari perkabungan nasional di Taman Hagley di KOta Chrischurch, Jumat (22/03).

Sumber gambar, MARTY MELVILLE/AFP
Panggilan salat bagi Muslim, atau azan, disiarkan di televisi dan radio nasional pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening.
Siaran tersebut didahului dengan pidato dari Ardern, yang berkata: "Menurut Nabi Muhammad... orang-orang yang beriman dalam kebaikan, kasih sayang, dan simpati mereka bagaikan satu tubuh. Ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakit."

Sumber gambar, Carl Court/AFP

Sumber gambar, MICHAEL BRADLEY/AFP
Anak muda terlihat menangis saat salat Jumat di Masjid Jami di Hamilton, sepekan setelah serangan masjid di Kota Christchurch, yang menewaskan 50 orang.

Sumber gambar, WILLIAM WEST/AFP
Di Hagley Park, umat Muslim di Kuta Christchurch melakukan salat jumat pertama sepekan setelah serangan di dua masjid di kota itu. Di tempat yang sama, ribuan orang berkumpul untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban.

Sumber gambar, WILLIAM WEST/AFP
Tiga warga Muslim ikut menghadiri acara berkabung nasional di Hagley Park, yang juga dihadiri ribuan warga setempat dengan latar agama dan etnis yang berbeda.
Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak "melukai hati jutaan orang di seluruh dunia".
"Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang," ujarnya.
"Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami."
BBC News Indonesia











