eSports masuk Asian Games, tapi bisakah disebut sebagai olahraga?
Informasi artikel
Penulis, Pijar Anugerah
Peranan, BBC News Indonesia
Menjelang kompetisi Asian Games 2018, para atlet yang akan berpartisipasi terus melatih fisik mereka—tapi tidak demikian bagi Ilham Bahrul.
Satu-satunya latihan fisik yang ia lakukan, kalaupun bisa disebut begitu, ialah meregangkan kedua ibu jarinya.
Laki-laki berusia 22 tahun itu lalu duduk di teras, mengeluarkan ponsel dari sakunya, dan membuka mobile game bernama Arena of Valor, gim strategi di mana Anda terus-menerus menambah kekuatan karakter untuk menghancurkan markas lawan.
Ilham Bahrul adalah salah satu atlet yang terpilih untuk mewakili Indonesia di cabang olahraga eSports di Asian Games 2018 mendatang.
Untuk pertama kalinya, Dewan Olimpiade Asia (Olympics Council of Asia, OCA) menyertakan permainan video gim kompetitif alias eSports dalam ajang olahraga paling bergengsi di Asia itu. Kali ini eSports tampil sebagai cabang olahraga eksibisi, yang berarti pemenangnya akan mendapatkan medali namun perhitungan medali tersebut tidak ditambahkan ke klasemen umum.
Kompetisi eSports di Asian Games 2018 akan diselenggarakan oleh OCA, Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc), Federasi Olahraga Elektronik Asia (AESF). Cabang ini akan melibatkan enam gim, yakni League of Legends, Pro Evolution Soccer, Arena of Valor, Starcraft II, Hearthstone, dan Clash Royale.
Ini bentuk pengakuan yang tidak sepele bagi eSports. Danny Buldansyah, juru bicara Inasgoc, mengatakan eSports mulai diikutsertakan karena merupakan "bagian dari olahraga modern yang banyak melibatkan kaum millenial, dan sport yang merupakan entertainment yang berkembang pesat di masyarakat."
Keterangan gambar, Beginilah suasana 'latihan' eSports'—sekilas tampak seperti bermain biasa, namun sangat kompetitif.
Tapi apakah eSports, yang pada dasarnya bermain video gim, berhak disebut sebagai olahraga?
Menurut Ilham Bahrul, eSports sebenarnya mirip sepak bola dalam hal membutuhkan kerja sama individu sekaligus kerja sama tim. Ia pun mengaku lebih suka disebut sebagai atlet daripada gamer.
"eSports ini layak disebut sebagai sport juga karena ini membutuhkan latihan yang tekun, pelatih, dan dukungan semacam fasilitas," kata Ilham ketika ditemui BBC News Indonesia di kantornya di bilangan Jakarta Timur.
Dan meski dilakukan di depan layar komputer atau ponsel, bermain eSports juga memerlukan fisik yang prima, kata Ilham.
"Sangat perlu malah ... kan biasanya kalau di (kompetisi) mobile game ini tempatnya ber-AC. Kedinginan itu jadi faktor kalah kita juga, jadi fisik itu juga perlu."
Ilham mengungkap bahwa ia bersama timnya, GGWP, menjadwalkan satu hari dalam sepekan untuk berolahraga, yang biasanya ia manfaatkan untuk jogging atau bermain bulu tangkis. Sisanya, ia gunakan untuk latihan bermain secara intensif selama minimal empat jam sehari.
Keterangan gambar, Ilham Bahrul mengaku sempat kesulitan meyakinkan orang tua untuk mengizinkannya menekuni eSports.
Meski mengaku baru mulai menekuni eSports pada November 2017, Ilham telah memenangkan berbagai kompetisi di Jakarta, Palembang, dan Jogja. Ia terpilih untuk mewakili Indonesia di cabang Arena of Valor (AoV) setelah melalui proses seleksi yang melibatkan kompetisi tim dan voting.
Kepada BBC News Indonesia, ia mengaku sudah memutuskan untuk berkarier sebagai pemain eSports—keputusan yang awalnya ditolak orang tuanya.
"Saya dulu bener-bener main gim itu ngumpet-ngumpet," kata Ilham. "Ketika orang tua saya melihat saya main games, biasanya saya dihukum ... Namun setelah saya menjuarai satu kompetisi di Semarang, saya dapat kesempatan untuk berangkat ke Korea. Dari situ saya bicara kepada orang tua, dan orang tua mulai mendukung."
"Menurut saya, orang tua di Indonesia itu belum tahu prospek ke depannya eSport itu. Jadi mereka masih enggak suka, masih benci anak-anaknya main gim," imbuhnya.
Bukan sekadar bermain
Ericko Lim, atlet yang juga terpilih untuk mewakili Indonesia di cabang League of Legends (LoL), mengatakan perbedaan mendasar eSports dengan bermain gim biasa ialah segi kompetitifnya. "Saya main gim itu enggak sekadar cuma main tapi saya ingin menang," ujarnya kepada BBC News Indonesia.
Menurut Ericko, yang telah menekuni eSports sejak 2011, perkembangan kompetisi gim di Indonesia bermula dari komunitas gim-gim tertentu, misalnya Defense of The Ancient (DoTA), Counter Strike, dan Point Blank. Kini eSports telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran rupiah.
Kepopuleran eSports mengalami lonjakan di Asia Tenggara dalam beberapa tahun belakangan ini—dan Indonesia termasuk pasar yang terbesar, dengan jumlah penggemar mencapai dua juta orang pada 2016. Lembaga riset konsumen Newzoo memperkirakan jumlah audiens eSports di wilayah itu akan melampaui 40 juta orang pada tahun 2019.
Sumber gambar, Ericko Lim
Keterangan gambar, Ericko Lim (ketiga dari kiri) juga terkenal sebagai shoutcaster (komentator), selain pemain profesional.
Perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda itu juga menempatkan Indonesia di peringkat 17 dalam daftar 100 negara yang menjadi pasar teratas video gim, memperkirakan pangsa pasar gim di Indonesia bernilai Rp16 triliun pada 2018.
Tapi perlu dicatat, eSports bukan cuma soal bermain gim. Menurut Ericko Lim, ada berbagai usaha yang bisa ditempuh di bidang eSports—bagaimanapun, tidak semua orang berbakat menjadi pemain profesional.
Selain pro player, Anda bisa bergelut sebagai pelatih (coach), brand ambassador yang fungsinya mirip seperti Humas tim eSports, shoutcaster alias komentator pertandingan eSports, atau streamer yang menyiarkan permainan gim Anda untuk ditonton orang banyak. Untuk yang terakhir, kepribadian menarik seringkali lebih dibutuhkan daripada kelihaian bermain gim.
Ericko sendiri juga menyambi sebagai shoutcaster dan sempat mendapatkan penghargaan pada 2017 lalu. Ia juga membuka kanal YouTube dengan lebih dari 800 ribu pelanggan, di mana ia (sebagian besarnya) berbicara tentang gim. Secara keseluruhan, ia mengaku telah meraup miliaran rupiah dari eSports.
Belajar untuk bermain
Prospek eSports yang dianggap cerah mendorong sebuah SMA swasta di Jakarta untuk membuka program eSports—bahkan memberi beasiswa untuk itu.
Sudah dua tahun SMA 1 PSKD di Jakarta Pusat menawarkan program pembinaan untuk eSports, di mana anak-anak mendapatkan pelajaran tidak hanya tentang teknik bermain atau in-gaming tapi juga industri eSports secara keseluruhan.
Program pembinaan ini mirip dengan penjurusan, dengan kegiatan intensif selama sekitar 20 jam seminggu—di samping jurusan yang biasa ditawarkan di sekolah menengah, yakni IPA, IPS, dan Bahasa.
Menurut Kepala Sekolah Yohannes P. Siagian, program eSports di SMA 1 PSKD berawal dari ekstrakurikuler. Kemudian pihak sekolah melihat eSports sebagai bidang yang berkembang dan berpotensi untuk menjadi karier.
"Lima tahun yang lalu, eSports mulai tampak menjadi pilihan karier yang valid," ungkapnya kepada BBC News Indonesia.
Tidak banyak sekolah yang menyediakan ruangan khusus bagi murid-muridnya untuk bermain Overwatch, tapi Yohannes berpendapat bahwa eSports melatih kemampuan interpersonal dan pemecahan masalah.
Keterangan gambar, Apakah mendorong siswa untuk bermain gim baik untuk pendidikan mereka?
"Ada suatu miskonsepsi di masyarakat umum bahwa eSport itu membuat anak antisosial," kata Yohannes, "justru kebalikannya, di eSport itu anak mesti sangat berkomunikasi; dan untuk level kompetitif, level komunikasinya tinggi sekali.
"Mereka mesti bisa menyampaikan pendapat, mengatur strategi, dan mengimplementasikan dalam waktu hitungan detik."
Ia menambahkan, dalam pertandingan eSport – seperti halnya pertandingan lainnya – anak belajar menghadapi kegagalan.
Sedangkan dari segi pelajaran, eSport membutuhkan pemahaman matematika, fisika, teknologi, dan terutama ekonomi. "Konsep dasar ekonomi bukan berkaitan dengan uang, sebenarnya. Tapi pengelolaan sumber daya.
"Game-game dalam eSport itu semuanya tentang sumber daya: bagaimana mendapatkan sumber daya dalam game, bagaimana mengalokasikan sumber daya, bagaimana melihat semua aspek di dalam game - experience (XP), item, goal, komposisi tim, sebagai sumber daya," Yohannes menjelaskan.
Menurutnya, dalam pertandingan eSports anak bisa mempelajari konsep ini dan mengaplikasikannya secara riil, dengan lebih baik daripada di dalam kelas; dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari bermain gim bisa mereka terapkan di luar gim.
Keterangan gambar, Yohannes P. Siagian yakin bahwa eSports membantu murid memahami pelajaran yang diterimanya di kelas.
Mengatasi risiko
Namun mendorong anak untuk bermain gim bukan tanpa risiko. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2018 ini memasukkan gaming disorder atau 'ketagihan gim' ke dalam International Classification of Diseases (ICD). Sementara satu studi mendapati bahwa keseringan menatap layar bisa membahayakan kesehatan jiwa anak.
Yohannes menyoroti bahwa para ilmuwan sebenarnya belum sepakat bahwa video gim buruk bagi anak-anak. Ia – juga atlet eSports Ilham Bahrul dan Ericko Lim – bersikeras bahwa dampak negatif yang disebutkan adalah akibat bermain video gim berlebihan, hal yang menurutnya sama sekali tidak dianjurkan dalam program eSports.
"Di dalam dunia psikologi, kita juga mengenal konsep di mana anak terlalu di-push untuk belajar, untuk les, untuk privat; tapi karena landasannya di akademik, orang suka menyepelekan," ujarnya.
Demi mencegah ketagihan, kata Yohanes, pihak sekolah melakukan pemantauan ketat akan waktu murid-muridnya bermain gim.
"Staf selalu memantau jam mereka in-game, banyak anak kita mendapatkan account dari sekolah di mana kita punya akses untuk parental control. Kalau dia terlalu banyak in-game, saya akan panggil," ungkapnya.
Keterangan gambar, Staf di SMA 1 PSKD memantau waktu bermain siswa secara ketat.
Yohanes menambahkan, pihak sekolah juga secara aktif menghindarkan siswa dari pelecehan di dunia maya—ia mengungkap bahwa program pembinaan eSports tidak lagi mendukung gim tembak-tembakan Point Blank karena lingkungan permainannya dinilai toksik.
Lalu bagaimana cara meyakinkan orang tua untuk mendukung anak mereka bermain gim di sekolah?
"Dengan data," kata Yohanes. "Saya tunjukan hasil-hasil penelitian kepada orang tua, kita tunjukan efek positifnya."
Dan di samping semua itu, sekolah menetapkan persyaratan prestasi yang bagus untuk mengikuti program pembinaan.
"Dan orang tua, selama nilai (anak) oke biasanya confident kalau anaknya aman," kata Yohanes.
Pilihan karier?
Bagaimanapun, atlet eSports Ilham Bahrul mengaku bahwa ia belum bisa menyarankan anak-anak muda Indonesia untuk menjadikan eSports sebagai cita-cita. Alasannya, tidak seperti di negara lain, di Indonesia belum cukup banyak akademi yang mendukung olahraga ini.
Kecuali, kata Ilham, kalau Anda memang berbakat dan didukung orang tua. "Kalau orang tua dari awal sudah mendukung, bisa men-support anaknya biar menjadi atlet eSports Indonesia," kata Ilham.
Lain halnya dengan Ericko Lim. Baginya, menekuni bidang yang disukai adalah keharusan—meski ia mewanti-wanti agar jangan memaksakan diri.
"Ketika tujuan lo enggak tercapai, dan lo berpikir ini limit lo, berhenti. Berarti lo enggak cocok. Lo pindah. Misalnya lo enggak cocok jadi pro-player, lo bisa jadi streamer, lo bisa jadi shoutcaster; pilihannya banyak," pungkasnya.
Asian Games 2018 menjadi untuk kedua kalinya Stadion Utama GBK menjadi tempat berlangsungnya ajang olahraga terbesar Asia setelah sebelumnya dilaksanakan pada 1962. Untuk persiapan, Stadion Utama direnovasi dengan anggaran Rp770 miliar.
Stadion Akuatik Gelora Bung Karno memiliki tiga kolam utama dan satu kolam pemanasan berstandar Olimpiade dari FINA (Federasi Renang Internasional) yang siap digunakan dalam Asian Games 2018.
Istora Senayan termasuk salah satu lokasi dalam Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno yang direnovasi untuk Asian Games 2018. Pembaruan dilakukan pada tempat duduk penonton di tribun, rangka jendela, tirai elektronik, daya lampu, dan teknologi.
Direnovasi sejak September 2016 dengan anggaran Rp92,8 miliar, lapangan indoor telah dilengkapi kursi, sistem pencahayaan 1.500 lux, papan skor dan sistem AC.
Lapangan Panahan di GBK termasuk salah satu area yang direnovasi menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, seperti dengan penambahan fasilitas layar raksasa, keran tempat minum, dan tempat latihan atlet.
Menjelang Asian Games 2018, pemerintah membangun stadion baru untuk bisbol di area kompleks GBK, Senayan. Asian Games 2018 akan menjadi pertama kalinya tim bisbol Indonesia, Laos dan Sri Lanka berkompetisi dalam cabang olah raga ini.
Hall Bola Basket menjadi satu dari dua lokasi tempat berlangsungnya kompetisi bola basket di Asian Games. Selain di hall ini, kompetisi juga akan diadakan di Istora Senayan khusus untuk babak semifinal dan final.
Lapangan hoki baru berukuran 100x63 meter persegi dengan rumput sintetis dan diterangi lampu arena berkapasitas 32.000 watt. Selain itu, terdapat juga fasilitas penunjang berupa ruang ganti, kantor, toilet, dan parkir.
Pertandingan Olah Raga
Hoki
Lapangan Rugby Gelora Bung Karno
Attribusi gambarGetty Images
Kapasitas: 256
Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270.
Lapangan rugby sevens termasuk salah satu fasilitas baru yang dibuat untuk mengakomodir penyelenggaraan Asian Games 2018. Rencananya akan ada 15 negara (11 tim laki-laki, 8 tim perempuan) yang bertanding dalam cabang olahraga ini di Asian Games.
Direnovasi sejak September 2016 dengan anggaran Rp92,8 miliar, lapangan tennis outdoor mendapat penambahan kursi, kapasitas sound system, dan kamera. Selain itu, bagian penonton yang asalnya adalah bangku panjang menjadi single seat.
Venue untuk kompetisi squash baru diputuskan dibangun pada Desember 2017. Lokasi ini dulunya adalah bekas gedung bulu tangkis yang kemudian direnovasi besar-besaran.
Pertandingan Olah Raga
Squash
Pondok Indah Golf
Attribusi gambarINASGOC
Jl. Metro Pondok Indah No.16, RT.1/RW.16, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310. Buka di Google Maps.
Venue ini diresmikan pada 17 Agutus 1976 dan pernah digunakan untuk kejuaraan Indonesia Open serta Kejuaraan Dunia pada 1983. Sejak 2015 tempat ini juga menjadi tempat digelarnya kejuaraan Junior Internasional.
Untuk merenovasi Velodrome Rawamangun demi memenuhi standar yang ditetapkan Komite Olimpiade Asia, PT Jakarta Propertindo selaku mitra pemerintah harus mengeluarkan biaya Rp665 miliar untuk renovasi.
Pertandingan Olah Raga
Sepeda (Trek)
BMX Track Pulomas
Attribusi gambarAntara
Kapasitas: 2,500
RT 6 / RW 13, Kayu Putih, Pulo Gadung, East Jakarta City, Jakarta 13210, Indonesia. Buka di Google Maps.
Track BMX jadi salah satu venue Asian Games yang mulai dibangun pada 2017. PB ISSI menyebut bahwa pembangun track BMX di Pulomas adalah Tom Ritz, yang juga membangun track BMX di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2018.
Pertandingan Olah Raga
Sepeda BMX (Freestyle)
Sepeda BMX (balap)
Jakarta International Equestrian Park
Attribusi gambarGetty Images
Jalan Pulo Mas Jaya, RT.1/RW.16, Kayu Putih, RW.16, Kayu Putih, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210. Buka di Google Maps.
Menjelang Asian Games 2018, Jakarta Equestrian Park siap menampung 156 kuda serta memiliki tribun utama empat lantai dengan desain modern untuk penonton. Lahan ini dibangun dengan total anggaran Rp 417 miliar.
Pertandingan Olah Raga
Berkuda (Tunggang Serasi)
Berkuda (Trilomba)
Berkuda (Lompat Rintangan)
Jakarta Convention Center
Attribusi gambarGetty Images
Jl. Gatot Subroto, RT.1/RW.3, Gelora, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270. Buka di Google Maps.
Bukan hanya sebagai lokasi kompetisi beberapa cabang olahraga, pemerintah akan menggunakan JCC sebagai pusat media Asian Games 2018. Kawasan dengan luas total 120.000 meter persegi itu dinilai mampu menampung ribuan media dari seluruh Asia.
Lokasi venue jetski di Pantai Indah Ancol pada lahan seluas 27.034 meter persegi. Total nilai kontrak pembangunan venue layar dan jetski Rp 172,57 miliar dan dimulai pembangunannya sejak Oktober 2017 lalu.
Pertandingan Olah Raga
Jet Ski
Marina Ancol
Attribusi gambarGetty Images
Kota Tua, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Buka di Google Maps.
Pembangunan venue layar berada di Pantai Ancol Barat dan menempati lahan seluas 13.890 meter persegi. Total nilai kontrak pembangunan venue layar dan jetski Rp 172,57 miliar dan dimulai pembangunannya sejak Oktober 2017 lalu.
Untuk menjadi tempat berlangsungnya Asian Games, Padepokan Pencak Silat Indonesia yang sebelumnya tanpa sistem tata udara menjadi bangunan tertutup dengan sistem tata udara yang baik, selain juga mendapat sistem tata suara sesuai standar penyelenggaraan event.
Venue voli pantai memiliki luas sekitar 8 hektare dan dilengkapi tribune penonton, dan lampu-lampu. Untuk membuat lokasi tersebut, sekitar 2.300 meter kubik pasir putih didatangkan dari Pulau Belitung.
Pembangunan venue bowling dilakukan tanpa biaya dari pemerintah, melainkan dari dana sosial korporat sebesar Rp 27 miliar. Ada 40 lintasan menggunakan peralatan teknologi terbaru XlII Edge dari American Machine and Foundry (AMF) yang disebut-sebut hanya ada di Dubai dan Azerbaijan, selain di Palembang.
Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.
Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.
Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.
Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.
Lapangan tenis ini sudah pernah digunakan untuk SEA Games, Islamic Games, dan Piala Davis, namun menghadapi Asian Games 2018, ada penambahan delapan lapangan tenis baru, sehingga total ada 16 lapangan tenis yang bisa digunakan. Ruang ganti serta toilet pemain juga ikut dibenahi dan ada penambahan pembatas lapangan.
Kano polo masuk pada cabang olahraga dayung, dan jenis kano. Olahraga yang dimainkan di kolam dengan kano ini populer di Eropa, tapi di Asia Tenggara baru dipertandingkan di SEA Games 2017.
Renovasi Stadion ini mencakup perbaikan tribun penonton dengan single seat, pergantian seluruh rumput lapangan, lintasan, dan kamar ganti sesuai standar yang ditetapkan Olympic Council of Asia.
Pertandingan Olah Raga
Sepak Bola Putri
Stadion Bumi Sriwijaya
Attribusi gambarGetty Images
Jalan Pom 9 Kampus, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Lorok Pakjo, Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30137. Buka di Google Maps.
Pemerintah mulai merenovasi bangunan yang berlokasi di Palembang itu sejak Juli 2017. Fasilitas yang dibenahi antara lain rumput lapangan, kursi penonton, hingga toilet.
Pertandingan Olah Raga
Sepak Bola Putri
Jawa Barat
Stadion Jalak Harupat
Attribusi gambarWikimedia
Kapasitas: 27.000
Soreang Simpang Selegong, Kopo, Kutawaringin, Bandung, Jawa Barat 40911, Indonesia. Buka di Google Maps.
Beberapa perbaikan yang dilakukan di stadion Persib dan Persikab Bandung ini termasuk penanaman rumput, drainase, penggantian kursi penonton, pemasangan turnstile, penggantian furnitur di ruang ganti pemain dan ofisial.
Pertandingan Olah Raga
Sepak Bola Putra
Stadion Pakansari
Attribusi gambarINSAGOC
Kapasitas: 30.000
Jl. Raya Gor Pekansari No.26, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16915, Indonesia. Buka di Google Maps.
Stadion ini nantinya akan digunakan untuk laga final cabang olahraga sepakbola pria. Dibangun pada 2014, stadion ini adalah 'rumah' bagi tim Persikabo. Sebelum renovasi, fasilitas seperti rumput stadion, lahan parkir, hingga ruang ganti pemain dinilai sudah cukup layak, namun untuk menghadapi Asian Games 2018 dilakukan beberapa pekerjaan tambahan seperti penomoran kursi penonton serta area khusus media.
Pertandingan Olah Raga
Sepak Bola Putra
Stadion Patriot Chandrabhaga
Attribusi gambarAntara
Kapasitas: 30.000
Jl. Jend. Ahmad Yani Blok A3 No.1, Kayuringin Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17144. Buka di Google Maps.
Sebanyak delapan negara di grup A yakni Indonesia, Hong Kong, Laos, China Taipei, dan grup B yaitu Thailand, Uzbekistan, Banglades, dan Qatar menggunakan stadion ini untuk babak penyisihan. Sejak diresmikan pada Maret 2014, stadion itu sudah digunakan untuk beberapa pertandingan sepak bola nasional maupun internasional. Beberapa fasilitas tambahan yang ada di stadion ini menjelang Asian Games termasuk media center, rumput stadion, tribun penonton, tiang gawang baru, serta papan skor digital.
Pertandingan Olah Raga
Sepak Bola Putra
Stadion Wibawa Mukti
Attribusi gambarTribun
Kapasitas: 28.778
Jl. Science Boulevard, Sertajaya, Cikarang Tim., Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia. Buka di Google Maps.
Stadion ini akan digunakan untuk pertandingan Grup D yang meliputi Jepang, Vietnam, Pakistan, Nepal. Persiapan yang dilakukan menghadapi Asian Games termasuk pencopotan 3.000 bangku stadion untuk memudahkan akses jalur penonton, perbaikan toilet dan plafon sesuai standar FIFA, dan tiang gawang baru sesuai standar FIFA.
Rencananya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan digunakan untuk stadion tambahan karena penambahan tim peserta cabang olahraga sepak bola putra dari 24 menjadi 32 tim.
Pertandingan Olah Raga
Sepak Bola Putra
Gunung Mas
Attribusi gambarINASGOC
Jalan Venue Paralayang, Tugu Selatan, Cisarua, Tugu Sel., Cisarua, Bogor, Jawa Barat 16750. Buka di Google Maps.
Gunung Mas menjadi salah satu area lepas landas selain Pasir Sumbul, sementara area pendaratan bagi paralayan terletak di Tugu.
Pertandingan Olah Raga
Paralayang
Arthayasa Stables
Attribusi gambarINASGOC
Jalan Bulak Tengki No.10, Kp Grogol, Limo, Grogol, Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16512. Buka di Google Maps.
Pemerintah mulai merenovasi bangunan yang berlokasi di Palembang itu sejak Juli 2017. Fasilitas yang dibenahi antara lain rumput lapangan, kursi penonton, hingga toilet.
Cabang olahraga sepeda gunung diikuti 33 negara dan dipusatkan di Desa Wisata Bunihayu, sementara rute balap jalan raya di Subang Kota ke arah Pantura melalui jalur Sadang dan kembali lagi ke Subang Kota. Menghadapi Asian Games, ada 4 kilometer jalanan Subang yang diperbaiki.
Pertandingan Olah Raga
Sepeda (Balap Jalan)
Sepeda (MTB)
Bendung Rentang
Attribusi gambarINASGOC
Jatitujuh, Pilangsari, Panongan, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45458. Buka di Google Maps.
Kano slalom sendiri adalah cabang olahraga dayung perorangan menggunakan perahu panjang sempit dengan halang rintang beragam. Panjang lintasan mencapai 450 meter, yang nantinya terbagi menjadi lintasan pemanasan dan perlombaan. Perlombaan ini akan digelar di Saluran Induk Cipelang, sementara saluran lainnya akan tetap berfungsi sebagai saluran irigasi.
Pertandingan Olah Raga
Kano/Kayak (Slalom)
GOR POPKI Cibubur
Attribusi gambarTribun
Jl. Karya Bakti, RT.8/RW.7, Cibubur, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13720. Buka di Google Maps.
GOR POPKI akan menjadi tempat pertandingan cabang olahraga handball yang diikuti oleh 16 negara untuk kategori pria dan 12 negara untuk kategori wanita dalam Asian Games 2018.