Belasan anak dipasung di AS: Mengapa sejumlah kejanggalan luput dari pantauan?

Sumber gambar, David-Louise Turpin/Facebook
Dari luar, pasangan suami istri David dan Louise Turpin mencerminkan keluarga Amerika yang bahagia. Bersama 13 anak, mereka bermukim di rumah pinggir kota yang apik, punya kendaraan bagus, dan beberapa kali pergi berlibur.
Namun, tampilan ceria dan bahagia tidak ditemukan tatkala kepolisian memasuki rumah mereka pada Minggu (14/01).
Di sana, aparat menemukan sejumlah anak "dipasung di ranjang dengan rantai dan gembok" dan mereka tampak "kekurangan gizi serta sangat kotor".
Kenyataan itu membuat sejumlah kalangan gagal paham, antara lain Kent Ripley yang berprofesi sebagai peniru Elvis Presley di Las Vegas.
Ripley adalah sosok yang menjadi pemimpin upacara sewaktu pasangan Turpin memperbarui ikrar setia sebagai pasutri.
Dalam acara itu, 13 anak mereka hadir memakai baju seragam dan tersenyum lebar seperti tampak dalam foto yang diunggah di media sosial.
"Bagaimana tampilan fisik anak-anak itu? Kurus, tapi tidak terlalu kurus. Saya pikir mereka sangat aktif sebagai keluarga," kata Kent Ripley kepada CBS News.
"Saya tidak mengira mereka tidak makan atau ada hukuman atau semacamnya. Mereka banyak senyum," tambahnya.

Sumber gambar, DAVID-LOUISE TURPIN/FACEBOOK
David dan Louise Turpin bahkan membubuhkan kesan mereka pada laman Elvis Chapel, tempat upacara ikrar setia berlangsung.
"Jika Anda berada di Vegas, pastilah ini kapel terbaik untuk menikah atau memperbarui janji setia," tulis mereka.
Senyuman yang diumbar anak-anak Turpin dan komentar positif pasutri tersebut membuat keluarga itu tampak biasa. Karena itu, Ripley bukanlah satu-satunya orang yang tak mampu melihat suatu kejanggalan pun.
Ivan Trahan, seorang pengacara yang menjadi kuasa hukum pasutri Turpin saat mereka mengajukan permohonan bangkrut kepada pemerintah pada 2011, juga tidak mendapat kesan aneh.
"Bagi saya dan istri saya, Nancy, yang bersama saya selama wawancara, kami selalu mengira mereka pasangan yang sangat ramah dan menyanjung anak-anak mereka," kata Trahan kepada Los Angeles Times.

Para tetangga mengaku tidak habis pikir ketika aparat menemukan anak-anak keluarga Turpin dipasung di dalam rumah. Apalagi, David Turpin terdaftar sebagai kepala sekolah Sandcastle Day School yang beralamat di rumah tersebut.
"Saya tidak percaya ini, saya tidak percaya ini. Sedih sekali," kata Jennifer Luna, tetangga keluarga Turpin, kepada CBS News.
Andrew Santillan, yang juga tetangga keluarga Turpin, berujar, "Saya sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Saya tidak tahu ada anak-anak di dalam rumah."
Bagaimanapun, keberadaan keluarga Turpin yang tidak mencolok sedikit membangkitkan kecurigaan di antara tetangga.
Nicole Gooding, yang telah bermukim di kawasan tersebut selama tiga tahun, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia pertama kali melihat keluarga Turpin dua bulan lalu manakala sang ibu membersihkan kebun bersama anak-anak.
"Saya tidak pernah melihat mereka, sampai hari itu," kata Gooding.
Beberapa tetangga lain mengaku jarang melihat anak-anak bermain di luar rumah.

Sumber gambar, Getty Images
'Bersekolah di rumah'
Tidak kalah terkejutnya adalah orang tua David Turpin, James and Betty Turpin. Kepada ABC News, mereka mengaku 'kaget dan syok' atas apa yang menimpa cucu-cucu mereka.
Mereka hanya mengetahui cucu-cucu mereka disekolahkan di rumah, namun mereka belum pernah berjumpa putra dan menantu dalam beberapa tahun terakhir—meski secara berkala berbicara melalui telepon.
Soal 13 cucu, James dan Betty mengatakan putra dan menantu mereka "mendapat panggilan dari Tuhan" untuk memiliki anak sebanyak mungkin.
Anak-anak tersebut, kata kakek dan nenek mereka, "bersekolah di rumah secara ketat" dan harus menghapal ayat-ayat yang panjang di dalam Alkitab. Beberapa anak bahkan berupaya menghapal seluruh isi kitab suci tersebut.
Meski demikian, Sandcastle Day School terdaftar dalam catatan sipil sebagai sekolah 'nonagama'.

Sumber gambar, David-Louise Turpin/Facebook
Tatkala James dan Betty terakhir berkunjung, empat atau lima tahun lalu, mereka menyadari cucu-cucu mereka "tampak kurus". Namun, mereka tampak sebagai "keluarga bahagia".
Pasutri David dan Louise Turpin telah bermukim di California sejak 2010. Sebelumnya, mereka tinggal di Texas selama bertahun-tahun.
David Turpin disebut memiliki pekerjaan dengan bayaran lumayan bagus sebagai ilmuwan di perusahaan teknologi dan aeronautika Northrop Grumman. Adapun Louise Turpin tercatat sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan.
Dengan anak sedemikian banyak, catatan sipil menunjukkan pengeluaran keluarga itu melebihi pendapatan.
Dokumend-dokumen pengajuan kebangkrutan memperlihatkan David Turpin memperoleh lebih dari US$140.000 (Rp1,8 miliar) pada 2011, namun pengeluaran keluarga itu melampaui gajinya hingga defisit US$1.000 (Rp13,3 juta) per bulan.
Namun, sebagaimana yang terjadi di dalam rumah, keluarga tersebut menyimpan kesulitan keuangan itu rapat-rapat, jauh dari pandangan publik.










