Polisi nyatakan serangan terhadap gadis berjilbab 'tak pernah terjadi'

Polisi Kanada menyebut dugaan penyerangan menggunakan gunting yang dilaporkan diderita seorang gadis berjilbab usia 11 tahun tidak pernah terjadi.

Gadis ini menjadi perbincangan pada pekan lalu setelah mengatakan bahwa ada seorang pria menghampirinya dan mencoba untuk menggunting jilbabnya.

Polisi Toronto mengatakan bahwa setelah diselidiki, insiden yang dikategorikan ujaran kebencian itu "tidak pernah terjadi'.

Investigasi ini menjadi pusat perhatian nasional, termasuk Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengekspresikan keprihatinannya via Twitter.

"Setelah investigasi mendetail, polisi menyimpulkan bahwa kejadian yang dijelaskan dalam rilis berita tidak pernah terjadi," sebut polisi dalam konferensi pers pada Senin pagi.

"Investigasi diakhiri."

Polisi menyebut mereka tidak lagi mencari tersangka dalam insiden ini

Dalam konferensi pers yang emosional pada Jumat lalu, Kawlah Noman ditemani oleh ibunya dan mengungkapkan bahwa dia dilanda ketakutan untuk pergi ke sekolah.

Siswa kelas enam ini menceritakan ketika sedang berjalan ke sekolah bersama adik laki-kalinya, tiba-tiba seorang pria muncul di belakangnya, melepas tudung jaketnya dan lantas memotong bagian bawah jilbabnya.

Dia langsung berbalik dan menjerit, pria itu pun melarikan diri. Namun, menurutnya, pria itu kembali beberapa saat kemudian dan terus menggunting jilbabnya.

Ibunya berkata kepada media bahwa insiden ini "ini (bagaikan) bukan (di) Kanada"