Menghujat aktris Pakistan yang merokok di depan umum dan standar ganda lain

Sumber gambar, TWITTER
Apakah semua pria bebas melakukan apapun, sementara kaum perempuan tidak bisa? Berikut ini ada tiga cerita yang menjadi topik pembicaraan di berbagai saluran media sosial Pakistan, yang memicu banyak pertanyaan tentang standar ganda dan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan di dunia maya.
Dalam hitungan minggu, banyak foto dan video yang beredar, mulai dari aktris Pakistan, ulama Muslim, dan seorang gadis remaja, kesemuanya menjelaskan apa yang oleh beberapa orang disebut keyakinan konservatif pada agama, dan kemunafikan dalam budaya Pakistan -bagaimana di Indonesia?
Aktris merokok
Pada akhir September, foto-foto aktris terkenal Pakistan, Mahira Khan dipublikasikan di sebuah situs gosip selebriti. Foto-foto yang konon diambil pada bulan Juli, menunjukkan Mahira Khan merokok di luar dengan pakaian tanpa lengan bersama lawan mainnya seorang pria India, Ranbir Kapoor.
Tak lama kemudian, foto-foto itu beredar di media sosial, dan banyak orang mencerca perilaku sang aktris.
"Di media sosial segala sesuatunya berada di luar kendali. Orang-orang menyerang Mahira Khan terkait pakaiannya, soal dia merokok, dan kemudian banyak orang marah karena dia bersama seorang bintang India," kata Tahir Imran, editor media sosial BBC Urdu.
Dalam beberapa jam, semua orang membicarakan Khan, beberapa orang menudingnya telah menghina Pakistan. Namun meski dihujani kritikan, ada sekelompok orang yang membelanya.
Salah satunya adalah aktor India, Ranbir Kapoor, yang terlihat bersamanya dalam foto yang beredar viral tersebut.
Dia menulis: "Sangat tidak adil bila dia dihakimi dan dicerca begitu. Yang juga menyedihkan di sini adalah penilaian dlam ketidaksetaraan: (dia diperlakukan begitu) hanya karena dia perempuan."
Kalangan lain yang bersuara untuk membela Mahira Khan adalah jurnalis Pakistan terkemuka, Asma Shirazi. Shirazi mengatakan kepada BBC Trending bahwa setelah mencuitkan pembelaannya terhadap Khan, dia sendiri dihujani kritikan di dunia maya.
"Saat saya mendengar ceritanya dan melihatnya pada tren teratas, saya bercuit di twitter untuk mendukungnya dan menunjukkan bahwa ini adalah kemunafikan. Jika perempuan yang merokok maka itu tidak pantas. Jika ada laki-laki yang merokok malah sebaliknya," tutur Shirazi.

Sumber gambar, PAUL J. RICHARDS
"Ini adalah standar ganda. Mereka pergi ke bioskop, mereka menonton filmnya, mereka mengaguminya dan senang melihatnya telanjang di film, tapi tidak tahan melihat foto dirinya dengan punggung terbuka dan merokok dengan aktor India, tambahnya.
Ulama bertelanjang dada
Tak lama setelah beredarnya foto-foto Mahira Khan, ada cerita lain yang berkembang, kali ini melibatkan seorang ulama terkenal.
Nouman Ali Khan tinggal di Texas. Video dan lembaga onlinenya, Bayyinah, memiliki jutaan pengikut di Pakistan dan tempat-tempat lainnya.
Ia dikenal dengan pandangan konservatifnya. Misalnya ia tidak setuju jika laki-laki dan perempuan berpegangan tangan di depan umum, dia pun menentang film-film yang bertema dewasa, dan menganjurkan para pengikutnya untuk menikah di usia muda.
Namun reputasinya dipertanyakan setelah seorang ulama dari Chicago, Omer Mozzafar mengatakan bahwa Khan "mengakui terlibat dalam hubungan yang tidak pantas dengan banyak perempuan," berbohong tentang mereka, dan mengancam akan memperkarakan jika ada yang membongkar perilakunya.
Menurut Navaid Aziz, seorang ilmuwan Islam, tuduhan-tuduhan ini tidak terkait pemerkosaan atau kekerasan seksual, namun "terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang."
Dalam beberapa jam, foto-foto Nouman Ali Khan yang bertelanjang dada beredar luas, berbarengan dengan tudingan yang menyebut bahwa dia mengirimkan foto itu kepada seorang perempuan yang tidak disebutkan identitasnya.
Dalam sebuah unggahan Facebook, Nouman Ali Khan menulis bahwa dia sudah bercerai sejak dua tahun, dan bahwa foto-foto itu dikirim kepada perempuan yang dia pertimbangkan untuk dinikahi. Dia juga berkilah bahwa sebagai manusia dia memang "tidak sempurna".

Sumber gambar, BAYYINAH
Melalui seorang pengacara, dia menyatakan menolak untuk berkomentar lebih lanjut kepada BBC Trending.
Berebeda dengan Mahira Khan yang dihujani cercaan dan makian habis-habisan, banyak para pengguna media sosial yang langsung membela Khan yang ini dan, ada pula yang malah mencerca orang-orang yang secara terbuka mengkritiknya.
Laila Alawa, seorang pengusaha media yang tinggal di AS, dan mengecam perilaku Khan, dan dia mengatakan dilecehkan secara online karena hal itu, terutama oleh para perempuan penggemar Khan.
"Orang-orang yang mendukung Khan menyerang saya dan menemukan data pribadi saya, media sosial saya dan menyerang saya," kata Alawa. "Saya merasa aneh melihat berbagai reaksi fanatik dari para pendukungnya dan fakta bahwa banyak orang menyerang saya secara pribadi. Cercaan paling pedas datang dari para perempuan penggemar yang sangat percaya kepadanya."
Menurut wartawan BBC Tahir Imran, berbagai reaksi kontras terhadap Nouman Ali Khan dan Mahira Khan bukan hanya merujuk pada standar ganda yang seksis, tetapi juga terhadap profesi.
"Jika dia adalah bintang film atau aktor TV, urusannya lain. Tapi dia seorang ulama, jadi ada persepsi bahwa dia orang yang saleh, jadi banyak orang kukuh mengatakan bahwa gambar itu sekadar hasil photoshop."
Menyalahkan gadis remaja
Kasus ketiga ini menimbulkan lebih banyak lagi hujatan. Sebuah video, yang menurut Tahir Imran telah beredar luas di Facebook dan Twitter di Pakistan, menunjukkan seorang gadis remaja yang diduga dicolek oleh seorang pria yang lebih tua saat sedang berbelanja.
BBC Trending sendiri belum melihat video tersebut, karena sudah dihapus dari Twitter aslinya, dan kami belum bisa mengidentifikasi dari mana klip itu berasal atau pria yang muncul di dalamnya.
BBC Urdu mengatakan belum ada informasi lebih lanjut apakah ada proses hukum atau investigasi terkait video tersebut. Tapi komentar-komentar pedas justru dialamatkan kepada si gadis itu, bukan pada pria yang mencoleknya.
"Banyak orang mengatakan 'oh, dia mengenakan baju tak berlengan, dia tidak berpakaian sopan'," kata Tahir Imran.
"Jika Anda melihat reaksi awal dan jika kita berbicara luas tentang hal itu, ternyata kebanyakan orang justru menyalahkan gadis itu: cara dia berpakaiannya dll, dibanding dengan pria yang menjamahnya," katanya.
Wartawan Pakistan Shaista Aziz adalah salah satu yang menentang keras. Aziz mengunggah tulisan yang tersebar luas di media sosial, dia menyoroti orang-orang yang menyalahkan gadis remaja dalam video tersebut.
"Di Pakistan, para perempuan dan gadis-gadis remaja adalah pihak yang disalahkan jika menarik perhatian kaum pria, semua pria. Tak peduli berapa usia gadis-gadis muda itu," tulisnya.
Jadi pelajaran apa yang bisa ditarik dari ketiga kasus di atas?
Di satu sisi ada upaya masyarakat untuk menjadi polisi terhadap gadis-gadis muda, dan menghakimi mereka dengan standar yang tidak diterapkan pada pria, kata Tahir Imran. Tapi di sisi lain, ada prlawanan di dunia maya, baik laki-laki maupun perempuan, yang lantang bertarung melawan apa yang mereka sebut sebagai standar ganda.









