Elvis Presley, 40 tahun meninggal tapi tetap raup ratusan miliar per tahun

Sumber gambar, Getty Images
Musisi Elvis Presley sudah lama meninggal dunia. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 16 Agustus 1977 karena serangan jantung pada usia 42 tahun.
Meski demikian, ia tetap mampu meraup pendapatan dan pada 2016 mencatat penerimaan US$27 juta atau sekitar Rp361 miliar dan menjual satu juta album, menurut data yang dikumpulkan majalah Forbes.
Elvis juga menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan bagi sejumlah penggemarnya yang memanfaatkan namanya untuk menjual memorabilia dan hal-hal lain yang terkait dengan penyanyi asal Amerika Serikat tersebut.
Di antaranya adalah sandwich, yang terdiri dari dua roti goreng, daging babi asap, pisang goreng, dan olesan selai buah serta selai kacang, yang merupakan sandwich kesukaan Elvis.
Museum Elvis Graceland Randers di Denmark utara menjual 11.000 sandwich ini tahun lalu kepada para pengunjung. Satu sandwich dijual US$10,90 atau Rp145.000 sedangkan tiket masuk museum ini Rp210.000 untuk dewasa.
Anda bisa membayangkan pemasukan yang didapat jika jumlah pengunjung rata-rata mencapai 150.000 orang per tahun.
Museum yang dibuka pada 2011 ini dibangun oleh penggemar fanatik Elvis, Henrik Knudsen (53 tahun), yang sengaja membangun replika rumah Elvis agar 'legenda Elvis tetap hidup sepanjang masa'.
Tersandung masalah hukum
Antusiasme yang tinggi untuk merawat warisan Elvis membuatnya diangkat sebagai warga kehormatan Memphis, kota kelahiran Elvis. Ia sendiri telah berkunjung ke rumah Elvis di Memphis lebih dari 100 kali.

Sumber gambar, Helen Soteriou
"Saya berusia 13 tahun ketika Elvis meninggal dunia... saya tak ingat apakah ketika itu saya terpukul, namun saya tahu ini bukan kejadian biasa," kata Knudsen.
Biaya pembuatan museum mencapai £2,8 juta, yang mencakup pembuatan rumah, museum di lantai bawah tanah, ruang serba guna, kantin, dan toko suvenir. Museum ini sangat populer dan hanya dalam kurun enam tahun Knudsen berhasil mengembalikan uang investor.
Tapi tak semua orang senang dengan prakarsa Knudsen, di antaranya organisasi Elvis Presley Enterprises, yayasan yang mengurusi semua hal tentang Elvis, baik aset maupun merek dagangnya.
Pada Desember 2015, Knudsen mencapai kesepakatan untuk mengubah nama museum dari Graceland Randers menjadi Memphis Mansions.
Yang juga meraup pendapatan dari Elvis adalah pria Inggris bernama Sid Shaw, pemilik situs Elvisly Yours, yang menjual memorabilia kepada penggemar Elvis di lebih dari 50 negara.

Sumber gambar, PA
Shaw antara lain menjual cangkir, perhiasan, majalah, buku, poster, gambar tempel, dan kacamata ala Elvis.
Pria asal London ini mendirikan perkumpulan penggemar pada 1978, setahun setelah kematian Elvis. Ia bahkan pernah mendaftarkan merek dagang Elvis tapi ditolak saat itu dengan alasan terlalu umum. Kemudian ia mendaftarkan Elvisly Yours sebagai merek dagang yang ternyata bisa diterima.
Selain Elvisly Yours, ia juga pemegang 38 merek dagang lain yang terkait dengan nama Elvis.










