You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Pagelaran mode London Fashion Week tampilkan busana unisex
Pagelaran mode dunia London Fashion Week secara tradisional biasanya hanya diperuntukkan bagi para perempuan, namun dalam pagelaran kali ini ada tujuh peragaan yang menampilkan busana pria.
Sepertinya saat ini dunia mode Inggris tengah melewati sebuah revolusi gender.
BBC Newsbeat menemui para perancang busana yang mempelopori gagasan tersebut.
Para pelopor
J. W. Anderson
Desainer kelahiran Irlandia Jonathan Anderson, mulai merintis merek J. W. Anderson sebagai busana pria pada tahun 2008, sebelum meluncurkan koleksi busana perempuan pertama dua tahun kemudian.
Ia merancangnya dengan gagasan bahwa laki-laki bisa meminjam pakaian dari perempuan dan begitupun sebaliknya.
"Gagasan ini adalah sesuatu yang kami tampilkan pada setiap musim," tuturnya kepada Newsbeat di belakang panggung acara London Fashion Week.
"Kami akan merancang busana pada pria dan melakukan hal yang sama untuk perempuan. Mereka sama, tapi pada seorang laki-laki dan seorang perempuan bisa menjadi hal yang berbeda."
Di dunia mode, Anderson dipandang oleh banyak orang sebagai salah seorang pelopor yang melakukan pendekatan unisex ini tahun lalu.
Meski sekarang ia menampilkan koleksi busana perempuan dan pria secara terpisah, ia mengatakan tidak ingin mendikte siapa harus mengenakan apa.
"Saya bisa memberi Anda gambaran tentang bagaimana saya melihatnya baik pada laki-laki maupun perempuan, tapi saya tidak akan memberitahu apakah itu untuk laki-laki atau perempuan."
Nicola Formichetti
Direktur artistik merek Diesel dan pendiri busana unisex Nicopanda, Nicola Formichetti--yang juga penata gaya Lady Gaga selama tiga tahun (ya, ia yang merancang atas gaun daging yang dikenakan Lady Gaga).
"Fesyen selalu berbicara soal percampuran gender, tapi sekarang hal itu menjadi sebuah pokok persoalan," jelasnya pada Newsbeat.
"Sekarang ada produk-produk seperti celana jins, hoodies dan jaket militer yang menjadi sangat sangat unisex."
Ia pikir para desainer mempunya sebuah "kewajiban" untuk menciptakan busana yang membuat setiap gender merasa nyaman.
"Kami memiliki suara dan kami perlu menggunakannya."
Para perancang aliran tradisionalis yang menciptakan perubahan
Julien Macdonald
Gaun bola bertabur payet ciptaan Julien Macdonald merupakan busana favorit bagi beberapa perempuan glamor di dunia, di antaranya penyanyi Beyonce dan model Gigi Hadid.
Beberapa kalangan di dunia mode terkejut saat ia meluncurkan koleksi busana pria pada tahun 2015.
Dan di pagelaran London Fashion Week ini, para model laki-laki berjalan bersama perempuan dalam padu padan jaket payet ketat dan bodysuits lycra - penampilan yang secara tradisional dianggap sangat feminin.
Ia mengutarakan laki-laki menjadi lebih nyaman bereksperimen dengan cara mereka berpakaian.
"Kita hidup dalam sebuah komunitas metroseksual," katanya kepada Newsbeat.
"Ketika Anda melihat pacar Anda keluar dengan gaun yang menakjubkan, Anda berpikir, 'Saya ingin terlihat sama baiknya sepertimu," jadi laki-laki pun ingin bersenang-senang.
"Tak ada seorang peduli jika Anda terlihat seperti seorang gay - Anda tahu apa? Sekarang semua orang punya komunitas campuran teman dan tidak ada masalah.
Generasi baru
Robert Sanders and Oliver Thame
Robert dan Oliver merupakan desainer pakaian pria yang menampilkan koleksi debut mereka sebagai bagian dari acara Central Saint Martins MA di London Fashion Week.
Robert Sanders, 25 tahun, menggunakan lapisan kain daur ulang untuk membuat tunik, rok dan celana pendek yang menggantung di atas para modelnya dengan cara androgini.
"Saya tumbuh dengan mengenakan baju ibu saya, dan mendapatkan umpan balik negatif dari orang-orang," katanya kepada Newsbeat.
Koleksi Oliver Thame ini menampilkan busana dengan cetakan tebal berkesan tabrakan, dipadukan dengan atasan dengan out cut yang memperlihatkan torso model laki-lakinya.
"Saya menampilkannya pada laki-laki, tapi saya merasa hal seperti itu bisa ditampilkan sama baiknya pada perempuan," kata desainer berusia 25 tahun ini.
"Saya pikir dewasa ini, adakah sesuatu yang benar-benar menunjukan fesyen gender tertentu ?"