Pria pencipta 'alien' yang sebenarnya

giger

Sumber gambar, HR GigerCourtesy of Taschen

HR Giger menggambar dari setan masa lalu untuk menciptakan gambaran masa depan yang tidak menyenangkan. Penulis dan kritikus Andreas J Hirsch mengkaji bagaimana seniman Swiss ini memadukan manusia dan mesin.

Pada musim semi tahun 1978, setelah baru saja berusia 38 tahun, seniman Swiss, HG Giger, menulis di buku hariannya, “18 Mei, 1978. Pekerjaan film terus berjalan. Pembuatan pesawat angkasa luar hampir selesai. "

"Kelihatan bagus, model kecil lingkungan dan pintu masuk pesawat angkasa luar sudah dibuat. Orang yang membuat ini tidak mengetahui apapun tentang arsitektur saya. Saya katakan mereka seharusnya membuat kerangka dan model dari plasticine…”

Dimulai di Alien

giger

Sumber gambar, HR GigerCourtesy of Taschen

Keterangan gambar, Giger memamerkan alat membunuh sebagai instrumen melahirkan di Gebärmaschine (Mesin Kelahiran), 1967, untuk menjawab kekhawatiran akan kelebihan penduduk (Credit: HR Giger/Courtesy of Taschen).

Saat itu HR Giger sudah menjadi pelukis sukses yang pandangan suramnya lewat gaya yang dinamakannya sebagai biomechanics banyak tersebar dalam bentuk poster populer pada tahun 1960-an, format yang lebih besar lewat buku bergambar Necronomicon yang dia rancang sendiri, dan kulit muka album Emerson, Lake & Palmer, Brain Salad Surgery, tahun 1973.

Tetapi proyek yang dilakukannya sekatang akan membuatnya menjadi tokoh kultus dunia dan pemenang Oscar.

Sutradara Ridley Scott mengontrak Giger untuk menciptakan sebuah monster di film Alien. Seniman itu pergi ke Shepperton Film Studios dekat London untuk menciptakan rancangannya bagi dunia mahluk asing dengan menggunakannya tangannya sendiri.

  • <link type="page"><caption> Jatuhnya Suharto dan perubahan industri film Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/10/161020_vert_cul_film_indonesia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Film The Girl on the Train 'lebih buruk' daripada novelnya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/10/161017_vert_cul_film" platform="highweb"/></link>

Satu lukisan langsung meyakinkan Scott untuk melibatkan Giger dalam menciptakan mahluk alien: Necronom IVV (1976).

Karyanya memperlihatkan tubuh bagian atas yang tidak terlalu mirip manusia. Tengkoraknya diperpanjang, wajahnya hanya berupa gigi telanjang dan mata mirip serangga.

Belalai muncul dari leher dan punggungnya didominasi selongsongan dan ekor reptil. Untuk menjadikan mahluk ini menjadi monster di film, seniman ini harus mematuhi perubahan rumit.

giger

Sumber gambar, HR GigerCourtesy of Taschen

Keterangan gambar, Ridley Scott mengatakan ‘seni Giger merasuk ke jiwa kita, menyentuh insting dan ketakutan paling dalam”. (Credit: HR Giger/Courtesy of Taschen).

Giger menciptakan “sejarah alam” lengkap alien berdasarkan naskah film, yang pada akhirnya menghasilkan monster. Proses ini menghasilkan pesona dan kemuakkan. Monster Giger mewakili titik balik fiksi ilmiah dan film horor. Alien membawa bentuk kehidupan kehidupan mati dari angkasa luar yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

Karya Giger meninggalkan jejak di banyak hal, lukisan dan film, kulit muka album dan budaya tato, selain fiksi ilmiah dan fantasi.

Mirip Rosetta Stone yang memadukan berbagai bahasa yang masih harus diungkap kodenya. Karya yang sangat padat dengan mahluk dari masa depan pasca manusia, selain melebihi pandangan umum realita dan kaya akan simbol, bentuk dan tema dari sejumlah tradisi, yang juga menuntut pemahaman dengan melibatkan interpretasi dari alkimia, astrologi dan sesuatu yang magis.

giger

Sumber gambar, HR GigerCourtesy of Taschen

Keterangan gambar, Giger memasukan simbol sihir di karyanya seperti The Spell II, 1974, yang menampilkan manusia_kambing Baphomet (Credit: HR Giger/Courtesy of Taschen).

Keragamannya dengan mudah dapat memenuhi seluruh isi perpustakaan, ‘Bibliotheca gigeriana’, pelukis, pemahat, pembuat film dan perancang HR Giger.

HR Giger dilahirkan pada tahun 1940 di kota kecil Chur, Graubünden, Swiss. Sejumlah laporan menyebutkan saat masa kecilnya sudah terdapat sejumlah hal yang menentukan kehidupannya kemudian. Di rusun orangtuanya, dimana ayahnya memiliki apotek di lantai bawah, dia membuat kereta setan.

Kelompok yang ingin ditujunya kebanyakan adalah anak perempuan yang menarik perhatian Hans Ruedi. Saat yang lainnya di gereja pada Minggu pagi, dia berada di lantai bawah museum setempat untuk melihat mumi putri Mesir yang dipamerkan disana dan berdiri di sampingnya dengan perasaan takut dan terpaku.

Ketika sebuah perusahaan obat memberikan tengkorak manusia ke bapaknya, anak laki-lakinya merenggutnya dan menyeretnya di jalan-jalan Chur dengan menggunakan seutas tali.

Lahirnya biomechanics

Karya permulaan Giger berhubungan langsung dengan ketakutan umum saat itu.

Dunia nyaris mengalami perang nuklir terkait penempatan senjata nuklir Soviet di Kuba dan negara netral Swiss yang sedang mengerjakan program senjata nuklirnya.

Kemungkinan adanya bencana nuklir sangat mungkin terjadi. Dalam beberapa karyanya, Giger merancang skenario pasca kiamat keadaan setelah perang nuklir.

giger

Sumber gambar, HR GigerCourtesy of Taschen

Keterangan gambar, Scott memandang seni Giger adalah “kelompok tersendiri” sejajar dengan kekuatan Hieronymus Bosch dan Francis Bacon terkiat dengan “kekuatannya dalam memprovokasinya” (Credit: HR Giger/Courtesy of Taschen).

Masalah lain yang banyak dibicarakan seperti ancaman lonjakan penduduk dunia dan kemajuan mesin dan otomatisasi berbagai sisi kehidupan juga muncul dalam karyanya.

Atomkinder (Atomic Children, 1967-68) memperlihatkan tiga badan pasca manusia pada latar belakang buatan penuh hiasan.

Pada keseluruhan bagian atas lukisan dipenuhi ‘matahari’ atomik, di depan dua mahluk dua kaki.

Giger menempatkan mutasi, akibat jangka panjang radiasi nuklir di tingkat genetis, pada inti gambarnya.

Dua tubuh mirip kembar dempet, tetapi mereka adalah dua mahluk terpisah yang menyentuh masing-masing lewat ujung bahunya karena mereka memerlukan yang lainnya agar dapat berjalan tegak.

Mereka tidak lagi memiliki tangan, tetapi topeng dan pipa menjadi bagian tidak terpisahkan tubuh mereka. Pipa tersebut terhubung dengan dasar punggung mereka yang terbuka sehingga sepertinya sudah ada di meja otopsi.

  • <link type="page"><caption> Apakah seni modern bagian dari senjata CIA?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/10/161016_vert_cul_cia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Apakah lukisan ini bisa berarti apa pun sesuai keinginan kita?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/10/161016_vert_cul_monalisa" platform="highweb"/></link>

Sedikit daging menutupi kerangka dan antena muncul dari tengkorak. Mahluk ketiga, nyaris tidak memiliki badan, dilengkapi kaki, duduk di tanah, belalai dari punggung memasuki lubang di lantai.

Matahari nuklir besar memiliki banyak bagian yang menyinarkan radiasi ke berbagai arah. Salah satunya memasuki tube seperti yang dimililiki mahluk ini.

Pipa kadang menghilang ke tanah atau ke mahluk keempat yang tidak begitu jelas. Dua anak nuklir yang mendominasi lukisan menatap ke arah yang berbeda.

Tidak terlihat isyarat bencana atau kepanikan pasca kiamat, anak nuklir jelas-jelas telah melewati perasaan seperti itu.

giger

Sumber gambar, HR GigerCourtesy of Taschen

Keterangan gambar, Mahluk biomekanikal Giger mengisyaratkan masa depan dimana tubuh kita bergantung pada mesin agar dapat bertahan hidup, seperti pada Cthulhu (Genius) III, 1967 (Credit: HR Giger/Courtesy of Taschen).

Permukaan bumi, kalau memang itu, telah diabstraksi menjadi geometri murni, tidak lagi terdapat pemandangan yang kita kemungkinan kita kenal.

Disinilah HR Giger mengembangkan yang kemudian dia namakan sebagai “gaya biomekanikal” gabungan unsur biologis dan mekanis manusia dan mesin kedua pada tingkat faktual dan metafora.

Pandangan ini menyambut gelaja cyberculture, terutama tubuh cyborg, yang melebihi pandangan menggunakan teknologi untuk mengatasi masalah manusia. Seniman ini menciptakan bentuk keberadaan, dimana tidak terdapat unsur utopia, tetapi lebih mewakili kesuraman.

Meskipun demikian, Giger pada saat yang sama menggambarkan biomekanika sebagai “gabungan harmonis teknologi, mekanika dan mahluk hidup”.

Karena adanya adegan mengancam, kemungkinan bertentangan dengan keharmonisan, tetapi ini diciptakan kedamaian yang membedakan karakternya.

Penampilan tenang dan seimbang terkait dengan konsep keindahan yang tidak berhubungan dengan estetika pra-modern seni, tetapi sangat berhubungan dengan zaman modern mekanis dan tahan perang. Giger berulangkali menekankan adalah suatu kesalahan hanya melihat keburukan di lukisannya karena karyanya juga berisi ke-elegan-an, suatu hal yang dipentingkannya.

Apapun bentuk rincinya, horor dan keindahan tidak bisa dipisahkan dari karya HR Giger, sama seperti kemuakan dan pesonanya.