Pertamina hapus Pertalite dan Pertamax tahun depan, empat hal yang perlu Anda ketahui

harga pertalite

Sumber gambar, ANTARAFOTO/Indrianto Eko Suwarso

Keterangan gambar, Petugas bersiap melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Green 95 saat peluncuran BBM tersebut di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (24/7/2023).

PT Pertamina (Persero) berencana menghapus Pertalite dan Pertamax mulai 2024 mendatang sebagai langkah yang disebut "menurunkan karbon emisi".

Berikut hal-hal yang sejauh ini diketahui dari keterangan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR bidang energi pada Rabu (30/08) terkait rencana penghapusan Pertalite dan Pertamax.

Mengapa Pertalite dan Pertamax dihapus 2024?

Ini merupakan lanjutan dari Program Langit Biru yang ditandai pengenalan Pertalite pada 2015 silam. Pada saat itu Pertalite dicanangkan menggantikan Bensin Premium sebagai BBM Bersubsidi-dan berlaku sampai sekarang.

Pergantian produk ini juga mengubah penggunaan BBM bersubsidi secara nasional dari RON 88 menjadi RON 90.

Baca Juga:

"Nah, ini kita lanjutkan sesuai dengan rencana adalah Program Langit Biru Tahap II di mana BBM subsidi kita naikkan dari RON 90 ke RON 92, karena aturan KLHK itu menyatakan Octan Number yang boleh dijual di Indonesia itu minimum 91," kata Nicke.

Dengan kata lain, pada 2024 mendatang BBM bersubsidi yang dijual di SPBU setara dengan kualitas Pertamax saat ini, yaitu RON 92.

Apa pengganti BBM bersubsidi Pertalite?

"Kita sebut Pertamax Green 92," kata Nicke.

Pertamax Green 92 merupakan campuran bensin dengan RON 90 (kualitas Pertalite saat ini) dengan 7% etanol.

Etanol atau disebut sebagai alkohol absolut berfungsi untuk meningkatkan oktan pada bahan bakar. Bahan baku etanol bisa berasal dari makanan kaya karbohidrat seperti tebu, singkong, jagung, dan ubi jalar.

harga pertalite

Sumber gambar, OLHA MULALINDA/ANTARAFOTO

Keterangan gambar, Antrean BBM di Papua Barat Daya

Campuran BBM dengan etanol ini adalah hal baru, karena sebelumnya Pertalite (RON 90) merupakan campuran 50% bensin premium (RON 88) dan 50% Pertamax (RON92).

"Jadi ini sudah sangat pas, dari sisi aspek lingkungan bisa menurunkan karbon emisi, kedua, mandatory bioetanol ini bisa kita penuhi. Ketiga, kita menurunkan impor gasoline," kata Nicke.

Lalu, produk BBM apa saja yang akan dijual Pertamina?

bbm, premium

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia meminta agar penghapusan Premium dan Pertalite tidak dilakukan secara bersamaan mengingat masyarakat kelas menengah ke bawah tidak bisa langsung "lompat ke Pertamax."

Di luar produk solar, tahun depan Pertamina hanya menyediakan tiga produk bensin: BBM bersubsidi Pertamax Green 92, dan BBM non-subsidi yaitu Pertamax Green 95 (RON 95) dan Pertamax Turbo (98).

"Pertamax Green 95 mencampur Pertamax (RON 92) dengan 8% etanol... Jadi ada dua Green Gasoline. Green energy. Low carbon yang akan menjadi produk dari Pertamina," tambah Nicke.

Bagaimana cara memuluskan rencana ini?

harga pertamax

Sumber gambar, Maulana Surya/ANTARAFOTO

Keterangan gambar, Petugas SPBU berbusana adat saat melayani pengisian bahan bakar minyak di SPBU Plesungan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (17/8/20023)

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati meminta dukungan pemerintah dan DPR membebaskan pajak impor etanol. Sejauh ini, etanol masih belum bisa diproduksi dalam negeri.

"Sambil menunggu investasi bioetanol ini terjadi dalam negeri, harus impor dulu. Tapi itu tidak masalah, kenapa? Karena kita sekarang impor gasolin, kita mengganti saja impor gasolin dengan impor etanol, di mana ini secara emisi lebih baik," kata Nicke.

Dalam responsnya Komisi VII DPR sepakat mendukung Pertamina.

"Komisi VII DPR RI mendukung usulan Dirut PT Pertamina (Persero) agar dilakukan evaluasi terkait pembebasan cukai untuk bioetanol fuel grade skala nasional untuk mendukung implementasi biogasoline dalam rangka mengurangi emisi karbondioksida (CO2) di Indonesia," tulis salah satu keputusan rapat DPR Komisi VII.