Kebakaran Lapas Tangerang: Dua napi meninggal di RS dalam sehari, korban tewas bertambah lagi menjadi 48 orang

Sumber gambar, ANTARA FOTO
Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang pekan lalu kembali bertambah, sehingga totalnya menjadi 48 orang.
Pihak RSUD Kabupaten Tangerang mengungkapkan pada hari Senin (13/9) ada dua napi yang meninggal setelah menderita luka berat.
Menurut Kepala Instalasi Hukum, Publikasi, dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani, dua korban yang meninggal pada Senin malam itu berinisial M (44) dan I (27).
Dengan luka bakar sekitar 25%, M meninggal setelah kondisinya menurun usai menjalani operasi tahap kedua pembersihan luka dan pengangkatan jaringan yang terbakar untuk meringankan peradangan.
Selang satu jam kemudian, I meninggal setelah menderita trauma inhalasi dengan luka bakar 98%, ungkap Hilwani, seperti dilansir Kompas.com.
Awalnya, ada 10 napi korban kebakaran lapas yang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang sejak 8 September lalu. Kini tinggal tiga napi yang masih dirawat di rumah sakit tersebut, setelah tujuh lainnya meninggal dunia dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga:

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Fauzan
Sebelumnya pada Rabu (8/9), atau hari terjadinya kebakaran, jumlah korban tewas sebanyak 41 orang - termasuk dua warga negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.
Lalu beberapa hari kemudian jumlahnya bertambah setelah beberapa korban yang dirawat di rumah sakit tutup usia akibat luka bakar yang mereka derita.

Pada Kamis (9/9) tiga napi yang sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang meninggal dunia. Ketiganya berinisial A, H, dan T, yang masing-masing memiliki kadar luka bakar yang berbeda-beda, sehingga saat itu total korban meninggal menjadi 44 orang.
Lalu pada Sabtu (11/9), seorang napi lagi meninggal. Menurut Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani, napi itu berinisial H (42). Mendiang menderita luka bakar hingga 63%, sebagaimana dilaporkan Kompas.com,. Kala itu, total korban tewas menjadi 45 jiwa.
Jumlah korban bertambah satu lagi menjadi 46 orang dengan meninggalnya T pada Minggu malam (12/9). Keesokan harinya, Senin malam (13/9), meninggalnya M dan I di rumah sakit yang sama menambah korban tewas menjadi 48 orang.
Harap tunggu
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa sejak berdiri selama 49 tahun Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya.
Ini terkait dengan pernyataan sebelumnya dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, namun ini masih harus diselidiki lebih lanjut.
"Lapas Kelas I Tangerang dibangun tahun 1972. Sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya tapi instalasi listrik masih tetap," kata Yasonna dalam jumpa pers di Tangerang Rabu (8/9).

Sumber gambar, AFP/Getty Images
Yasonna melanjutkan, dugaan sementara seperti disampaikan Kapolda Metro Jaya tadi adalah karena masalah arus pendek. Namun demikian Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut.
Yasonna juga mengakui bahwa Lapas Tangerang ini sudah kelebihan kapasitas 400%, saat ini dihuni 2.072 orang.

Sumber gambar, BBC Indonesia
Bagaimana kronologinya?
Yasonna mengungkapkan bahwa kebakaran mulai terjadi pada pukul 01.45 WIB di blok C2. Di blok itu terdiri dari beberapa kamar yang dikunci.
Petugas pengawas melihat ada api dan langsung menghubungi pemadam kebakaran. Selang 13 menit kemudian pemadam kebakaran datang. Tidak sampai 1,5 jam api bisa dipadamkan.
Terkait banyaknya korban jiwa, Yasonna mengungkapkan bahwa itu karena api menyebar dengan cepat dan kamar-kamar terkunci.
"Oleh karena api yang cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang begitu cepat. Kenapa dikunci? Itu sesuai protap lapas bahwa kamar harus dikunci," ujarnya.
Menurutnya, 40 orang meninggal di tempat, 1 dalam perjalanan ke rumah sakit, dan 75 selamat langsung dievakuasi. Beberapa kamar sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibuka karena petugas tidak mampu menerjang api.
"Kita mencoba memadamkan api menggunakan APAR, tapi tidak cukup karena api sudah membesar. Saya sudah lihat kondisinya seperti apa," ujar Yasonna.

Sumber gambar, Antara Foto

Sumber gambar, Antara Foto

Sumber gambar, AFP/Getty Images
Jenazah korban sulit dikenali
Dia mengatakan bahwa kepolisian memeriksa TKP dan mengidentifikasi jenazah melalui bantuan Inafis Mabes Polri di RS Polri. "Keluarga korban kiranya dapat bekerja sama dengan Inafis melalui cek DNA.
"Kondisi jenazah sudah sulit dikenali," ujar Yasonna.
Di antara para korban, terdapat dua warga negara asing, yaitu asal Portugal dan Afrika Selatan. "Kami sudah kerja sama dengan Kanwil dan Kedubes Portugal dan Afrika Selatan," kata Yasonna.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya mengungkapkan para korban yang meninggal dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUP Sitanala. Korban luka berat ada delapan orang. Sedangkan yang luka ringan 72 orang.
Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.50 WIB di blok C.
"[Korban meninggal] semua warga binaan," kata Rika kepada BBC News Indonesia.

Sumber gambar, Antara Foto
Kelebihan kapasitas
Sebelumnya, Rika kepada para wartawan mengakui bahwa blok itu sudah kelebihan kapasitas. Menurutnya blok itu sedianya untuk 40 napi. Namun blok itu dihuni 120 orang.
Kelebihan kapasitas tak hanya di blok tersebut, tapi juga secara keseluruhan di Lapas Kelas 1 Tangerang.
"Kondisi lapas tentu over-kapasitas yang harusnya 900 (orang), saat ini diisi 2.069 orang," ujar Rika dalam tayangan Kompas TV, Rabu (08/09).
"Tentunya memang tidak bisa dijadikan alasan, tetapi itulah tantangan yang harus kami hadapi," ucap dia.
Dia juga mengungkapkan penyebab kebakaran masih sedang diselidiki lebih lanjut.
"Saat ini konsentrasi kami adalah pada warga binaan dan pemulihan kondisi Lapas. Kami harus jaga kondisi Lapas Tangerang agar tetap kondusif," ujar Rika.
Dia juga menganjurkan kepada keluarga napi yang ingin mengetahui keadaan kerabatnya di Lapas Tangerang agar menghubungi nomor hotline call center.
"Kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi kerabatnya, silakan hubungi nomor 0813 83557758," kata Rika.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.










