Djarum Foundation dan KPAI berdamai, audisi beasiswa bulutangkis berlanjut

Sumber gambar, Antara/IDHAD ZAKARIA
Djarum Foundation dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akhirnya berdamai terkait dengan Audisi Beasiswa Bulutangkis. Kedua pihak menyatakan menyadari perlunya proses pembibitan atlet bulutangkis nasional.
Salinan kesepakatan yang didapatkan BBC News Indonesia memuat kesepakatan, antara lain: PB DJarum mengubah nama "Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019" menjadi "Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis" tanpa logo, merek dan brand image Djarum.
Selain itu, KPAI sepakat mencabut suratnya tentang penghentian Audisi Djarum tertanggal 29 Juli 2019.
- Dilema penghentian audisi beasiswa bulutangkis Djarum: Antara 'eksploitasi anak' atau cekaknya anggaran pemerintah?
- Badminton: Ketinggalan jauh dari China dan Jepang, mampukah Indonesia kembali raih kejayaan?
- Hendra/Ahsan raih gelar juara dunia badminton 'untuk rakyat Indonesia'
- Investasi asing untuk industri tembakau: Naiknya konsumen rokok atau tenaga kerja?
Kesepakatan pada Kamis (12/09) juga memberikan kesempatan PB Djarum untuk melakukan konsolidasi secara berguna melanjutkan audisi pada 2020 dan seterusnya.
"Itu betul. Hadir (dalam pertemuan) dari Kemenpora, KPAI dan PBSI dan Djarum," kata anggota KPAI, Sitti Hikmawatty, kepada BBC Indonesia, Kamis (12/09).
Sitti mengklaim perseteruan yang berakhir damai ini memiliki proses yang panjang.
Sebelumnya KPAI telah memberikan peringatan kepada PB Djarum untuk tidak melakukan eksploitasi terhadap anak melalui logo, merek dan brand image saat Audisi Djarum berlangsung.
"Tapi itu tetap dilakukan dengan adanya audisi di Bandung. Nah, audisi di Bandung tanggal 28 Juli, maka tanggal 29 Juli keluarlah surat itu untuk menghentikan," tambah Sitti.
Sitti melanjutkan, saat ini, pihak PB Djarum telah melakukan normalisasi atau membersihkan logo, merek dan brand image Djarum dalam atribut audisi.
"Jadi eksploitasinya sudah hilang, dan normalisasinya masih ada sisa sedikit, tapi pada taraf yang relatif," katanya.
"Artinya, memang kami dari awal sebetulnya setuju dengan audisi. Tapi audisi yang kita inginkan itu ramah anak," tambahnya.
BBC News Indonesia berupaya menghubungi Djarum Foundation, namun belum mendapat tanggapan.
Kesepakatan final
Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa kesepakatan ini sudah final "selamanya."
Gatot menambahkan ada satu kesepakatan yang tidak dimuat dalam tulisan.
Nantinya, panitia maupun penonton tetap boleh menggunakan logo Djarum. "Para pemain legend, atau panitianya itu masih berhak menggunakan logo Djarum. Mereka kan bukan anak-anak," katanya.
Ditanya bagaimana jika ada spanduk raksasa, dia menjawab: "Ya, silakan saja."
Gatot melanjutkan, hal ini tidak akan dipermasalahkan karena mereka bukan anak-anak. "Yang diurusi KPAI kan anak-anak," katanya.









