Longsor Sukabumi: Daerah rawan bencana dalam sembilan tahun terakhir
Upaya pencarian puluhan korban tanah longsor di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (01/01), masih terus berlanjut di kawasan yang rawan bencana dalam sembilan tahun terakhir ini.
Bencana yang menimbun 107 orang dalam 30 rumah sejauh ini menyebabkan setidaknya 15 orang meninggal, sekitar 20 masih dicari dan 60 selamat, menurut juru bicara adan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo mengatakan dalam upaya evakuasi diperlukan alat berat dan bahwa "kondisi akses jalan dan medan cukup berat menuju lokasi bencana,"
Sementara keterangan dari Basarnas menyebutkan peralatan berat seperti excavator dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian terhadap korban longsor.

Sumber gambar, Basarnas
Eka Widiawan, dari BPBD Sukabumi menyatakan kawasan Cisolok ini "memang rawan banjir dan longsor sejak 2010" dan tanah longsor sering terjadi.
Basarnas mengatakan proses pencarian korban pada awalnya dilakukan secara manual oleh tim SAR gabungan dan relawan sambil menunggu alat-alat berat sampai.

Sumber gambar, Basarnas

Sumber gambar, Basarnas

Sumber gambar, Basarnas
'Suara gemuruh'
Masih terjadi longsoran susulan yang menimbulkan "suara gemuruh" pada Selasa (01/01) pagi saat tim SAR dan relawan berusaha mencari korban, seperti dilaporkan Detikcom.

Sumber gambar, Basarnas
"Masih ada longsoran tanah dari bukit setinggi 200 meter, kondisinya masih labil," kata Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan.
Tanah longsor terjadi pada Senin (31/12) sekitar pukul 17.30 WIB, menurut juru bicara BNPB, Sutopo, ketika kawasan itu dilanda hujan deras.
Upaya pertolongan pertama dihadapkan kendala seperti listrik padam, hambatan jaringan komunikasi.
"Jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi," jelas Sutopo.










