Pesta olahraga akbar Asian Games 2018 dibayangi masalah tiket

    • Penulis, Mehulika Sitepu
    • Peranan, BBC News Indonesia

Asian Games 2018 akan dibuka pada Sabtu (18/08), namun beberapa masalah terutama terkait tiket masih menjadi belum beres.

Di pertandingan polo air putri Indonesia melawan Jepang pada Kamis (16/08), lebih dari setengah kursi penonton kosong.

Pertandingan penyisihan ini mungkin kurang populer dan untuk mengisi lebih banyak kursi penonton di cabang olahraga yang kurang populer, juru bicara INASGOC, penyelenggara Asian Games 2018, Danny Buldansyah mengatakan bahwa mereka akan memberikan tiket kepada para pelajar berprestasi.

Anehnya, di saat banyak kursi penonton yang kosong, banyak orang yang mengeluhkan mereka tidak bisa membeli tiket lewat situs.

Seperti Ben Kwok, pendukung asal Hong Kong, yang mengatakan bahwa ketika dia mencoba membeli tiket pertandingan cabang olahraga beberapa hari terakhir di situs, tidak berhasil,

"Mungkin ada masalah dengan server. Tapi itu satu-satunya kendala," kata Ben Kwok.

Hal serupa diutarakan oleh Widi Christian, yang mengaku tidak bisa membeli lewat situs, dan justru diarahkan untuk membeli ke salah satu rantai minimarket terbesar di Indonesia.

"Tapi ketika saya tanyakan, mereka juga kebingungan. Jadi saya juga bingung ini belinya dimana," ungkap Widi Christian.

Masalah tiket lain yang paling banyak dikeluhkan adalah penukaran tiket malam pembukaan Asian Games yang amburadul.

Widi Christian mengisahkan bahwa tiket pembukaan Asian Games yang sudah dibelinya jauh-jauh hari harus ditukarkan dengan gelang agar dapat masuk ke stadium GBK saat acara pembukaan Asian Games 2018.

Namun baru tadi pagi dia mendapatkan surel untuk menukarkannya ke kantor penjualan tiket di Pejaten, Jakarta Selatan.

Padahal di media sosial, diumumkan bahwa penukaran tiket dapat dilakukan di area GBK Senayan.

Penukaran tiket di Pejaten dikatakan Widi berlangsung dengan semrawut - tidak ada keterangan antrean dan nomor antrean serta meja penukaran yang terlalu sedikit dibanding jumlah orang yang menukarkan tiket.

"Jadi sangat chaos dan saya kecewa," ujar Widi Christian.

Danny Buldansyah dari INASGOC, panitia penyelenggara Asian Games, berkilah bahwa mereka sudah menyerahkan sepenuhnya urusan pertiketan kepada KiosTix.

Tiket Asian Games hingga saat ini sudah tidak bisa dibeli lewat online, bahkan situs Kiostix sendiri sudah tidak bisa diakses dan sedang dalam perbaikan.

Selain soal tiket, yang juga masih menjadi kendala adalah pengamanan yang tidak terlalu ketat.

Bagi sebagian wartawan asing itu mengkhawatirkan, namun sebagian lainnya justru menyukai hal itu karena dapat mempercepat gerak mereka.

"Pihak keamanan baru full satu hari sebelum pembukaan jadi keamanan akan diperketat," jawab Danny Buldansyah.

Selain soal pengamanan, wartawan asal Sri Lanka, Naveen Wijesoma juga mengeluhkan hal yang sudah diprediksi - kemacetan.

"Kemarin saya ke pertandingan sepakbola di Bekasi. Pergi ke sana cukup parah, saya tidak berpikir akan memakan waktu lebih dari dua jam. Dan karena itu terjadi saya kehilangan beberapa bagian di awal. Mereka (panitia)mengatakan butuh waktu satu setengah jam, saya sisihkan dua jam untuk jaga-jaga namun ternyata tidak cukup," ungkap Naveen.

Selain itu, dia juga mengeluhkan situasi stadium sepak bola di Bekasi yang kacau.

"Saya tidak bisa menemukan gerbang, pusat media dan ada masalah komunikasi di sana. Di sini (Senayan) komunikasi cukup baik, namun di sana kurang."

Masalah komunikasi khususnya dalam bahasa Inggris juga ditemui oleh Sharad Deep, wartawan Hindustan Times. Meski begitu, dia mendapati penyelenggaraan Asian Games sejauh ini masih sangat baik.

"Tidak ada atlit India yang mengatakan ada masalah. Jika tidak saya akan menulisnya. Saya kira semuanya baik. Sejauh ini," papar Sharad.

Jika Anda berencana untuk mendukung tim Indonesia atau sekedar menonton, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

  • Tidak boleh membawa tas ransel, hanya tas tangan biasa saja yang boleh dibawa
  • Tidak boleh membawa minuman dan makanan
  • Tidak boleh membawa kamera profesional, hanya kamera pocket yang diperbolehkan
  • Sebaiknya tidak membawa kendaraan pribadi meski ada kantung-kantung parkir yang disediakan di sekitar GBK Senayan
  • Seluruh area GBK Senayan akan steril dari kendaraan selama acara berlangsung. Namun jangan khawatir, ada disediakan shuttle bus