Serena Williams kecam kesenjangan upah bagi perempuan kulit hitam

Serena Williams

Sumber gambar, Getty Images/Astrid Stawiarz

Keterangan gambar, Serena Williams telah meraih 39 gelar Grand Slam di sektor tunggal, ganda putri, dan ganda campuran, terbanyak di antara petenis aktif.

Serena Williams menulis esai yang sangat kuat untuk mendorong pengupahan yang adil bagi perempuan berkulit hitam.

Menandai peringatan hari kesetaraan upah perempuan kulit hitam, petenis kenamaan itu mengunggah artikel berjudul 'Cara Perempuan Kulit Hitam Melawan Kesenjangan Penghasilan'.

"Perempuan kulit berwarna merupakan pihak yang paling terdampak perbedaan upah berbasis jender," tulisnya.

"Ketika tumbuh dewasa, saya disebut tak akan mampu meraih cita-cita karena saya adalah perempuan dan terutama karena warna kulit saya."

Dalam tulisannya di Fortune Magazine, petenis berusia 35 tahun itu menyinggung kesenjangan upah yang sistematis untuk perempuan kulit hitam di beragam profesi.

"Isu ini bukan hanya tentang perempuan kulit hitam yang mendapatkan pekerjaan berupah rendah. Mereka juga mendapatkan gaji rendah di bidang teknologi, keuangan, industri pertunjukan, hukum, dan kesehatan."

Serena menambahkan, "Bahkan perempuan kulit hitam yang meraih gelar sarjana mendapatkan gaji rendah di setiap tingkat jabatan.

"Ini merupakan fakta yang terjadi di perkotaan, salah satunya di Silicon Valley."

Serena Williams

Sumber gambar, Instagram

Keterangan gambar, Serena Williams menyebut perempuan kulit hitam memainkan peran penting dalam masyarakat dan layak memperoleh kesetaraan upah.

Sebagai salah satu atlet tersukses sepanjang masa, Serena paham ia lebih beruntung dibandingkan perempuan kulit hitam lainnya. Dia menulis, "Saya berada pada kedudukan yang langka, keberhasilan finansial yang jauh dari ekspektasi saya."

"Tapi persoalan ini bukan tentang saya, melainkan 24 juta perempuan berkulit hitam di Amerika Serikat."

"Jika saya tidak pernah bermain tenis, saya pasti akan menjadi bagian dari mereka."

"Lingkaran kemiskinan, diskriminasi, dan seksisme jauh lebih sulit ditaklukkan dibandingkan memecahkan rekor pemegang Grand Slam terbanyak."

Serena Williams

Sumber gambar, Getty Images/Scott Barbour

Keterangan gambar, Akhir Januari 2017, Serena Williams menjuarai Australia Terbuka setelah mengalahkan saudara kandungnya, Venus Williams.

Terkait isu ini, Serena menyebut pentingnya "kontribusi yang berdedikasi, produk legislasi, penghargaan terhadap pekerja serta dorongan kepada mereka untuk terus berani menuntut."

"Singkatnya, isu ini membutuhkan keterlibatan kita semua," tulisnya.

"Laki-laki, perempuan, dari semua warna kulit, ras, dan agama, harus menyadari bahwa keadaan ini tidak adil."

"Perempuan kulit hitam, jangan takut. Suarakanlah keseteraan upah."

"Setiap kali kalian mengupayakan hal itu, kalian membuat situasi ini lebih ringan bagi perempuan lain di belakang kalian."

"Yang terpenting, kalian harus sadar bahwa kalian layak mendapatkan upah yang setara."

"Butuh waktu lama untuk menyadari hal tersebut," tandasnya.