Kuota haji untuk Indonesia dikurangi 20%

Pemerintah Indonesia menyatakan akan melakukan pendekatan kepada pemerintah Arab Saudi agar pemotongan kuota haji 20% tidak didiberlakukan kepada Indonesia.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan Presiden Yudhoyono akan mengirim surat kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz al Saud mengenai permintaan Indonesia.
Selain itu menteri agama diminta berangkat untuk melakukan lobi di negara kerajaan tersebut.
"Presiden juga akan mengirim langsung menteri agama sebagai utusan presiden agar pemotongan sebesar 20% tidak terjadi terhadap jamaah haji Indonesia," kata Suryadharma Ali dalam jumpa pers pada Rabu (12/06).
Pendekatan terhadap Arab Saudi diperkirakan akan rampung dalam waktu dua minggu.
Sementara itu Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah meminta agar jamaah berusia lanjut diprioritaskan untuk dikecualikan dari pemotongan.
"Harapan kita pemotongan dilakukan secara adil sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas. Saya kira manula juga perlu diprioritaskan untuk berangkat," kata Ida Fauziah.
Bila pemotongan kuota sebesar 20% diberlakukan, maka sekitar 40.000 calon jamaah tidak dapat diberangkatkan tahun ini. Pemotongan dilakukan karena proyek perluasan Masjidil Haram belum selesai.
Komentar
Bagaimana komentar Anda tentang pemotongan kuota dasar haji bagi Indonesia?
Lobi-lobi seperti apa yang mestinya ditempuh pemerintah Indonesia?
Siapakah yang seharusnya diprioritaskan untuk berangkat tahun ini dengan adanya pemotongan itu sementara daftar tunggu semakin panjang?
Kirim pendapat Anda untuk Forum BBC Indonesia yang disiarkan di radio setiap Kamis pukul 18.00 WIB dan juga dapat disimak melalui internet BBCIndonesia.com.
Tolong tulis komentar Anda di kolom yang disediakan di bawah ini. Jangan lupa cantumkan nama dan asal kota Anda.
Cantumkan nomor telepon bila Anda bersedia dihubungi BBC apabila komentar Anda terpilih.









