Setelah tewasnya TKI di Jedah

Seorang pekerja Indonesia yang sedang antre di Konsulat Jenderal RI di Jedah, Arab Saudi, tewas akibat berdesak-desakan.
Antrean yang panjang dan kurangnya pengorganisasian membuat terjadi dorong-dorongan yang memicu kekacauan dan <link type="page"><caption> dilaporkan sempat terjadi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/06/130610_jedah_rusuh.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pembakaran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/06/130610_jedah_rusuh.shtml" platform="highweb"/></link> atas kantor KJRI, Minggu 9 Juni.
Mereka merupakan para pekerja Indonesia yang tidak memiliki izin kerja dan memiliki tenggat waktu hingga 3 Juli 2013 untuk memutihkan status keberadaan dan aktivitas mereka.
Seorang pekerja Indonesia, Hartono, kepada BBC Indonesia menjelaskan pengalamannya pada saat itu. Antrean panjang dan orang tambah marah ketika KJRI ditutup setelah seorang pekerja yang antre tewas.
"Orang bertambah marah ketika dari pagi, bahkan ada yang sudah satu dua hari di sana. Ada yang jam 12 malam sudah datang habis itu panas-panasan sampai siang, sore, ternyata ditutup begitu saja, otomatis secara spontan terjadi amuk atau marah," tuturnya.
Koordinator Migrant Care, Anis Hidayah, menyayangkan kekacauan itu dengan mengatakan antrean ribuan tenaga kerja di depan kantor KJRI Jedah itu mestinya Saudi bisa diantisipasi oleh para pejabat Indonesiadi sana.
"Ini akumulasi dari buruknya pelayanan selama ini, persepsi orang KBRI itu mereka hanya melayani administrasi surat di dalam gedung, sementara orang yang antre di luar gedung tidak mereka layani dengan baik," kata Anis kepada BBC Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengirim Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, untuk mengawasi proses pelayanan pemberian dokumen perjalanan terhadap TKI di Arab Saudi tersebut.
Bagaimana komentar dan pendapat Anda? Ini mungkin salah satu petunjuk lagi tentang kurangnya pelayanan atas para pekerja Indonesia di luar negeri, atau insiden Jedah hanya sebuah kasus buruk saja?
Dan bagaimana pula saran Anda agar para pekerja Indonesia bisa mendapatkan pemutihan?
Ramaikan Forum BBC Indonesia, yang juga bisa Anda dengar dalam Siaran BBC Kamis Pukul 18.15 WIB yang disiarkan oleh beberapa stasiun FM di kota Anda.
Ragam pendapat
"Membludaknya para TKI di Jedah menandakan pihak KJRI tidak profesional dalam menghadapi pemutihan. Sangat tidak dan bodoh. Coba jangan cuman di Riyadh dan Jedah yang menjadi tempat pembuatan dokumen. Buatlah cabang sementara selama pemutihan di setiap tempat, contohnya di Mekah atau juga di Madinah dan tempat lainya mengingat tidak hanya di Riyadh dan Jedah tempat TKI kita. KJRI kalah jauh profesionalnya dalam menghadapi pemutihan di banding Bangladesh." Hamza Alwi Qadrie, Madinah.
"TKI Indonesia? Bandingkan dengan penanganan pemerintah Filiphina." Gerardus Mayella Liman Yulri, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.
"Ratusan ribu TKI ilegal, jadi tentu perlu antisipasi cerdas dan holistik dari para pejabat terkait saat membuka layanan pemutihan izin. Tidak amburadul, arogan, dan d ibawah standar, budaya antri memang tak kita miliki. Jika di Jepang, pejabat yang bertanggung jawab langsung mundur bahkan harakiri, di negeri ini saling lempar tanggung jawab, saling menyalahkan, saling cari kambing hitam Urat malu sudah putus. SBY tegaslah, pecat pejabatnya kalau perlu." AG Paulus, Purwokerto.
"Ini merupakan gambaran buruknya pelayanan administrasi oleh KBRI, dan juga merupakan buruknya watak masyarakat kita yang tidak mau tertib dalam antrian bahkan ketika berada di negeri orang sekalipun." Muhammad Syaugi.
"Kejadian itu merupakan bukti nyata dari buruknya mental aparat KJRI selama ini. Mereka tega memakan bangkai saudaranya sendiri." Khoirul Amin, Demak.
"Menurut saya, pemerintah, dan anggota DPR harus lebih memikirkan kami sebagai TKI yang bekerja di Arab Saudi, tolong tingkat kerja lebih diperbaiki lagi, jangan sampai menunggu kejadian baru bertindak." Junaedi, Taif-Arab Saudi.
"Turut berduka cita atas meninggalnya TKI di Jedah. Mudah-mudahan mereka selesai pengurusan paspor dan dapat dengan cepat pulang ke Indonesia. Negara indonesia sudah maju, jadi cepat pulang sebelum negaramu diambil alih para imigran asing." Mohamad Ali, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.
"Inalilahi waina ilaihirojiun. Semoga kejadian yang serupa tidak terulang kembali dan tentunya menjadikan suatu pelajaran buat aparat dan rakyat Indonesia tentang humanisme." Sutrisno Ntis, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.









