Bagaimana upaya mencegah konflik terbuka di Aceh?

Protes mendukung bendera Aceh
Keterangan gambar, Unjuk rasa menyatakan dukungan terhadap bendera Aceh terjadi saat pertemuan mendagri dan gubernur.

Pembahasan tentang bendera Aceh belum menemukan titik akhir dan masalah yang berlanjut dikhawatirkan badan intelijen dapat menjadi konflik terbuka.

Kepala Badan Intelijen Negara, BIN, Letjen Marciano Norman mengatakan bila pro dan kontra di seputar bendera dan simbol Aceh ini berlanjut, kemungkinan terjadi konflik.

"Kalau dibiarkan, pasti pro dan kontra (soal bendera Aceh) itu akan menjadi konflik," kata Marciano Norman kepada wartawan.

Marciano mengkhawatirkan, perdamaian RI-GAM yang telah dicapai melalui proses panjang akan rusak.

Sementara itu, <link type="page"><caption> Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/04/130404_hasil_pertemuan_mendagri_gubernuraceh.shtml" platform="highweb"/></link> mengatakan setelah bertemu dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh Kamis (04/04) bahwa pemerintah pusat masih menunggu tanggapan pemerintah daerah dan DPR terkait hasil klarifikasi terhadap peraturan daerah itu.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah sendiri mengatakan mendagri tidak memberikan tanggapan terhadap berbagai masukan yang disampaikan pihaknya, DPR serta tokoh masyarakat.

Pertemuan Gamawan dan Zaini diwarnai unjuk rasa pendukung bendera Aceh.

Aparat TNI, termasuk tiga panser, diturunkan untuk membantu aparat kepolisian menghadang ratusan pengunjuk rasa yang hendak mendekati lokasi pertemuan.

Apa upaya yang perlu dilakukan agar masalah bendera ini tidak menjadi konflik terbuka seperti kata kepala BIN Marciano Norman?

Apakah Anda setuju dengan pernyataannya bahwa upaya perdamaian RI-GAM akan sia-sia bila masalah ini semakin memanas?

Komentar Anda

Willemz, Singkawang Bendera Aceh sangat bertentangan dengan PP No.7 TH 2007. Pemerintah harus tegas, sebelum terjadi konflik, karena tidak semua masyarakat Aceh setuju terhadap qanun bendera Aceh. Presiden jangan mengulur-ulur waktu, karena ini bahaya laten. Ingat NKRI adalah harga mati.

Amir Faisal, Banjarmasin Aceh ada kekhususan sesuai dengan MOU Helsinki tetapi Aceh masih dalam bingkai NKRI. Apapun aturan yang dibuat hendaknya tidak bertentangan dan tidak mencederai keharmonisan perdamaian di Aceh. Seharusnya egoisme untuk memisahkan dari NKRI yang membenam dari para mantan GAM yang saat ini berkuasa di aceh segera dilupakan. Selama keinginan itu dibuka terus maka Aceh tidak akan pernah mengalami perdamaian sejati karena selalu akan diliputi rasa saling curiga. Hargai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Edi Setiadi, Muara Enim, Sumatera Selatan Saya bangga dengan apa yang telah dicapai oleh para pendahulu saya, salahsatunya bendera merah putih. Itu lambang yang tidak boleh diganti dengan tujuuan apapun. Pemerintah hrs tegas,cepat dan bijak dlm mengambil putusan. Klu tdk ini bisa memicu disintegrasi bangsa, dan dg segala hormat "Kepada saudara2 ku di Aceh kita adalah satu, saya menghormati para leluhur seperti:Cut nyak dien, cut mutia, tuanku imam bonjol, tuanku cik di tiro dll,yg ingin kita bersatu dibawah bendarayg satu 'Merahputih' permasalahan yang ada pasti ada jawabannya.

Samsul Kamar, Banda Aceh Bendera dan lambang Aceh yang telah disepakati oleh DPRD Aceh harus di hormati sebagai tanda hormat kepada masyarakat terhadap rakyat Aceh. Pemerintah pusat jangan terlalu negatif emosional dalam membaca perkembangan politik di Aceh. Jika mereka sudah memastikan akan tunduk dan patuh pada NKRI, diharapkan pusat jangan terlalu memaksakan kehendak untuk mengubah yang apa mereka hasilkan melalui musyawarah DPRA.

Effendi Sulaeman, Padang Saya pikir pemerintah pusat sudah terlalu toleran. Jika tidak PA/Pemprov Aceh tidak lagi patuh terhadap pemerintah pusat, sebaiknya pemerintah pusat bisa ambil tindakan tegas, tidak ada kompromi lagi, harus ditindak secara militer, dan kali ini harus tuntas betul, separatis harus lenyap.

Rio Dwitra Marfiza, Kuala Simpang, Aceh Tamiang Bendera Aceh sudah ada sejak dulu sejak Indonesia belum merdeka sejak GAM pun belum terbentuk. GAM yang menggunakan bendera Kesultanan Aceh Darussalam, bukan Aceh yang menggunakan bendera GAM. Bendera Bulan Bintang mempunyai makna yang cukup bagus. Warna dasar merah melambangkan keberanian rakyat Aceh dalam melawan penjajah. Bulan Bintang melambangkan agama Islam yang telah mengalir di urat-urat adat istiadat dan kebudayaan bangsa Aceh. Garis putih melambangkan kesucian, garis hitam melambangkan bela sungkawa atas para syuhada-syuhada tanöh rencong.

Jhon, Ruteng, Flores Saya kira kalau itu keputusan Rakyat Aceh kita harus Hormati. Yang penting tidak bertentangan Dengan perjanjian Helsinky yang di tandatangani Utusan Aceh dan Pemerintah RI serta disaksikan utusan PBB

Arsyad Kassem, Harrisburg, Amerika Serikat Saya warga Aceh di USA. Memang masalah ini kita lihat, akan ada conflict lagi di Aceh. Tapi semua pihak tidak akan menginginkan hal yang dulu terulang lagi. Kalau kedua belah pihak tetap dengan berpendirian masing-masing, itulah cara yang terbaik untuk mengundang badan international.

Haryono, Banjarmasin Bagaimanapun juga aceh adalah bagian dari NKRI sehingga segala macam bentuk separatisme harus siap menerima konsekwensi ditindak oleh aparat keamanan pemerintah. Dan apabila terjadi konflik terbuka antara GAM vs TNI maka rakyat aceh yg akan menjadi korban.

Syibbral, Takengon, Aceh Rakyat telah bersuara melalui wakilnya di DPRA. jika pemerintah pusat masih ragu ya referendum saja biar pemerintah tau apasih keinginan rakyat Aceh.

Mihaf Maulana, Riyadh Tepat sekali. Perdamaian yang telah disepakati akan runtuh bila terjadi konflik. Untuk menghindarinya,kibarkan bendera Aceh dengan desain dan semangat baru tanpa harus ada unsur atau motif dari bendera GAM.

Muchsinmont Banda Aceh Perdamaian yang telah dirasakan masyarakat aceh selama lebih kurang tujuh tahun, sangat disayangkan bila rusak jika disebabkan oleh persoalan bendera. Yang penting harus diperhatikan yaitu membangun kesejahteraan masyarakat Aceh. Jika masyarakat sudah sejahtera, bisa dipastikan, persoalan bendera tersebut tidak begitu sulit untuk diselesaikan.

Muktipur, Pontianak, Masalah kecil kayak gini dibesar-besarkan, ya otomatis akan sia-sia dan pasti ada unsur politiknya.