Terbaru  27 Maret 2010 - 15:09 GMT

Kasus suap para pejabat Indonesia

Rupiah

Tim satgas mafia hukum khawatir suap biasa terjadi di ditjen pajak

Sejumlah kasus suap yang terungkap baru-baru ini diantaranya melibatkan pegawai direktorat jendral pajak dan juga mantan pejabat Pertamina.

Kasus pegawai ditjen pajak Gayus Tambunan yang disebutkan memiliki rekening sekitar 25 milyar rupiah dan rumah mewah itu terungkap berdasarkan kesaksian mantan Kabareskrim Mabes Polri Susno Duaji. Susno menyebutkan ada sejumlah perwira polisi terlibat makelar kasus yang melibatkan nama Gayus.

Tim satgas pemberantasan mafia hukum yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan khawatir praktek suap yang melibatkan pegawai pajak sudah sering terjadi.

Di Inggris, dalam pengadilan perusahaan multinasional Innospec, pejabat-pejabat Indonesia disebutkan menerima suap sekitar US$ 8 juta, terkait pembelian bensin bertimbal.

Hakim di pengadilan Southwark, London secara khusus menyebut mantan Dirjen Migas dan Kepala BP Migas Rahcmat Sudibjo dan juga mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo.

Badan anti korupsi Inggris, Serious Fraud Office, mengatakan dalam dakwaannya uang suap itu membuat penghapusan bensin bertimbal di Indonesia menjadi tertunda.

Penghapusan penggunaan bensin bertimbal semula dijadwalkan tahun 1999, namun baru dapat diterapkan tahun 2006.

Ungkapan Pendapat BBC

  • Kamis: Siaran pukul 18:00 WIB
  • Senin : Siaran Pukul 05:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi, melalui juru bicaranya Johan Budi, mengatakan KPK dapat menindaklanjuti kasus ini.

"Apakah KPK dapat melakukan penyidikan? Bisa saja, di KPK ada ketentuan dalam undang-undang yang menyangkut tindak pidana korupsi yang menyangkut penyelenggara negara," kata Johan Budi.

Pendapat yang masuk

"Yang perlu dilakukan penegak hukum di Indonesia dan juga KPK adalah menindak tegas para koruptor kelas kakap dan juga pihak-pihak yang terlibat dalam makelar kasus dan mafia hukum. Ingat, masih banyak para koruptor yang memilih bersembunyi di negara tetangga terutama Singapura. Jangan sampai mereka bebas berkeliaran disana, kasihan rakyat Indonesia, terus dibohongi oleh pejabat-pejabat yang bertindak seenaknnya sendiri dengan uang rakyat seperti itu." Luthfy Avian Ananda, Rembang

"Ini merupakan contoh kasus yg terungkap, belum kasus-kasus yang lain yang melibatkan para pejabat negara yang belum terungkap. Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia memang pencetak pejabat koruptor terbaik. Hari gini bayar pajak pada negara dikorup, apa kata dunia." Darwis, Bandung

"Saya pesimis penegak hukum bisa menangani kasus suap para pejabat, karena suap sudah menjangkiti seluruh sendi kehidupan di negeara ini. Justru aparat penegak hukum yang harusnya bisa menjadi harapan masyarakat juga tercemar kasus suap. Entahlah apa mereka masih punya hati dengan hidup mewah di atas penderitaan rakyat." Ariany, Cimahi, Bandung

"Pejabat di negeri sudah tidak bermoral. Praktik korupsi sudah menjadi budaya dan mengakar. Gimana tidak korupsi, mereka bisa jd PNS bahkan pejabat kebanyakan dengan cara suap." Tohirin, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kejuruan adalah harta paling berharga," Sayid Jumianto, Yogyakarta

"Tipu menipu perpajakan, saya pikir sudah terjadi sejak era ORBA sampai kini. Rp 26,9 milyar yang ditilep Gayus "amat kecil" jika dibandingkan akumulasi puluhan tahun "ekses kebohongan pengusaha dan oknum pajak tersebut" Bapak SBY dan KPK bergeraklah." AG Paulus, Purwokerto

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.