AS tuduh ISIS gunakan 'tameng manusia' di Mosul

Pasukan pemerintah Irak, Kurdi dan milisi Syiah terus bergerak mendekati Mosul.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Pasukan pemerintah Irak, Kurdi dan milisi Syiah terus bergerak mendekati Mosul.

Amerika Serikat menuduh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menggunakan penduduk sipil sebagai tameng untuk menghadapi pasukan Irak yang bergerak lebih cepat mendekati kota Mosul.

Sekitar 700.000 orang warga sipil Mosul diyakini tetap tinggal di kota itu, ketika lebih dari 5.000 orang pasukan ISIS bertempur menghadapi koalisi pimpinan pemerintah Irak.

Laporan-laporan yang menyebutkan bahwa kota terdekat, Qaraqosh, berhasil direbut pasukan pemerintah Irak, telah dibantah oleh komandan pasukan pemerintah.

Namun demikian, pasukan koalisi yang didukung AS mengatakan mereka berhasil mengusir pasukan ISIS dari 10 desa di sekitar Mosul.

  • <link type="page"><caption> Laju pasukan Irak untuk merebut Mosul dari ISIS 'lebih cepat dari jadwal'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161018_dunia_irak_mosul_pesat" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dimulai, serangan besar merebut kembali Mosul dari ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161017_dunia_mosul_isis_serangan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> PBB siapkan pengungsian besar-besaran Mosul</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160823_dunia_mosul_pengungsi" platform="highweb"/></link>

Pasukan pemerintah Irak bergerak dari wilayah selatan, sementara pasukan koalisi Kurdi mendekati Mosul dari timur. Upaya merebut kota Mosul ini dimulai hari Senin (17/10).

Presiden AS Barack Obama berusaha meredakan kekhawatiran tentang eksodus warga sipil dari Mosul, dengan mengatakan "rencana dan infrastruktur" sudah disiapkan untuk menangani kemungkinan adanya krisis kemanusiaan.

Tameng warga sipil

Ditanya wartawan di Washington, AS, terhadap kemungkinan pasukan ISIS menggunakan warga sipil sebagai tameng, juru bicara Kementerian pertahanan AS, Jeff Davis membenarkannya.

"Mereka (warga sipil) ditahan di sana sesuai kehendak mereka," katanya, Selasa. "Kami belum melihat adanya perubahan dalam hari-hari terakhir ini, apakah warga meninggalkan atau melarikan diri (dari Mosul)."

Seorang warga Mosul yang dihubungi melalui telepon oleh Kantor berita Reuters mengatakan otoritas ISIS mencegah mereka untuk meninggalkan kota dan mengarahkan sejumlah orang menuju bangunan yang sepertinya untuk sasaran serangan udara.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Seorang warga Mosul yang dihubungi melalui telepon oleh Kantor berita Reuters mengatakan otoritas ISIS mencegah mereka untuk meninggalkan kota dan mengarahkan sejumlah orang menuju bangunan yang sepertinya untuk sasaran serangan udara.

Seorang warga Mosul yang dihubungi melalui telepon oleh Kantor berita Reuters mengatakan otoritas ISIS mencegah mereka untuk meninggalkan kota dan mengarahkan sejumlah orang menuju bangunan yang sepertinya untuk sasaran serangan udara.

PBB siapkan lokasi penampungan

Sementara itu, PBB menyatakan pihaknya sedang membuat sebuah penampungan sementara untuk menampung pengungsi di luar kota Mosul.

Lise Grande, koordinator tim kemanusiaan PBB untuk Irak, memperkirakan ada 200.000 orang warga sipil yang akan ditampung di lokasi pengungsian itu pada hari-hari pertama serangan militer ke Mosul.

Pasukan pemerintah Irak dan Kurdi saat ini berada di sekitar 30 dan 40 km dari kota Mosul. Mereka masih mengepung kota kecil Qaraqosh ke wilayah timur, kata komandan pasukan darat Irak, Riadh Jalal Tawfeeq.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa kota itu telah dkuasai pasukan Irak, yang disambut gembira oleh orang-orang Kristen Irak yang melarikan diri ke ibukota otonomi Kurdi, Irbil.

Sebelum dikuasai ISIS, kota Qaraqosh, yang berjarak sekitar 32 km dari Mosul, merupakan kota Kristen terbesar di Irak.