Donald Trump menantang Hillary Clinton lakukan tes narkoba

Sumber gambar, AFP
Kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump menuduh saingannya Hillary Clinton “terlalu bersemangat" selama debat terakhir mereka, dan mengatakan mereka seharusnya menjalani tes narkoba sebelum debat berikutnya.
Dia juga memperkirakan pemilihan presiden tampak seperti ”pemilu yang dicurangi”.
Komentar itu disampaikan menyusul rangkaian klaim pelecehan seksual terhadap Trump dan publikasi rekaman video yang memperlihatkan capres Partai Republik ini melontarkan ucapan cabul.
Berbicara dalam kampanye di New Hampshire, Trump mengatakan Hillary Clinton telah "bersemangat" sejak awal debat, tetapi "hampir tak dapat berjalan ke mobilnya" pada akhir acara.
"Kita harus melakukan tes narkoba," kata Trump.
Dia tidak menunjukkan bukti untuk mendukung klaimnya.
- <link type="page"><caption> Donald Trump menghadapi dua tuduhan pelecehan seksual baru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161015_dunia_trump_pelecehan_seksual" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Trump dituding ‘raba dua perempuan secara tidak pantas’</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161012_dunia_trump_perempuan_nytimes" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kenapa Hillary Clinton dibenci begitu rupa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161012_dunia_clinton_benci" platform="highweb"/></link>
Hasil jajak pendapat menunjukkan Trump kehilangan dukungan di sejumlah negara bagian yang penting dalam pemilu nanti.
Sementara itu, dalam kampanyenya Clinton menyerang balik ucapan Trump yang menyebut perempuan yang menuduh dia melakukan pelecehan seksual merupakan bagian dari upaya agar Clinton terpilih sebagai presiden.
Ketua DPR yang berasal dari Partai Republik Paul Ryan mengatakan dia "sangat yakin" bahwa pemilu pada November mandatang akan dilaksanakan "dengan penuh integritas", seperti disampaikan juru bicaranya AshLee Strong.
Ryan, yang merupakan tokoh senior Partai Republik, telah mengatakan dia tidak akan mendukung Donald Trump menyusul komentar cabulnya dalam rekaman video.









