Sembilan polisi Myanmar tewas dalam serangan di perbatasan

Rakhine

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Warga Rohingya menempati kamp-kamp di Rakhine dan dilarang keluar dari kompleks mereka.

Para pejabat keamanan Myanmar mengatakan sedikitnya 17 orang, termasuk sembilan polisi, tewas dalam serangan terkoordinasi di pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan dengan Bangladesh.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa delapan orang yang diduga sebagai pelaku turut tewas dalam peristiwa yang terjadi di Negara Bagian Rakhine pada Minggu (09/10).

Dikatakannya dua orang yang diduga sebagai penyerang berhasil ditangkap.

  • <link type="page"><caption> Kofi Annan diejek di Myanmar terkait etnik Rohingya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160906_dunia_myanmar_annan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Rohingya: Kapan kami diberangkatkan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150421_rohingya_penempatan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Polisi selidiki 45 ABK Myanmar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150807_indonesia_abk_myanmar" platform="highweb"/></link>

Serangan itu dilaporkan dilakukan oleh anggota kelompok minoritas Rohingya. Dalam jumpa pers di ibu kota Myanmar Nay Pyi Taw pada Minggu (09/10), Kepala Kepolisian Zaw Win mengatakan para penyerang berteriak bahwa mereka adalah orang Rohingya.

Mereka berhasil merampas lebih dari 50 senjata dan ribuan peluru dari pos-pos penjagaan, kata polisi.

Rakhine

Rakhine telah mengalami ketegangan antara penduduk beragama Buddha dan mereka yang beragama Islam dari etnik minoritas Rohingya.

Serangan kali ini tercatat yang paling mematikan di Negara Bagian Rakhine sejak 2012. Ketika itu banyak orang tewas dalam kekerasan komunal dan membuat lebih dari 100.000 orang lainnya mengungsi.

Konflik di sana selama puluhan tahun telah menyebabkan ratusan ribu orang Rohingya mengungsi ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Sebagian besar dari mereka tidak dianggap sebagai warga negara oleh pemerintah Myanmar dan oleh kalangan nasionalis Buddha tetapi dianggap sebagai pendatang dari Bangladesh.