Shimon Peres: Warisan-warisan sang negarawan sepuh

Sumber gambar, Reuters

    • Penulis, Kevin Connolly
    • Peranan, Mantan koresponden Timur Tengah BBC

Shimon Peres adalah sosok terakhir dari generasi politikus yang mendirikan Israel pada tahun 1948.

Tapi meskipun hidupnya dalam kehidupan kenegaraan membentang lebih dari 70 tahun, tidak sulit untuk memilih puncak-puncaknya.

Pada tahun 1993 dia adalah salah satu dari kelompok politisi termasuk Bill Clinton, Yasser Arafat dan Yitzhak Rabin yang menandatangani Persetujuan Oslo - perjanjian damai Israel pertama dengan Palestina.

  • <link type="page"><caption> Shimon Peres, pendiri Israel yang berkompromi tentang Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160914_dunia_obituari_shimon_peres" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160914_dunia_obituari_shimon_peres" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Mantan Presiden dan pendiri negara Israel, Shimon Peres meninggal dunia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160928_dunia_israel_peres_meninggal" platform="highweb"/></link>

Perjanjian itu memang tak berjalan sebagaimana janji awal - tapi pada hari-hari optimis saat itu, tidak ada orang yang mengartikulasikan harapan itu dibanding Peres.

"Kita hidup di suatu tanah purba," katanya kepada dunia yang menyaksikan upacara penandatanganan di halaman Gedung Putih.

"Tanah kita kecil, sehingga keharusan rekonsiliasi menjadi besar. Saya ingin memberitahu delegasi Palestina bahwa kami tulus ... Mari kita semua beralih dari peluru ke surat suara, dari senjata ke sekop. Kami akan berdoa bersama Anda. Kami akan menawarkan bantuan kami dalam membuat Gaza makmur dan Jericho berkembang lagi"tambah Peres.

  • <link type="page"><caption> Stroke, eks Presiden Israel Shimon Peres dibawa ke rumah sakit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160913_dunia_israel_peres_stroke" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mantan presiden Israel Shimon Peres diopname</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160124_dunia_israel_peres" platform="highweb"/></link>

"Seperti yang telah kami janjikan, kami akan bernegosiasi dengan Anda tentang pemukiman permanen, dan dengan negara-negara tetangga, perdamaian yang komprehensif dengan semuanya."

Pidato yang mungkin mengkristalkan esensi tentang bagaimana Shimon Peres akan diingat di panggung internasional - jelas merupakan apa yang diinginkannya untuk dikenang- sebagai advokat Israel yang optimis dan artikulatif untuk perdamaian.

Tujuan yang sulit dipahami

Tapi meskipun Shimon Peres sering berbicara tentang visinya untuk Timur Tengah bahwa Israel bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan tetangga-tetangga bangsa Arab, berbagi sumber air minum dan melakukan perdagangan bebas dengan perbatasan terbuka, ia juga melakukan banyak hal untuk memastikan bahwa Israel membangun angkatan bersenjata yang besar untuk membuat negeri itu kuat.

Peres

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Shimon Peres berbincang dengan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat.

Di bagian awal karirnya, ia adalah seorang pejabat kunci dalam perundingan dengan pemasok senjata luar negeri dan melakukan negosiasi rahasia untuk membangun kekuatan nuklir Israel.

Ketika mendapat Hadiah Nobel Perdamaian untuk upayanya dalam Kesepakatan Oslo, ia berbicara secara filosofis tentang kekuatan militer Israel yang ia turut bangun: "Berbagai perang yang melibatkan kami, dipaksakan pada kami. Berkat Angkatan Bersenjata Israel, kami memenangkan semua perang itu, tapi kami tidak memenangkan kemenangan terbesar yang kami cita-citakan: melepaskan diri dari kebutuhan untuk memenangkan perang."

  • <link type="page"><caption> AS sepakati bantuan militer 'terbesar dalam sejarah' bagi Israel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160914_dunia_rekor_bantuan_as_israel" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Israel setujui pembangunan pemukiman baru di Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160901_dunia_israel_pemukiman" platform="highweb"/></link>

Mungkin karena berbicara begitu sering dan begitu bagus tentang perdamaian, Shimon Peres mendapatkan pujian dan pengakuan di panggung internasional yang tidak pernah cukup diterjemahkan ke dalam keberhasilan politik dalam negeri.

Dia tidak pernah memenangkan pemilu langsung tetapi dua kali menjabat sebagai perdana menteri secara singkat, termasuk saat ia menduduki jabatan yang ditinggalkan Yitzhak Rabin yang dibunuh oleh ekstrimis sayap kanan Israel pada tahun 1995 karena terlibat dalam kesepakatan damai dengan Palestina.

Pada saat terbunuhnya Rabin itu Shimon Peres menemukan kata-kata untuk mengartikulasikan apa yang banyak dirasakan rakyat Israel.

"Anda dapat membunuh sesosok tubuh," katanya, "tetapi Anda tidak bisa membunuh ide perdamaian yang hebat dan mulia."

Pada unjuk rasa untuk memperingati ulang tahun ke-20 pembunuhan itu, ia masih mengungkapkan argumentasi yang sama, membantah kaum sayap kanan yang menuding bahwa mereka yang bekerja untuk perdamaian dengan Palestina sebagai 'delusional.'

Momen Entebbe

Hampir tidak portofolio kementerian yang tidak dijabatnya selama beberapa dekade panjang kehidupan politiknya dan hampir tidak ada bab utama dalam sejarah nasional Israel yang tidak melibatkannya dalam berbagai jenis peran.

Peres (kedua dari kanan) membangun angkatan bersenjata Israel yang kuat.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Peres (kedua dari kanan) membangun angkatan bersenjata Israel yang kuat.

Dia tidak pernah menjadi seorang militer dalam kaliber seperti banyak saingannya tapi ia menjabat sebagai menteri pertahanan pada tahun 1976 ketika sejumlah orang Palestina dan Jerman membajak pesawat bermuatan warga sipil tujuan Athena-Paris dan mengalihkannya ke Entebbe di Uganda yang dikuasai Idi Amin.

Tatkala pasukan komando Israel menyergap masuk terminal bandara, menewaskan para pembajak dan membebaskan hamoir seluruh sandera, Peres-lah yang mengungkapkan kelegaan Israel dalam kata-kata.

Kepada bangsanya ia mengatakan: Ïni merupakan operasi yang tak pernah terjadi sebelumnya: yang paling jauh dalam arti jarak, yang paling pendek dalam arti rentang waktu, dan paling menantang yang bisa dibayangkan orang."