Presiden Kolombia prediksi perdamaian dengan FARC akan dorong ekonomi

Dalam wawancara dengan BBC, Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak FARC akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Dalam wawancara dengan BBC, Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak FARC akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia) akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam wawancara dengan BBC, Santos meyakini bahwa kesepakatan itu akan berdampak besar.

“Perang selalu lebih mahal ketimbang perdamaian. Ekonomi kita bisa tumbuh antara 2% dan 3% lebih besar per tahun selama 23 tahun terakhir,” kata Santos.

  • <link type="page"><caption> Warga Kolombia rayakan kesepakatan damai dengan pemberontak Farc </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160825_dunia_kolombia_farc" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kolombia dan pemberontak FARC tandatangani genjatan senjata </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160624_dunia_perdamaian_kolombia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kolombia dan pemberontak FARC sepakat cari orang hilang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151019_dunia_kolombia_oranghilang" platform="highweb"/></link>

Konflik antara pemerintah Kolombia dan FARC juga berdampak signifikan kepada rakyat, kata Kolombia.

“Kami bahkan telah kehilangan welas asih, yaitu kemampuan merasakan sakit yang dirasakan orang lain. Seuah negara yang berperang selama 50 tahun adalah negara yang telah menghancurkan sejumlah nilai-nilainya,” ujar Santos.

Santos dan pemimpin FARC, Timoleon Jimenez, atau lebih dikenal dengan sebutan Timochenko, akan menandatangani kesepakatan damai yang bersejarah di Kota Cartagena pada Senin (26/9).

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Santos dan pemimpin FARC, Timoleon Jimenez, atau lebih dikenal dengan sebutan Timochenko, akan menandatangani kesepakatan damai yang bersejarah di Kota Cartagena pada Senin (26/9).

Santos dan pemimpin FARC, Timoleon Jimenez, atau lebih dikenal dengan sebutan Timochenko, akan menandatangani kesepakatan damai yang bersejarah di Kota Cartagena pada Senin (26/9). Penandatanganan itu merupakan puncak dari perundingan selama empat tahun yang digelar di ibu kota Kuba, Havana.

“Penandatanganan kesepakatan hanyalah akhir konflik. Setelah itu kerja keras dimulai, yaitu merekonstruksi negara kami,” ujar Santos.

Setelah penandatanganan dilakukan, isi kesepakatan damai hanya bisa diterapkan apabila disetujui mayoritas rakyat Kolombia dalam referendum pada Minggu (2/10) mendatang.

Pengumuman bahwa pemerintah Kolombia sepakat berdamai dengan FARC mendapat sambutan gembira publik Kolombia.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pengumuman bahwa pemerintah Kolombia sepakat berdamai dengan FARC mendapat sambutan gembira publik Kolombia.

Santos mengaku “sangat, sangat yakin” sebagian besar rakyat Kolombia akan mendukung kesepakatan damai dengan FARC.

“Jajak pendapat terkini menyebutkan antara 65% hingga 70% rakyat menyetujui proses perdamaian,” kata Santos.

Apabila isi kesepakatan damai disokong rakyat dalam referendum, FARC akan menjadi partai politik dan bergabung dalam proses politik tahun depan.

“Tiada yang suka FARC. Mereka melakukan kekejian. Namun, jika Anda memilih ‘Ya’, maka mereka akan hilang. Mereka akan berhenti eksis sebagai kelompok gelap,” ujar Santos.

Diperkirakan sebanyak 220.000 orang telah tewas dalam konflik antara pemerintah Kolombia dan FARC.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Diperkirakan sebanyak 220.000 orang telah tewas dalam konflik antara pemerintah Kolombia dan FARC.

Lalu, apakah yang akan terjadi jika rakyat Kolombia menolak menyepakati isi kesepakatan damai?

“Kami akan mundur enam tahun dan melanjutkan pertempuran dengan FARC. Itulah plan B-nya,” kata Santos.

Diperkirakan sebanyak 220.000 orang telah tewas dalam konflik antara pemerintah Kolombia dan FARC. Kemudian lebih dari enam juta orang mengungsi di dalam negeri.