Jerman tangkap tiga warga Suriah karena 'misi ISIS'

Sumber gambar, Reuters
Tiga warga Suriah ditangkap di Jerman dengan tuduhan dikirim oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS untuk melancarkan serangan.
Ketiganya -yang berusia antara 17 hingga 26 tahun- ditangkap dalam rangkaian penggerebekan Selasa (13/09) subuh di negara bagian Schleswig-Holstein dan Lower Saxony.
Kepada para wartawan, Menteri Dalam Negeri, Thomas de Maiziere, mengatakan tersangka mungkin berkaitan dengan para penyerang di Paris, November 2015, yang menewaskan 130 orang.
- <link type="page"><caption> Menteri Dalam Negeri Jerman desak pelarangan pengunaan burka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160819_dunia_jerman_burka" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Partai antipendatang 'unggul' dari kubu Kanselir Merkel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160904_dunia_jerman_merkel" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Masjid Jerman didesak untuk memakai bahasa setempat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160413_dunia_jerman_masjid" platform="highweb"/></link>
Dia menambahkan ketiganya sebagai 'sel yang tidur', merujuk pada pejuang ISIS yang tidak aktif namun siap menunggu perintah.

Sumber gambar, AP
Kejaksaan Federal Jerman menyebutkan tidak ada misi khusus atau perintah yang ditemukan walau ada 'material meluas' yang disita.
Ketiga pria yang diidentifikasi sebagai Mahir al-H, Ibrahim M, dan Mohamed A, disebut melakukan perjalanan melalui Turki dan Yunani dengan menggunakan paspor palsu.
Penyidik yakin mereka siap untuk melakukan misi secara sukarela dan salah seorang yang sudah mendapat latihan untuk menangani senjata dan bahan peledak di Raqqa, Suriah, yang dikuasai ISIS.
Mereka menerima paspor palsu, telepon genggam yang sudah dilengkapi dengan program komunikasi, dan uang ribuan dalam bentuk dolar Amerika Serikat.
Operasi penangkapan ketiganya melibatkan 200 polisi dan aparat keamanan di enam tempat terpisah, termasuk tiga pusat penampungan pengungsi.
Kecurigaan atas tertuduh muncul beberapa bulan lalu yang disusul dengan pengamatan seksama serta penyadapan telepon selama beberapa pekan, seperti dilaporkan kantor berita Jerman, DPA.









