Hillary Clinton didiagnosis mengalami radang paru-paru

Hillary Clinton

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Hillary Clinton memasuki mobilnya setelah lebih awal meninggalkan acara peringatan 11 September di New York.

Calon presiden Amerika Serikat dari kubu Demokrat, Hillary Clinton, didiagnosis mengalami radang paru-paru setelah pulang lebih awal saat menghadiri peringatan serangan 11 September di New York, hari Minggu (11/09).

Dokter Clinton, Dr Lisa Bardack, menjelaskan Clinton diketahui terkena penyakit ini Jumat pekan lalu dan sudah diberi antibiotik.

Saat menghadiri acara peringatan di New York, kata Dr Bardack, Clinton merasa tak enak badan dan memutuskan pulang ke apartemen anaknya.

Tak lama kemudian Clinton meninggalkan apartemen ini dan mengatakan, "Saya merasa baik-baik saja. Hari yang indah di New York."

  • <link type="page"><caption> Trump sebut Putin 'lebih baik' dari Obama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160908_dunia_trump_puji_putin_lagi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Korban serangan di Libia menggugat Hillary Clinton </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160809_dunia_clinton_benghazi" platform="highweb"/></link>

Tindakan Clinton yang meninggalkan acara lebih awal tersebut kembali memicu kekhawatiran soal kondisi kesehatan mantan menteri luar negeri AS tersebut.

Lawan Clinton di kubu Republik pernah mempertanyakan apakah ia secara fisik bisa menjalankan tugas-tugas sebagai pemimpin Amerika.

Istri mantan Presiden Bill Clinton ini menjalani operasi pada 2012 untuk mengatasi penyumbatan darah.

Bulan lalu, Dr Bardack, mengatakan bahwa 'kondisi kesehatannya sangat bagus dan secara fisik bisa menjalankan tugas sebagai presiden Amerika'.

Clinton saat ini berusia 68 tahun sementara lawannya dari Republik, Donald Trump, berusia 70 tahun.